
Setelah Rahma siuman, Rahma bingung bukan nya tadi dia sedang berada di jalanan, kenapa sekarang ada di rumah sakit .
Tidak sengaja, Rahma melihat sosok lelaki yang pernah melecehkan nya, duduk di sofa.
Radix mendekat ke arah Rahma, yang sedang terbaring lemah.
"Gimana sudah enakan, sudah tidak pusing dan mual.?"
Radix memberi pertanyaan yang membuat Rahman menjadi bingung.
Entah Radix sudah mengetahui smua nya.
Rahman hanya berdiam diri saja
"Katakan kamu mau nya apa, kamu ngidam nya apa.?"
Rahma semakin menjadi bingung, kenapa tiba-tiba pereman di muka nya ini menjadi sangat bawel.
Bukankah dia yang banyak berdiam, daripada Seno, batin Rahma.
"Aku tidak mau apa-apa, aku mau pulang saja.!"
"Kamu harus di rawat dulu di sini, kandungan kamu lemah, harus banyak vitamin yang masuk."
"Apa perduli kamu," jawab Rahma dengan nada yang sewot.
"Tentu saja aku perduli, kalo saja yang ada di rahim kamu ini hasil unggul punya aku bagaimana," apa lagi kamu wanita yang pertama aku pergauli.
Rahma tercengang mendengar kebenaran bahwa Radix yang terkenal sebagai pereman yang pendiam, dan terkenal ke aroganan nya itu, baru pertama kali menggauli perempuan.
"Terus bagaimana bisa saat itu kamu mau saja berbuat mesum dengan ku.?"
"Aku terpaksa, saat itu Seno membuat obat perangsang di dalam minuman ku," dan mau tidak mau aku harus melakukan nya."
"Terus rencana kamu selanjutnya bagaimana.?"
"Aku akan melakukan hasil tes DNA, jika memang benar itu adalah anak aku," aku akan bertanggung jawab, dan jika kamu mau, aku bersedia menikahi mu.
Kata-kata menikahi itu membuat Rahma kembali terkejut, bagaimana bisa menikah dengan seorang pereman.
"Bagaimana bisa kamu mau menikahi aku, sedangkan pekerjaan kamu saja," belum sempat Rahma melanjutkan cerita nya, Radix sudah mendahului kata-kata yang ingin Rahma ucapkan.
"Aku sudah berhenti sebagai pereman, walaupun itu tidak mudah membersihkan nama baik ku," dan sekarang pekerjaan ku sebagai satpam di bank.
Rahma tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan dari Radix.
"Bagaimana bisa, mantan pereman bekerja sebagai satpam bank," apa mereka tidak takut mesin atm kamu bobol.?
"Memang nya semua orang ingin terus-terusan menjadi seorang penjahat," seperti kamu saja, kenapa harus mempertahankan janin yang ada di dalam perut mu itu, dan bersusah payah mencari pekerjaan yang halal.
Padahal kan dengan kecantikan kamu, lelaki mana saja bisa tergoda.?
__ADS_1
Rahma menundukkan kepala nya, kata-kata dari Radix memang benar, dia cantik, sexsi, kenapa harus mempertahankan janin ini, yang tidak bisa mengetahui siapa ayah biologis nya.
"Aku tidak mempunyai siapa-siapa di dunia ini, bahkan orang tua saja sudah tidak ada lagi," setidak nya aku masih mempunyai dia.
Rahma sambil mengusap perut nya yang masih rata, dia berharap sekali jika janin yang ada di perutnya ini adalah anak Radix, karena Rahma dapat melihat keseriusan di mata Radix.
"Nanti kita chek DNA ya, biar kita bisa mengetahui siapa ayah nya," ucap Radix, yang membuat Rahma menitikkan air mata nya.
"Kenapa menangis, apa ada yang sakit.?"
"Tidak ada, hanya saja jika ini anak dari Seno, apakah dia mau bertanggung jawab.?"
"Kalo masalah itu, nanti aku bantu ya," soal nya Seno banyak mempunyai istri."
Hal itu kembali membuat Rahma semakin menangis, bagaimana nasib dia dan anak nya nanti.
Ternyata Seno banyak mempunyai istri, itu semua tidak bisa Rahma bayangkan.
••••
"Sayang, mas berangkat kerja dulu ya," jaga diri baik-baik, dan jaga rumah.
"Iya mas, mas Adi juga hati-hati ya."
Sebelum Adi berangkat, Lisa terlebih dahulu mencium tangan Adi.
Dan di balas Adi mencium kening Lisa.
Setelah Adi menghilang dari pandangan Lisa, tiba-tiba ada sebuah mobil mewah berhenti di halaman rumah Adi, dan turunlah Nury bersama Lukman dan anak nya.
"Assalamu Alaikum," ucap Lukman dan Nury bersamaan.
"Wa Alaikum Salam," Silahkan masuk mbak Nury, mas Lukman, ayo masuk.
Lukman dan Nury segera masuk ke dalam rumah Adi.
Rumah yang sederhana, sangat jauh di bilang mewah.
Lisa segera pergi ke dapur untuk mengbilkan air minum, dan sedikit cemilan.
Tiba-tiba ibu Adi datang dan bertanya kepada Lisa.
"Siapa nak, yang bertamu sepagi ini," ucap ibu Adi.
"Mas Lukman dan istri nya mbak Nury, bu," jawab Lisa.
Sebenar nya ibu Adi sudah mengetahui, niat dan kedatangan Lukman beserta Nury, ke rumah nya.
Adi sudah menceritakan semua nya.
Dan ibu Adi setuju saja, asalkan Lisa juga setuju.
__ADS_1
Lisa dan ibu Adi keluar untuk menemui Lukman dan Nury, mereka saling berjabat tangan ibu nya Adi.
"Assalamu Alaikum ibu," apa kabar nya, ucap Lukman.
"Wa Alaikum Salam," Alhamdulillah ibu baik, kamu sendiri bagaimana.?
"Alhamdulillah baik juga bu."
Nury menyampaikan niat nya datang kesini, dan menceritakan semua kehidupan nya.
Nury tidak mempunyai siapa-siapa lagi, semenjak bertemu dengan Adi, Nury merasa dia ingin sekali menjadi bagian dari keluarga Adi.
Lisa yang mendengar kata-kata dari Nury, sangat merasa bersalah.
Awalnya Lisa mengira bahwa Nury memiliki perasaan kepada Adi, tapi ternyata perasaan itu lebih tepatnya ingin menjadi keluarga Adi.
Lisa juga tidak keberatan sama sekali, karena dia dan nury hampir memiliki kesamaan.
Lisa bisa merasakan, apa yang telah di rasakan oleh Nury.
Toh, tidak apa-apa hanya untuk sebagai keluarga, Adi dan Lisa pun nanti nya juga akan terpisah dengan Lukman dan Nury.
Setelah Lisa mengatakan, bahwa dia juga tidak keberatan bahwa Nury dan ibu serta Adi akan memiliki ikatan keluarga.
Lukman dan Nury saling berpelukan bersama ibu nya Adi.
Nury merasa menemukan ibu nya kembali, setelah di dalam pelukan ibu Adi.
Setelah itu, Lukman dan Nury berpamitan untuk pulang ke rumah mereka, dan berjanji akan mengantarkan Adi, Lisa, ibu, dan Aya untuk pulang ke kampung. karena Lukaman juga sudah lama tidak menengoki ayah nya, yang masih sama satu kampung dengan Adi.
Sedangkan Adi, hari ini sangat sibuk dengan pekerjaan nya.
Banyak pelanggan yang menggunakan jasa Adi.
Saat Adi berada di pasar tradisional,
Adi tidak senghaja bertabrakan dengan Bella, yang juga sedang sibuk membeli keperluan nya di rumah.
Semenjak Dirgantara meninggal dunia, dan Kavindra di tahan, di kantor polisi.
Bella sekarang menjadi pengangguran, yang tidak memiliki pekerjaan.
"Bella," ucap Adi, yang keget ternyata Bella lh orang yang dia tabrak.
"Mas Adi," Bella juga tak kalah kaget, ternyata di pertemukan kembali, dengan orang yang pernah hadir di dalam hati nya.
Hai gaes aku up lagi ya 😊😊🤗🤗
Yang masih setia dengan cerita aku, tolong beri, like dan komen ya.
Biar aku lebih semangat lagi untuk menulis nya 😊😊🤗🙏🙏🙏
__ADS_1