Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Ada Yang Berbeda


__ADS_3

Pagi menyinari dunia dan seisi nya.


Namun tidak berpengaruh dengan sepasang suami istri.


Yang sedang bergulung di bawah selimut tebal, dengan keadaan masih sama-sama polos tanpa sehelai benang.


Adi senghaja menghabiskan waktu nya bersama istri tercinta nya itu.


Karena Adi memutuskan akan pulang ke kampung halaman nya sekitar jam 01.00 atau bisa di sebut sehabis makan siang.


Adi memeluk erat tubuh Lisa, yang masih dalam keadaan tanpa busana.


Namun Lisa masih tidak terbangun.


Adi semakin erat memeluk Lisa, yang ada Lisa malah menyusupkan muka nya ke dada bidang Adi.


Adi terkekeh geli melihat istri nya itu bersikap manja.


Sebenarnya Adi merasa bingung beberapa hari ini, Lisa tidak seperti biasa nya yang selalu ingin menempel di tubuh nya saja.


Namun Adi bukan nya merasa risih, malah Adi merasa senang karena istri nya itu suka nempel-nempel di badan nya.


Adi membuang jauh-jauh selimut tebal itu ke sembarang arah.


Dan menampakkan pemandangan di pagi hari dengan tubuh Lisa yang semakin sexsi dan berisi.


Buah dada yang semakin membesar dan bokong semakin semox.


Adi segera meluncurkan aksi nya.


Tanpa aba-aba, Adi segera menghisap buah dada Lisa dengan lembut.


Seperti bayi yang sedang menyusu dengan ibu nya.


Lisa merasa geli, hanya melengguh merasakan sensasi panas di pagi hari.


Tangan Adi tidak tinggal diam, turun ke bawah mengusap milik Lisa dengan lembut, dan memaju mundurkan jari nya di dalam milik Lisa.


Lisa merasa ini adalah perbuatan Adi hanya menggeleng-gelengkan kepala nya


"Setttt Ahhhhhhh."


"Kenapa sayang, kamu suka,?"


Adi semakin cepan memaju mundurkan jari nya di dalam milik Lisa, yang membuat Lisa semakin mendesah hebat, sampai Lisa mengeluarkan pelepasan pertama nya.


"Mas cepat masukkan,!" ucap Lisa kepada Adi, dengan suara serak nya.


Adi merasa menang, telah membuat Lisa meminta nya duluan.


"Dengan senang hati istri ku," jawab Adi.


Setelah Adi memasukkan junoir nya ke milik Lisa.


Adi memaju mundurkan gerakkannya dengan sangat cepat.


Erangan dan ******* di pagi hari terdengar seisi kamar tersebut.


Keringat yang membasahi tubuh ke dua pasangan itu.


Entah berapa kali mereka mengulangi permainan mereka itu, hingga selesai di jam 12.00.


"Terimakasih sayang," ucap Adi.

__ADS_1


"Sama-sama mas," jawab Lisa, dengan mata yang mulai terpejam.


Seperti janji Adi, setelah jam makan siang, Adi dan Lisa segera berpamitan dengan bude Sekar, untuk pulang ke kampung halaman Adi.


Dan akan tinggal di sana.


Adi dan Lisa menaiki motor metik nya, menuju kampung halaman Adi.


Diperkirakan cukup memakan waktu empat jam baru sampai di tempat.


"Mas nanti di jalan mampir dulu ya kalo ada orang jualan rujak.?"


Adi yang lagi menyetir motor metik nya merasa bingung, bukankah Lisa kurang suka dengan yang asem-asem tapi kenapa jadi mau, batin Adi.


"Kamu serius sayang mau makan rujak," ucap Adi.?


"Iya mas aku mau rujak, rasa nya aku mau ileran.!"


Sudah dua jam di perjalanan, namun Adi juga tidak menemukan orang jualan rujak.


Namun tiba-tiba, yang membuat Adi sangat terkejut, tiba-tiba Lisa menangis.


Adi segera menepikan motor metik nya di tepi jalan yang banyak pohon rindang nya.


"Sayang kamu kenapa,?" kenapa tiba-tiba jadi menangis, ucap Adi.


"Aku mau rujak mas, tapi kenapa mas Adi tidak mencarikan nya untuk ku,?" ucap Lisa, yang membuat Adi semakin menjadi bingung.


Bukan kah sedari tadi dia juga melihat, sepanjang jalan tidak ada yang jualan rujak, batin Adi.


Namun Adi tidak marah kepada Lisa.


Adi akan berucap selembut mungkin agar Lisa tidak merasa tersinggung.


Adi melanjutkan lagi jalan nya, sambil memikirkan kenapa tiba-tiba sikap Lisa berubah-ubah.


••••


Di Lain temapat


"Aku takut Radix, aku takut jika anak itu bukan anak kamu," melainkan anak Seno, ucap Rahma sambil terisak.


"Tenanglah ada aku, jangan merasa kamu selalu sendirian," ucap Radix kepada Rahma.


Mereka berdua menaiki motor yang baru beberapa hari di beli Radix, agar lebih nyaman saat mengantar Rahma cek up kerumah sakit.


Kedekatan Radix dan Rahma mulai membaik.


Radix selalu memberi perhatian exstra kepada Rahma, bahkan sampai keperluan Rahma hamil pun Radix yang menanggung semua nya.


Walaupun Radix belum mengetahui apakah anak yang di kandung Rahma, anak dia atau Seno.


Namun Radix selalu berdoa dan berharap, bahwa anak yang di kandung Rahma, adalah hasil dari perbuatan nya, bukan hasil Seno.


Setelah mereka sampai di rumah sakit.


Radix dan Rahma langsung menuju ruang dokter.


"Assalamu Alaikum," ucap Radi dan Rahma bersamaan.


"Wa Alaikum Salam," ucap Dokter yang menangani tes DNA bayi Rahma.


"Silahkan masuk bapa, ibu," ucap dokter tersebut.

__ADS_1


Setelah Radix dan Rahma sudah masuk, mereka duduk berhadapan dengan dokter.


"Langsung saja ya, pak bu," ini adalah hasil tes DNA bayi ibu, ucap dokter tersebut menyerahkan amplok yang berisi hasil tes DNA.


"Saya harap dengan hasil nya nanti kalian bisa menyimpulkan kebenarannya," ucap dokter tersebut.


Setelah Rahma dan Radix keluar dari ruang dokter tersebut.


Mereka berjalan kaki menuju taman yang bersebelahan dengan rumah sakit.


Setelah mereka sampai di taman, Radix dan Rahma duduk di bangku taman.


"Rahma, jika hasil tes DNA ini adalah aku ayah biologis bayi tersebut, maka aku harap tidak ada penolakkan untuk aku bertanggung jawab kepada kalian berdua.


Radix menjeda ucapan nya tersebut, yang membuat Rahma sedikit takut, jika Radix bukanlah ayah biologis bayi nya tersebut.


"Namun, jika bayi tersebut anak kamu bersama Seno," aku akan membantu kamu agar mendapatkan sedikit hak untuk bayi kamu.


Kenapa aku bilang sedikit, karena Seno banyak mempunyai istri, yang nanti nya akan terbagi kasih sayang kalian.


Radix begitu tegang saat mulai membuka hasil tes DNA tersebut.


Dia sangat berharap, jika hasil nya ini adalah menunjukkan bahwa dia lah ayah bayi tersebut.


Sedangkan Rahma, jangan di tanya lagi.


Muka nya sudah berubah cemas, pucat jika mengetahui siapa ayah bayi tersebut.


Radix sudah membuka hasil tes DNA tersebut, betapa terkejut nya dia, antara kaget, bahagia.


Apa yang dia harapkan ternyata menjadi kenyataan, bahwa bayi tersebut adalah anak nya bersama Rahma.


Seratus persen hasil dia dan Rahma, tanpa ada benih-benih dari Seno.


Namun niat jahil Radix, untuk memberi kejutan kepada Rahma muncul di benak nya.


Radik akan meng freng Rahma, mengatakan bahwa bayi tersebut adalah anak dari Seno bukan dari Radix.


"Rahma hasil nya."


Ucap Radix yang membuat Rahma menangis bahwa mengira bayi nya tersebut adalah hasil dari dia bersama Seno.


"Aku tahu Radix, pasti hasil nya mengatakan bahwa bayi yang aku kandung sekarang adalah hasil aku bersama Seno."


Rahma menangis sambil terisak, yang membuat Radix mengurungkan niat nya untuk mengerjai Rahma.


Radix takut, jika Rahma merasa tertekan nanti nya akan berakibat fatal kepada kandungan nya.


Radix segera memeluk Rahma, yang sedang menangis histeris.


Agar membuat calon ibu itu menjadi tenang.


"Sudah jangan menangis lagi, aku kan belum selesai bicara," ucap Radix.


Rahma menengok ke arah Radix, yang membuat Rahma merasa bingung kenapa Radix tiba-tiba tersenyum.


"Apakah kamu siap kita sama-sama membesarkan bayi ini.?"


"Maksud kamu apa," ucap Rahma.?


"Coba kamu baca dan lihat dengan teliti, siapa ayah dari bayi ini," ucap Radix.


Saat Rahma membaca hasil tes DNA tersebut, Rahma langsung memeluk erat Radix sambil kembali menangis.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Comen ya gaes, agar aku lebih semangat lagi 😉😉🙏🙏🙏


__ADS_2