Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Cerita Dari Bella


__ADS_3

Seminggu setelah pertemuan dengan Bella dan tuan Kavindra.


Adi tidak menerima lagi jasa apapun dari Bella, dan itu membuat Adi sedikit bingung.


Adi menghubungi phonsel Bella namun panggilan selalu di luar jangkauan.


Lisa yang bingung dengan sikap Adi sedikit penasaran, apa yang sedang Adi pikirkan.


Karena Adi tidak pernah bercerita, bahwa kakek Lisa masih hidup dan di rawat oleh seorang perempuan yang Adi kenal.


Sedangkan Lisa, sudah tiga hari dia pulang ke kossan nya.


Karena tidak enak serumah dengan laki-laki yang belum muhrim nya, dan Aya juga sudah sehat dan di nyatakan oleh dokter sembuh total.


Lisa yang sudah sangat penasaran tidak bisa lagi untuk menahan untuk bertanya.


"Mas Adi kenapa, Aku lihat seperti sedang memikirkan sesuatu.?"


Sebenarnya Adi tidak ingin menceritakan, masalah ini kepada Lisa.


Tetapi jika terus di sembunyikan takutnya akan menjadi salah paham nantinya.


Adi menceritakan semua nya, dari awal pertemuan nya dengan Bella, dan mengetahui bahwa Bella bekerja di kediaman Kavindra, dan sampai sekarang Bella juga di hubungi selalu tidak aktif.


"Berarti kakek ku masih hidup mas.?"


"Iya kemungkinan seperti itu, sebenarnya mas ingin mencari tahu masalah ini dengan Bella," tetapi Bella seperti menghilang seperti ini.


"Apa kita harus mencari Bella mas, sampai ketemu.?"


"Urusan Bella biar nanti mas yang urus, sebaiknya kamu tetap fokus dengan kesehatan Aya."


"Aya sudah sehat mas, sudah sembuh juga."


Sebenarnya Lisa tidak ingin jika Adi berurusan dengan perempuan, di dengar nama nya saja Bella, pasti perempuan itu sangat cantik.


Lisa sudah dalam mode cemburu, dan Adi tidak menyadari itu.


"Yasudahlah kalo begitu aku pulang saja," ucap Lisa dengan nada ketus.


Sedangkan Adi masih tidak menyadari dengan perubahan nya sikap Lisa.


Dan Adi membiarkan saja, seperti seseorang tidak bersalah.


Setelah Lisa pulang, Adi segera pergi dari rumah karena ada panggilan dari pelanggannya.


Adi membelikan banyak menu makanan seperti orang yang sedang sakit.


Dan ternyata benar, pesanan itu ternyata di antar ke rumah sakit terbesar di kota itu.


Setelah Adi sampai di tempat, Adi segera menghubungi seseorang yang sudah memesan makanan dengan jasa Adi.


"Hallo mas Adi ya," terdengar suara perempuan di seberang telepon.


"Iya ini saya Adi, ingin mengantarkan pesanan yang mbak pesan," jawab Adi.


"Antar saja mas di ruangan vvip yang ada di lantai xx ya mas," jawab si penelpon.


Setelah Adi sampai di ruangan tersebut, dan Adi langsung segera mengetok kamar tersebut.


Tok tok tok...


Ceklekkkkkk...


Dan Keluarlah seseorang yang sudah seminggu ini Adi cari.

__ADS_1


Dan ternyata seseorang itu adalah Bella, pelanggan yang memesan seperti makanan orang yang sedang sakit.


"Bella."


Adi terkejut ternyata pelanggan nya tersebut adalah sosok yang Adi cari.


"Hei mas Adi, kok kaget seperti itu melihat Bella, kenapa mas," ucap Bella.


"Ehhh ti-tidak apa-apa aku kaget saja, kenapa kamu ada di sini," jawab Adi.


"Itu mas majikan ku sakit, makanya aku harus menjaga nya di sini."


Saat Bella ingin segera masuk, Adi memanggil kembali nama Bella.


"Bella."


Bella yang di panggil, hati nya merasa sangat senang.


Karena mas ojek online yang selama ini bella kagumi, ternyata dengan mudahnya bisa Bella dapatkan.


"Iya mas, ada apa nya," tanya Bella.


"Apa aku boleh melihat majikan kamu sebentar saja.?'


Bella merasa bingung, kenapa tiba-tiba Adi ingin melihat majikannya.


Tetapi Bella tidak menaruh curiga sedikitpun, dan langsung menyetujui permintaan Adi .


Saat Adi masuk kedalam ruangan yang pertma kali Adi lihat adalah, seorang laki-laki tua yang mungkin sudah berusia sekitar delapan puluh


tahun.



Badan kurus, kulit sangat keriput, muka pucat dan tirus.


"Beliau mengalami penyakit konflikasi mas, dan sudah memasuki masa terparah nya."


"Maksud kamu, masa terparah apa Bella.?"


"Kemaren tuan Dirgantara, juga pernah di rawat di rumah sakit mas,


Tetapi penyakitnya tidak separah ini," jawab Bella.


"Memangnya kemana anak, istri beliau Bella, kenapa di saat seperti ini mereka semua malah tidak ada.?"


Adi sengaja mengorek cerita masalah keluarga Dirgantara, mungkin jika seperti ini, Bella akan semakin mudah menceritakan semua yang dia ketahui.


"Kalo istri tuan Dirgantara sudah lama meninggal mas, nyonya Lusia. kalo anak beliau yang saya tau hanya tuan Kavindra saja."


"Memangnya tuan Dirgantara memiliki anak ada berapa.?"


"Saya kurang tahu mas, yang saya tahu dari tuan Kavindra, tuan Candra meninggalkan keluarga nya hanya demi perempuan miskin."


Adi sangat yakin, di balik semua ini pasti rencana tuan Kavindra.


"Terus apakah tuan Dirgantara tidak ingin bertemu dengan anak atau cucu beliau.?"


"Saya tidak tahu mas, karena tugas saya di sini hanya menjaga beliau saja, selebihnya itu semua harus perintah dari tuan Kavindra."


"Owhh seperti itu, baiklah saya pamit dulu ya, jika ada apa-apa segera saja hubungi saya."


Bella semakin yakin, jika Adi juga mempunyai perasaan yang sama.


Bella sudah bertekat agar bisa mendapatkan hati Adi, bagaimanapun cara nya.

__ADS_1


"Benarkah mas, kapanpun aku perlu mas Adi selalu bisa,?" tanya Bella dengan hati yang berbunga-bunga.


"Iya tentu saja, baiklah aku pamit dulu."


Adi segera keluar dari ruang rawat tuan Dirgantara.


Adi sudah dapat memastikan bahwa kakek Lisa ternyata masih hidup.


Adi harus mempunyai cara, agar bisa membawa Lisa masuk ke dalam untuk bertemu dengan kakek nya.


β€’β€’β€’β€’


Saat Adi mengendarai motor metik nya, untuk melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda, akibat mendengar cerita dari Bella.


Tiba-tiba ada seseorang perempuan yang sedang hamil, melambaikan tangan nya agar motor metik Adi segera berhenti.


Saat motor metik Adi sudah berhenti, tepat di depan perempuan hamil tadi.


Betapa terkejutnya Adi, melihat wanita hamil tadi adalah Rahma.


"Rahma," ucap Adi.


"Ma-mas Adi, jawab Rahma dengan nada yang sedikit gugup."


Adi melihat keadaan Rahma sekarang, sangat berbeda dengan Rahma yang terakhir kali dia lihat.


Tubuhnya yang kurus, rambut seperti tidak terawat lagi, dan muka nya tanpa polesan mak up.


"Kamu ngapain Rahma ada di sini, memang nya mau kemana.?"


"Aku mau mencari pekerjaan mas," jawab Rahma sambil menundukkan kepala nya.


"Bukankah terakhir kali aku dengar kamu menikah dengan Lukman, sekarang dia kemana kenapa dia tidak bertanggung jawab dengan istri nya yang sedang hamil.?"


Rahma tidak dapat lagi menjawab semua pertanyaan dari Adi, air mata nya semakin deras turun ke pipi yang sekarang sedikit tirus.


Adi tidak ingin terlalu lama berada di dekat Rahma, jika Lisa melihat dia seperti ini, yang ada akan menjadi semakin salah paham, batin Adi.


"Yasudah kamu sekarang mau kemana biar aku antar, aku masih banyak pekerjaan," ucap Adi.


Walau bagaimana pun, Adi tidak tega melihat keadaan Rahma sekarang seperti banyak menyimpan beban pikiran.


Tetapi Adi juga tidak ingin menjadi tempat curhat Rahma, yang ada masalah akan semakin rumit.


Saat di perjalanan tidak ada yang saling membuka suara.


Setelah memakan waktu di perjalanan sekitar lima belas menit, Adi sampai mengantar Rahma ke tempat tujuan.


Rahma ingin membayar jasa Adi, yang sudah mengantarkan nya ke tempat tujuan.


"Ini mas uang nya," kata Rahma.


"Simpan saja, untuk keperluan kamu yang lain nya, aku iklas membantu kamu," jawab Adi.


Rahma menangis di depan Adi, lelaki yang dulu hampir menjadi suami nya, pernah dia hina, dan dia kecewakan, ternyata masih bisa kasihan dengan nya.


"Hiks hiks hiks maapkan aku mas Adi, aku banyak salah kepada mu, aku sudah menyia-nyiakan mu," ucap Rahma.


"Sudahlah, aku tidak ingin mengingat yang sudah terjadi, biarlah menjadi pelajaran antara kita, agar kedepan nya lebih baik lagi," jawab Adi.


"Terimakasih mas sudah mau membantu ku," ucap Rahma.


"Sama-sama, aku permisi dulu," jawab Adi dan langsung melajukan motor metiknya.


Haii gaes aku up lagi ya, semoga kalian suka dengan cerita ku ya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Jika masih ada kesalahan dalam tulisan atau kata-kata dalam cerita, tolong kasih komentar ya, biar aku bisa meperbaiki nya lagi β˜ΊοΈπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2