
Anton membawa Naura ke sebuah apartemen milik nya, yang terletak sangat jauh dari ibu kota.
Karena Anton tidak ingin kalo rencana nya akan gagal untuk mencicipi tu**h indah milik Naura.
Anton adalah seorang laki-laki yang berusia 53 tahun.
Memiliki tubuh pendek, dan perut buncit.
Seorang pengusaha pertambangan, dan memiliki dua istri dan tiga anak.
Anton tidak pernah merasa puas dengan yang nama nya satu atau dua wanita.
Bahkan Anton suka jajan di luaran dengan para wanita-wanita bayaran.
"Om kita dimana dan ini rumah siapa om,?" ucap Naura.
"Ini adalah apartemen milik om, dan kita akan bersenang-senang malam ini," ucap Anton dengan mengedipkan sebelah mata nya.
Naura bergidik ngeri saat Anton mengedipkan mata nya.
Sebenarnya Naura merasa sangat takut, dia salah besar memilih pekerjaan ini.
Anton mengajak Naura memasuki sebuah ruangan, yang Naura tidak tahu itu ruangan apa.?
Setelah Naura dan Anton masuk ke dalam ruangan tersebut, Naura baru menyadari ternyata ini adalah sebuah kamar mewah dan di taburi banyak bunga-bunga di atas kasur.
"Kamu bersiap-siap lah, jangan bikin saya kecewa,!" ucap Anton dengan nada genit yang meniup daun telinga Naura.
Anton memberikan sebuah gaun malam yang harus di kenakan Naura.
Saat Naura berada di dalam kamar mandi, Naura merasa ketakuttan, tubuhnya gemetar dan terasa lemas saat melihat gaun malam yang sangat terbuka.
Bahkan bra dan kain segitiga itu berbentuk transparan.
'Sial si tua bangka itu, jika tidak perlu uang mana gue mau,' mahkota yang selama ini gue jaga akan berakhir sia-sia, batin Naura menatap sedih diri nya di depan kaca besar.
Naura menelepon teman nya, dan ingin minta tolong untuk membatalkan pekerjaan ini.
Setelah beberapa menit, akhir nya telepon tersambung.
"Ya hallo ada apa,?" ganggu gue saja, ucap Ayu yang juga sedang melayani om-om nya.
"Gila lo ya gue kira kemana,?" jawab Naura.
"Apaan sih lo ganggu tau, ada apa.?"
"Gue takut Yu, gue tidak mau nyerahin mahkota gue ke tua bangka itu," ucap Naura.
"Lo g**a ya, apa lo mau ma*i," perjanjian sudah terjadi lo baru bicara menyesal, om Anton itu akan marah besar jika loe tidak nurutin kemauan dia.
"Gue takut Yu, gue mau pulang saja."
Tut tut tut tut
__ADS_1
Sambungan telepon Naura terputus, karena Ayu di seberang sana bosan mendengar ocehan yang tidak berguna dari Naura.
"Cantik ko lama sih,?" ucap Anton yang mulai tidak sabaran.
"I-iya om sebentar," jawab Naura.
"Cantik itu nya di bersihin yang benar ya biar wangi,!" karena aku suka yang wangi-wangi.
Naura bergidik ngeri, ketakuttan nya semakin memuncak, di saat Anton berucap yang sensitif.
Setelah beberapa menit akhirnya Naura keluar dengan menggunakam gaur tidur yang super s***i.
Anton menatap Naura seperti seorang yang kelaparan.
Anton menuntun Naura menuju kasur yang sudah di hias seperti malam pertama, namun setatus mereka saja yang masih belum halal.
Badan Naura semakin gemetar, keringat dingin mulai bercucuran, saat Anton mulai meraba di bagian sensitif Naura.
"Om," ucap Naura sambil menyingkirkan tangan Anton yang mulai mencolek-colek benda yang ada di dalam kain segitiga yang transparan itu.
"Diam dan rasakan saja cantik,!" ucap Anton.
"A-aku takut om," jawab Naura yang mulai tidak karuan karena tangan Anton sudah masuk dan terus memaju mundurkan jari-jari nya ke dalam goa milik Naura.
"Rileks cantik, nikmati,!" aku tahu ini yang pertama buat kamu, jadi kamu harus menikmati sensasi yang aku berikan.
Kini Anton mulai menghisap biji kecil yang ada di bagian sensitif Naura.
Sedangkan Naura sudah merasa tidak karuan, pikiran mau menolak namun hati menerima.
Hingga tanpa Naura sadari kini dia dan Anton sudah sama-sama tanpa busana dan sehelai benang.
Anton memandang dengan takjub melihat keindahan tubuh berisi milik Naura.
Perlahan Anton kembali membuat sensasi agar Naura merasa lebih tenang dan sedikit rileks.
Sampai akhirnya tidak ada perlawanan lagi dari Naura, mungkin juga Naura sudah tidak tahan lagi.
Anton menyentuh milik Naura yang ternyata sudah sangat basah.
Perlahan Anton mulai memasukkan milik nya ke milik Naura.
Anton menggesek-gesekkan miliknya ke milik Naura, perlahan tapi pasti milik Anton sudah separo masuk, yang membuat Naura mencengkram kuat seprai kasur itu, air mata Naura menetes tanpa berhenti, hati Naura hancur berkeping-keping.
"Sakit om," rintih Naura, namun Anton tidak menghiraukan, dia masih asik dengan tugas nya yang maju mundur cantik ðŸ¤ðŸ¤ perut buncit Anton bergerak-gerak, suara-suara kulit Anton dan Naura bersentuhan sangat tenrdengar kencang.
Hingga menetes warna kemerahan yang di perkirakan itu adalah da**h ke perawanan Naura sudah pecah.
Anton semakin lihay menggigit pu***g bukit kembar Naura dengan keras dan me*****p seperti bayi yang sedang kehausan.
Hingga permainan panas mereka sampai berjam-jam lama nya, namun Anton belum menyudahi.
__ADS_1
Anton sangat menikmati permainan ini, karena Anton sebelum nya tidak pernah merasakan yang nama nya gadis pe****n.
Anton berjanji tidak akan melepaskan Naura kepada laki-laki lain, hanya dialah yang boleh memiliki Naura seutuh nya.
Di lain tempat.
Seorang perempuan dengan dua orang laki-laki sangat menikmati permainan panas mereka.
Laki-laki tersebut adalah rekan bisnis nya ayah nya Melinda.
Ya yang sedang bermain panas adalah Melinda kekasih dari Arden.
Melinda sangat menikmati permainan nya, bahkan Melinda berani dua lawan satu sekaligus.
Hanphone Melinda senghaja dia matikan, karena Melinda tidak ingin ada yang mengganggu nya termasuk Arden sang kekasih.
Permainan panas itu berdurasi sangat lama, sehingga tanpa Melinda sadari dia sudah bermain sangat lama dua hari dua malam, berhenti ketika mereka merasa lapar dan bermain lagi sampai puas.
Di lain tempat.
Arden masuk ke sebuah toko kue milik ibu sambung nya.
Perbedaan umur Arden dengan Bella tidaklah jauh, hanya beda tiga tahun tua Bella daripada Arden.
"Siang mom," ucap Arden.
"Siang juga boy," sini duduk,! ucap mom Bella.
Saat mata Arden dan mata Aya bertemu, mereka berdua sama-sama terkejut.
"Kamu?????????," ucap Arden dengan Aya bersamaan.
"Apakah kalian saling mengenal,?" ucap mom Bella.
"Iya mom, dia adalah siswi ku di kampus," jawab Arden.
"Wah bagus dong, dia adalah karyawan baru mom di sini," kue-kue buattan dia yang mom bilang enak.
"Wah benarkah mom,?" ucap Arden.
"Iya lah, rasa lidah mom tidak bisa di bohongi," kamu harus mencoba nya.
"Terimakasih mom, nanti akan aku coba mom," Kia mana mom.?
"Kia lagi pup dan di bantu sama karyawan mom yang lain nya."
"Yasudah aku tunggu mom."
"Tumben kamu tidak sama Melinda.?"
"Entahlah mom, aku juga bingung beberapa hari ini telepon nya tidak bisa aku hubungi," bahkan aku temui ke rumah orang tua nya mereka juga tidak mengetahui nya.
Aya yang tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka berdua berpamittan ke belakang dengan alasan ada kue yang belum dia selesaikan.
__ADS_1