Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Penyesalan


__ADS_3

"Akkkkkkkkkkkhhhhhhh siapa kamu, kenapa ada di sini,?" teriak Sinta saat mengetahui ada seseorang laki-laki yang sangat dia benci berada di dekatnya.


Sedangkan Agus hanya tersenyum saat melihat raut wajah Sinta yang lagi marah, menurutnya itu sangat menggemaskan dan tongkat panjang nya kembali mengeras lagi dan itu terlihat jelas oleh Sinta.


Karena saat ini mereka masih dalam keadaan sama-sama polos, dan hanya terlindung selimut tipis.


"Coba kamu ingat lagi, sedang apa aku di sini.?"


Saat Sinta mulai mengingat-ingat kejadian malam tadi, dan betapa malu nya diri nya, saat memuja-muja keperkasaan lawan jenis nya, dan Sinta pun tak henti-henti nya meminta mempercepat ritme nya berteriak dan men**sah keenakan.


"Tapi bukankah malam tadi aku bersama mas Hendri, terus kenapa tiba-tiba pagi ini aku sudah bersama kamu,?" apa jangan-jangan malam tadi aku memang bersama mas Hendri, tapi pagi tadi kalian bertukar tempat agar tidak ada yang mengetahui, bahwa yang menyentuh aku malam tadi itu mas Hendri.


"Omong kosong apa itu, mana ada Hendri yang melakukan itu semua,?" nyata-nyata nya malam tadi yang nersama kamu itu aku, bukan Hendri.


"Apa bukti nya.?"


Agus membuka sebuah minyak wangi yang berada di dalam jaket nya.


Setelah minyak wangi tersebut sudah di temukan, Agus menyemprot kan ke seluruh tubuh nya, dan semua itu dapat tercium nyata oleh Sinta.


Sinta sangat terkejut dugaannya ternyata salah besar, ternyata dia terjebak dalam permainan dia sendiri.


Apalagi Sinta dapat mengingat berkali-kali dia meminta bahwa air kenikmatan itu keluarkan di dalam inti nya saja, dan tanpa terpakas lawan jenis yang dia kira itu adalah Hendri, mengiyakan saja.

__ADS_1


"Kenapa kamu jahat sama aku Agus, kenapa,?" sudah berapa kali aku bilang aku tidak suka dengan kamu, kenapa kamu tetap nekat, bagaimama nanti nya aku hamil.


Apalagi saat ini aku sedang dalam masa subur, hiks hiks hiks.


Sinta menangis dan menyesalai perbuatan nya yang salah orang.


Yang dia harapkan adalah bersama Hendri, namun ternyata tawaran nya mengajak ber**nta itu adalah akal-akalan Hendri saja, dan itu di gunakannya untuk membuat Agus dan diri nya untuk bersatu.


"Sudahlah jangan menangis lagi, kamu sendiri kan yang minta agar aku lepaskan air nya di dalam, dan bisa jadi kemungkinan di dalam sana sudah jelas benih-benih ku sudah berfroses,!"


"Tapi aku pikir itu mas Hendri, bukan dengan kamu.!"


"Apa yang kamu lihat dari Hendri, ingat Sinta dia itu sudah beristri,!" apa kamu tega merusak rumah tangga nya dan hancur berantakan demi ambisi dan nafsu mu.?


"Tapi aku mencintai mas Hendri, hanya dia sosok yang aku inginkan setelah perpisahan ku dengan mas Igun."


"Aku mencintai nya mas Agung, apakah salah jika aku meinginkan diri nya,?" dan aku pun rela jika menjadi yang ke dua.


"Apa kamu bodoh.?"


Agus tidak habis pikir dengan cara berpikir Sinta, karena ambisi nya membuat dia akan gelap mata, dan akan merugikan banyak orang termasuk rumah tangga Aya dan Hendri.


"Iya aku bodoh kenapa,?" apakah aku salah jika meinginkan mas Hendri menjadi milikku.?

__ADS_1


Agus meremas rambutnya prustasi, bingung dengan cara berpikir Sinta.


"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Aya,?" bagaimana terluka nya saat miliknya di rebut dari perempuan lain, apakah kamu lupa, bahwa kamu juga pernah merasakan hal seperti itu.?


Degggggggggg


Sinta tidak memikirkan hal semacam itu.


Benar kata Agus, dia juga pernah merasakan hal sesakit itu, saat mengandung anak nya.


Suami yang dia cintai dan berharap rumah tangga nya akan bahagia selamanya, ternyata salah.


Dia malah berselingkuh dengan perempuan lain, yang sangat dia kenal.


"Kita boleh menyukai laki-laki lain, bahkan itu sekalipun adalah suami orang, tapi itu harus kita simpan dalam-dalam,!" apa kamu siap jika suatu saat nanti karma itu datang dan merebut kebahagiaan kamu lagi.?


"Kamu mendoa kan ku.?"


"Bukan aku mendoa kan mu, tapi setidaknya kamu harus sadar,!" tatap mata ku Sinta, apakah tidak ada sedikitpun rasa di hati mu terhadap aku.?


Apa kekurangan aku Sinta, sehingga kamu tidak pernah melirik aku sedikit pun.


Apakah aku hanya seorang buruh pabrik saja, sehingga kamu tidak pernah suka kepada ku.?

__ADS_1


Air mata Sinta kembali menetes, melihat ketulusan yang ada pada diri Agus.


Apakah Sinta egois, sehingga tidak bisa mencoba untuk membuka mata dan perasaannya kepada Agus sedikit saja, apa lagi bisa di pastikan Sinta akan hamil anak dari Agus.


__ADS_2