
Di lain tempat, sudah sebulan lebih seorang perempuan yang dulu nya sangat cantik dan banyak di puja-puji oleh banyak orang.
Hidup dengan kekayaan yang dia punya.
Sekarang hidup dengan kesusahan dan di hantui perasaan bersalah dan ketakutan orang-orang akan menemukan nya.
Dia adalah Larasati istri dari Kavindra.
Seorang model ternama dan terkenal seluruh dunia.
Yang sekarang menjadi seorang buronan polisi, atas kasus tindakkan pembunuhan pengusaha terkenal yaitu Dirgantara.
Mertua nya sendiri, karena keserakahan nya yang ingin menguasai harta dan semua aset kekayaan yang beharga dimiliki Dirgantara.
Kini Larasati tinggal di sebuah dusun yang sangat terpencil, yang sangat jarang di temui oleh orang banyak.
Keadaan Larasati sangat memperihatinkan, lusuh, kucel, kumal, bahkan diri nya bisa di bilang sangat kekurangan gizi baik.
Karena Larasati saat ingin melarikan diri, dengan membawa banyak surat-surat beharga, dan sejumlah perhiasan dan uang tunai.
Ternyata anak buah Dirgantara bergerak sangat cepat atas perintah dari Doni, sang asisten Dirgantara.
Yang kini mengendalikan semua aset-aset beharga yang di miliki Dirgantara.
'Apes banget hidup gue,' mau kemana-mana harus ngumpet dulu.
'Awas saja kamu Doni,' akan gue balas semua nya dan akan gue rebut kembali semua harta yang dulu nya gue punya.
Kini Larasati hidup hanya sebatang kara.
Mencari kayu bakar sehari-hari di dalam hutan, dan akan di jual kepasar untuk makan sehari-hari.
Bahkan pernah jika kayu bakar tersebut tidak laris terjual, Larasati tidak akan bisa untuk makan malam.
Namun Larasati tidak pernah mau menyadari kesalahan nya.
Ke egoisan nya terlalu tinggi, tanpa iya sadari akan meruntuhkan hidup nya sendiri.
Di Kantor Polisi.
Bisa di bilang, keadaan Kavindra dan juga Arden, sangat tidak baik-baik saja.
Tubuh yang dulu nya kekar dan sisfex sekarang hanya kurus dan seperti hilang arah dan tujuan.
Yang dulu nya banyak memiliki tema-teman, sekarang bisa di bilang tidak ada satu pun yang perduli lagi.
Kuliah yang berantakan, putus dengan pacar yang dulu sangat dia sayang.
Kini hanya penyesalan yang dapat Arden terima.
Berbeda dengan Arden, Kavindra justru semangat untuk hidup.
Setelah mendengar harta Dirgantara di bagi menjadi dua, berarti dia masih ada sedikit harapan untuk tetap bertahan.
__ADS_1
Karena Kavindra tidak benar-benar menjadi miskin.
Kini Kavindra menjalani masa tahanan nya dengan iklas, dan berjanji akan meminta maap jika bertemu kembali dengan Lisa.
••••
Setelah menginap satu malam di rumah sakit.
Adi memesan taxi untuk mengantar mereka ke kampung halaman.
Adi tidak ingin mengambil resiko, karena harus memaksakan perjalanan jauh hanya menaiki motor metik nya.
Adi meminta pertolongan kepada kurir agar bisa mengantarkan motor metik nya terlebih dahulu ke kampung halaman..
Dua jam lama nya di perjalanan, akhir nya Adi dan Lisa sampai di kampung halaman.
Ibu Adi sangat senang menyambut anak dan menantu nya datang.
Tidak lupa bersyukur karena di beri kabar gembira.
Sebentar lagi akan mempunyai cucu dan akan menjadi nenek.
Ibu Adi memasak makanan dengan banyak, walaupun dengan menu seada nya.
Pagi-pagi ibu Adi berangkat kepasar dengan di temani Aya.
Lisa merasa sangat nyaman ternyata kampung halaman Adi begitu tenang dan damai.
Adi datang dan memeluk Lisa dari belakang.
"Iya mas aku sangat senang, ternyata kampung mu tak kalah indah nya dengan kampung halaman ku," ucap Lisa.
"Kamu masih merasa mual sayang, atau ada yang kamu inginkan,?" ucap Adi.
"Kalo banyak makan, aku akan merasa mual mas, dan kepala ku terkadang masih merasa pusing," ucap Lisa.
"Kamu harus banyak istirahat sayang, kata dokter kehamilan yang baru mudah rentan.!"
"Iya mas," ucap Lisa.
Malam pun tiba, Adi pergi ke musholla yang tidak jauh dari rumah nya.
Para bapak-bapak tersebut kaget saat melihat Adi berada di kampung ini.
Tidak hanya para bapak-bapak saja.
Perempuan yang juga ikut sholat berjamaah, juga kaget saat melihat Adi sekarang.
Adi sekarang sangat berbeda dengan Adi yang dulu.
Dulu Adi kurus dan tidak terawat.
Setelah pergi ke kota, perubahan Adi sangat jauh berbeda, apa lagi sekarang setelah menikah, tubuh Adi kekar dan berotot.
__ADS_1
Para gadis-gadis desa tercengang saat melihat Adi, mereka berlomba-lomba setelah sholat isa akan meminta nomr WhatsApp.
Tidak dengan Annisa, perempuan cantik, berkulit hitam manis yang berumur 21 tahun itu, mulai dulu menyimpan perasaan kepada Adi, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan, karena saat itu Adi memilih Rahma.
'Mas Adi, kamu sekarang sangat berubah, aku akan merebut hati kamu lagi mas," batin Annisa.
Setelah sholat isa, Adi bersama para bapak-bapak menuju jalan untuk pulang.
Tiba-tiba di tengah jalan para gadis-gadis kampung berombongan menghampiri Adi bersama bapak-bapak tersebut.
"Mas Adi- mas Adi, masih ingat tidak sama kami,?" ucap para gadis-gadis tersebut.
Dulu waktu Adi masih berada di kampung, para gadis-gadis tersebut masih pada kecil-kecil, hitam dan dekil.
Karena sehari-hari nya ikut bersama orang tua mereka ke sawah atau ke kebun.
Sekarang sudah perubahan jaman, sudah besar, kulit dan muka mereka semakin putih kinclong, karena mereka pasti perawatan dan memakain skincare.
"Maap aku lupa," ucap Adi.
"Yahhh mas Adi masa lupa sih," ucap mereka yang merasa kesal, karena respon Adi tidak sesuai apa yang mereka pikirkan.
Para bapak-bapak hanya tertawa saja, melihat para gadis-gadis tersebut yang kesal dengan jawaban Adi.
Tidak lama setelah itu Annisa datang yang juga menyapa Adi.
"Assalamu Alaikum mas Adi," ucap Annisa dengan suara yang di buat selembut mungkin.
"Wa Alaikum Salam," ucap Adi, yang masih terdengar datar, padat , dan jelas.
"Mas Adi tidak mungkin lupa kan dengan aku," ucap Annisa kepada Adi.
"Iya aku tidak lupa," ucap Adi yang masih dengan jawaban datar nya.
Adi sangat males meladeni para gadis-gadis tersebut, apa lagi dengan Annisa.
Adi tahu betul seperti apa watak dan sikap Annisa tersebut.
Tidak lama setelah itu, datanglah seorang perempuan cantik yang sedang menggendong anak kecil, siapa lagi kalo bukan Nury.
Lukman memutuskan untuk tinggal beberapa minggu di kampung halaman nya, di karenakan ayah Lukman sedang sakit.
"Mas Adi," ucap Nury dengan suara manja.
Nury tahu, gadis-gadis tersebut ingin belajar menjadi pelakor.
Awalnya Nury bersama anak nya ingin pergi ke rumah Adi.
Namun tidak senghaja Nury melihat Adi yang sedang di serbu para gadis-gadis desa tersebut.
"Ehh Nury, ngapain kamu malam-malam keluar rumah," Lukman mana lagi, ucap Adi sambil mengusap lembut kepala Nury.
Ayo gaes Nury mulai beraksi, membasmi para calon-calon pelakor 🤭🤭🤭
__ADS_1
Hai gaes maap ya baru up, kemaren itu aku lg ada masalah sedikit, dan juga kurang enak badan.
jadi telambat up nya 😊🙏🙏🙏