Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Hamil


__ADS_3

Setelah cukup lama bertemu dengan Anton


Aya dan Hendri memutuskan untuk pulang ke rumah, karena waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, yang artinya sebentar lagi mau memasuki sholat Magrib.


"Bagaimana? apakah sudah sedikit tenang setelah mengetahui keadaan Naura?"


"Iya mas, Alhamdulillah."


"Yasudah mas bersih-bersih dulu, kamu istirahat saja dulu!"


"Iya mas"


Setelah 5 menit Hendri membersihkan tubuh nya, Hendri keluar dari kamar mandi dalam keadaan sangat segar.


Namun Hendri melihat ke arah ranjang, ternyata Aya masih tertidur pulas.


"Sayang bangun dulu yuk! sebentar lagi sholat mahrib loh!"


"Aku capek banget mas, mau nya tiduran saja!"


"Loh tidak boleh seperti itu sayang! ayo cepat bersih-bersih setelah itu kita Sholat Magrib!"


Dengan rasa males, Aya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang juga terasa sangat lengket.


Setelah selesai membersihkan tubuh, Azan Magrib berkumandang di musholla terdekat rumah Hendri.


Hendri berpamitan kepada Aya, untuk sholat Magrib ke musholla berjamaah.


Sedangkan Aya Sholat Magrib di rumah saja, yang berada di dalam kamar nya.


Setelah sholat Magrib, Aya kembali merebahkan tubuh nya di kasur yang sangat empuk itu.


Tidak lama setelah itu, Aya terlelap kembali le alam mimpi nya.


Aya tidak mengetahui bahwa Hendri sudah pulang ke rumah nya.


"Ya Allah sayang, kenapa kamu tidur lagi.?"


Hendri merasa bingung, karena Aya bukan tife perempuan yang suka bermalas-malasan.


Namun entah kenapa Aya sekarang lebih suka bermalas-malasan dan menghabiskan waktu nya di atas kasur saja.


Sedangkan toko kue, Aya jarang sekali pergi ke sana! hanya saja Verra yang selalu menghandle semua pekerjaan yang ada di sana.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa? tidak enak badan kah?"


Emmmmmmmmh, Aya menggeliatkan tubuh nya yang terasa lemas dan mata nya terasa masih sangat mengantuk.


"Sayang," panggil Hendri lagi.


"Aku mengantuk sekali mas, aku mau tidur saja."


"Kamu sakit sayang? kamu tidak biasa nya seperti ini?"


"Entahlah mas, badan ku terasa lemas sekali dan aku mudah sekali lelah!"


Hendri semakin bingung dengan sakit yang di rasakan oleh istri nya, namun rasa penasaran itu semakin besar.


Hendri membuka handphone nya dan menelepon seseorang yang lebih mengetahui sakit yang di alami Aya sekarang ini.


"Assalamu Alaikum," ucap Hendri.


"Wa Alaikum Salam," iya ada apa bro?"


"Begini loh, kamu kan sudah mempunyai istri? nah istri kamu pernah tidak, kalo di bilang sakit sih tidak, tapi bawaannya lemas dan pengen tiduran terus?"


"Sebentar ya bro! aku tanya istri ku dulu!"


Setelah menunggu sekitar 2 menit, akhirnya si penelepon berbicara kembali kepada Hendri.


"Iya masih, bagaimana katanya?"


"Kata istri aku sih, kamu bawa saja tuh bini loe ke puskesmas atau kelinik terdekat! bisa saja bini loe lagi gejala hamil!"


"Hamilllllll?????"


"Iya bro, gih sana loe cepat-cepat bawa!"


"Terimakasih ya Dam"


"Sama-sama"


Adam adalah anak buah Hendri, yang bekerja di bengkel motor milik Hendri.


Adam sudah memiliki istri dan 2 orang anak.


Namun jika di luar pekerjaan, mereka semua termasuk Adam, menganggap Hendri sebagai teman bukan bos mereka.

__ADS_1


"Yang, sayang, ayo bangun! kamu aku ajak ke bidan ya?"


"Ngapain mas ke bidan? aku hanya kelelahan saja!"


"Sudah yang jangan banyak perotes! ayo cepat!"


Mau tidak mau Aya bangun dengan malas nya mengambil jaket nerbahan rajut karena cuaca angin di luar sana sangat dingin.


Dengan menaiki motor metik nya, Hendri dan Aya pergi untuk menuju bidan terdekat.


Jika dari rumah Hendri ke kelinik lumayan jauh, dan kasihan juga sudah malam mungkin keadaan Aya nanti nya semakin memburuk.


***


Setelah sampai di rumah sakit terdekat Arden memanggil perawat yang sedang kena sihft.


"Sus, suster tolong istri saya!"


Suster tersebut membawa ranjang dorong dan membaringkan tubuh Falisha di atas ranjang tersebut.


Setelah sampai di IGD, Falisha di periksa oleh dokter dan para perawat yang sedang kena jam shift nya.


Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya perawat tersebut memanggil Arden dan meminta untuk segera menemui dokter yang sedang menunggu.


"Siang dok," ucap Arden


"Siang juga pak Arden, silahkan duduk!"


"Bagaimana istri saya dok? dia sakit apa?"


Dokter tersebut tersenyum memandang Arden, yang terlihat sangat khuatir dengan keadaan istri nya.


"Istri anda tidak sedang sakit pak Arden!"


"Terus jika tidak sakit, kenapa muka nya sangat pucat sekali dan tiba-tiba pingsan dok?"


"Selamat pak Arden, istri anda sedang mengandung, dan kemungkinan usia kehamilannya sudah memasuki 2 minggu."


Mendengar ucapan dari sang Dokter, tiba-tiba Arden mengucapkan kata syukur dan meneteskan air mata nya.


Pertanda doa-doa Arden selama ini telah di kabulkan oleh Allah, apa yang selama ini telah Arden dan Falisha tunggu-tunggu akan segera hadir.


"Terimakasih dokter!"

__ADS_1


"Sama-sama, silahkan bisa di lihat istri nya!"


"Baik dokter."


__ADS_2