Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Pagi Yang Panas


__ADS_3

Sekitar jam 3 pagi, Hendri baru selesai memijat kaki nenek nya.


Setelah benar-benar tertidur pulas, Hendri berjalan berhati-hati agar sang nenek tidak terbangun lagi.


Setelah keluar dari kamar nenek nya yang berada di sebelah kamar Hendri.


Hendri masuk ke dalam kamar nya melihat pemandangan yang selama ini dia harapkan.


Dari dulu Hendri berharap jika suatu saat nanti bisa hidup bersama orang yang dia harapkan, dan ternyata Allah mendengarkan setiap doa dan permintaannya.


Hendri melihat Aya yang seperti nya kedinginan dan merapatkan selimutnya.


Saat Hendri ingin merapikan selimut tersebut, betapa terkejutnya Hendri saat menyadari bahwa Aya tidak memakai sehelai benang, dan persis seperti saat dia ingin memadu kasih malam tadi.


Nafsu Hendri kembali bangkit, Hendri mencoba untuk membangunkan Aya dan ingin meneruskan permainan panas nya yang sempat tertunda.


"Dek bangun yuk, kakak mau lagi dek.!"


Namun tidak ada respon apa-apa dari Aya, sehingga tanpa sabar menunggu Aya bangun Hendri menarik selimut tersebut dan terlihatlah keadaan Aya yang masih polos tanpa sehelai benang.


'Ya ampun dek kamu tidurnya nyenyak sekali, bikin kakak tidak tahan untuk segera melahap kamu.'


Hendri mencoba mengemut ujung bukit kembar tersebut agar sang empu nya dapat terbangun.


Namun lagi dan lagi tidak ada respon sedikit pun, sehingga Hendri me**mat bibir tersebut.


Emmmmmmh


Suara des**an lolos keluar dari mulut Aya.


Hendri kembali meraba-raba hutan gundul milik Aya, dan memasukan satu jari nya ke dalam hutan gundul tersebut, hingga lolos kembali suara.


Des**an


Tiba-tiba mata Aya terbuka dan terkejut saat melihat Hendri yang mehisap bukit kembar nya seperti bayi yang sedang kehausan.


"Ka-kak Hendri kenapa kakak ada di sini, dan ini kenapa tubuh aku jadi polos gini,?" kakak mau perkosa aku ya.?


"Omong kosong apa itu dek, sejak kapan suami mau memperkosa istri nya.?"


Saat Hendri mengucapkan kata-kata suami, barulah Aya sadar bahwa dia sudah sah menikah dan setatusnya sekarang adalah istri Hendri.


"Heeee maap kak, aku lupa."


"Kakak mau nerusin yang malam tadi ya dek, kakak sudah tidak tahan lagi.?"


"Iya kak, tapi pelan-pelan ya,!" aku takut sakit kak.


"Iya dek, kakak akan pelan-pelan."


Hendri mulai mencium kening, pipi dan terakhir bibir Aya.


Awalnya hanya ciuman, dan lum**an akhirnya saling bertukar saliva.


Sehingga turun ke bukit kembar dan menghisap nya seperti bayi yang sangat kehausan.

__ADS_1


Tangan yang satu nya lagi *******-***** bukit kembar, sehingga lolos des**an keluar dari mulut Aya.


Sedangkan hutan gundul Aya sudah terlihat sangat basah, sehingga Hendri meminta izin untuk memasukan adik kecil nya.


"Dek kakak mulai masuk ya, tahan sedikit mungkin rasa nya agak sakit."


"Iya kak pelan-pelan ya.!"


Hendri mulai memasukan adik kecilnya ke dalam hutan gundul milik Aya.


Sedangkan Aya mulai merasakan sakit di bagian intimnya sehingga Aya terus meremas kain seprai.


Aya meneteskan air mata nya, karena sangat sakit dan perih ketika adik kecil Hendri hampir masuk sempurna.


"Sabar sayang sedikit lagi."


Hendri memberikan ciuman, kec**an agar suara des**an tidak lolos dari mulut Aya.


Takutnya sang nenek akan bangun untuk ke dua kali nya, yang akan menggagalkan subuh pertama lagi.


Dan akhirnya butuh waktu lama untuk menjebol hutan gundul milik Aya.


"Terimakasih sayang sudah menjaga nya untuk ku."


"Sama-sama sayang, sudah seharusnya ini semua untuk suami ku."


Dan subuh itu mereka lalui pergelutan panas di ruangan yang tidak terlalu besar.


Namun karena permainan tersebut di dasari dengan penuh cinta, makan berjalan begitu indah nya.


"I Love You istri ku."


***


Sedangkan di kota berbeda, kedua pengantin baru juga melakukan subuh panas yang penuh gairah.


Satu bulan penuh Arden berpuasa karena mereka berdua terpisah jarak.


"Mas pelan-pelan."


"Iya sayang maapkan mas, mas terlalu bersemangat."


Hingga beberapa jam akhirnya permainan panas tersebut mereka akhiri, karena hari ini Falisha akan pergi ke sekolah dan beberapa hari lagi akan mengadakan ujian kelulusan.


Setelah mereka mandi bersama, mereka berdua pergi ke dapur.


Falisha memasak sayur capcay dan ayam goreng, tahu+ tempe.


"Maap mas hanya ini yang aku siapkan."


"Tidak apa-apa sayang, ini pun sudah terasa nikmat karena istri mas yang memasak nya."


"Mas pagi-pagi sudah mulai gombal deh."


"Mas serius sayang," oh iya sayang, hari ini mas mulai masuk kerja di kantor.

__ADS_1


"Iya mas, semangat kerja nya ya."


"Terimakasih sayang."


Setelah selesai sarapan pagi, Arden mengantarkan Falisha untuk pergi ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, Arden menahan tangan Falisha agar tidak cepat-cepat keluar.


"Ada apa mas.?"


"Kok ada apa sih sayang, cium nya mana.?"


"Ihhh mas ini, memangnya tidak cukup ya yang aku beri waktu di rumah itu.?"


"Cukup sih, tapi mas mau lagi," biar mas lebih semangat bekerja nya.


Dan mereka melakukan lagi ciuman panas itu, jika tidak mengingat hari ini hari pertama masuk kantor dan Falisha tidak pergi ke sekolah, dapat di pastikan akan berakhir di atas kasur selama sehari penuh.


"Belajar yang semangat sayang, ingat jaga mata dan hati,!" bahwa kamu sudah memiliki suami.!


"Iya mas aku ingat, berlaku juga ya buat mas.!"


"Iya sayang."


Setelah itu Falisha turun dari mobil dan melangkah menuju dimana kelasnya berada.


Sedangkan Arden melajukan mobinya untuk menuju kantor cabang milik daddy nya.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Arden sampai di kantor cabang tersebut.


Kedatangan Arden sudah di tunggu oleh semua pegawai kantor, bahkan sampai Ob, cleaning service.


Ruangan sudah di sulap sebagus mungkin.


Para pegawai perempuan berbisik-pisik melihat ketampanan CEO baru mereka.


"Assalamu Alaikum," perkenalkan nama saya Arden, anak dari tuan Kavindra.


Saya di sini akan menggantikan jabatan pak Zuanda.


Jika ada yang kalian pertanyakan, silahkan beri pertanyaan kepada saya.!


"Wa Alaikum Salam," jawab semua nya.


"Saya pak, nama saya Intan Permata," saya bagian keuangan, jika bapak perlu saya bisa langsung hubungi nomer saya pak.


Arden berpikir sebentar, sambil menatap wajah Intan Permata.


'Sejak kapan jika CEO perlu sesuatu menghubungi bagian keuangan,?' bukankah urusan nya kepada seketaris, sangat tidak beres, batin Arden.


"Terimakasih Intan," jawab Arden singkat.


Sedangkan Intan jangan di tanya lagi, bagaimana eksfresi nya saat Arden menjawab pertanyaan dan menatap wajah nya.


'Akan aku dapatkan kamu pak Arden, lihat saja nanti akan aku pastikan mata kamu terus memandang cinta ke pada aku,' batin Intan.

__ADS_1


'Tidak akan aku biarkan bibit pelakor menghancurkan rumah tangga pak bos.' batin seseorang yang sedang memandang gelagat Intan Permata dari tadi.


Nah kan siapa itu 🤔🤔 ada yang tahu tidak gaes, pasti tidak kan 🤭🤭🤭


__ADS_2