
Tiba-tiba Hendri mendapatkan ide, untuk menjebak Sinta kembali.
"Apakah mbak meinginkan sentuhan dari saya.?"
Deggggggg
Jantung Sinta berdetak sangat kencang.
Laki-laki yang baru dia kenal dan bisa membuat hati Sinta kembali merasakan jatuh cinta.
Karena penghianatan mantan suami nya, sehingga menjadikan Sinta janda muda.
Setiap hari saat bertemu dengan Hendri, rasa ingin memiliki dan menikmati tubuh Hendri semakin besar, sehingga akal sehatnya menjadi hilang dan berubah ingin segera memiliki Hendri seutuhnya.
"Apakah mas Hendri mau melayani saya, dan kita akan bersenang-senang mas,?" ucap Sinta dengan suara yang sudah sangat parau karena menahan hasratnya yang ingin cepat-cepat di setubuhi oleh Hendri.
"Dengan senang hati mbak, karena saya tahu milik mbak ingin segera di sentuh," ucap Hendri dengan gaya menggoda, namun jarak mereka sedikit jauh.
"Aku sudah tidak tahan mas, ayo sekarang kita lakukan.!"
"Sebentar mbak, aku ingin mengambil obat kuat dulu di toko."
"Kenapa harus pakai obat kuat mas, aku sudah tidak tahan,?" jawab Sinta yang kembali mendekat ke arah Hendri.
"Sabar mbak, ayo saya antar dulu dimna kita akan bersenang-senag.?"
Dengan mudahnya Sinta mengarahkan jalan kepada Hendri.
Bukan sebuah kamar, namun hanya sebuah tempat santai bagi para penunggu yang mengantri untuk perawatan rambut.
Di sana sudah ada tilam yang artinya tempat mereka akan memadu kasih malam ini.
Sinta mengambil handphone nya dan menyalakan sentar yang ada di hanphone tersebut.
Dan nampaklah Hendri bisa melihat keadaan Sinta yang sudah tanpa sehelai benang.
__ADS_1
'Ya Tuhan, jangan kau runtuhkan iman ku, dan maapkan aku yang telah berbuat dosa,' batin Hendri.
"Ayo mas cepat sentuh aku,!" ucap Sinta yang sudah terlentang siap untuk di sentuh.
"Sebentar saja mbak, aku mau ambil obat kuat," mbak pengen lama kan aku gempurnya, jawab Hendri.
"Yasudah lah mas aku tunggu jangan lama-lama ya.!"
"Iya mbak, terlentang saja mbak, agar nanti saya datang tinggal langsung mencumbu mbak saja.!"
"Iya mas."
'Ahhh ternyata iman mas Hendri lemah juga, ternyata setelah dia menyentuh milik aku dan menikmati gesekan-gesekan yang sudah basah itu, akhirnya dia mau juga.
Setelah Hendri sampai di toko nya, Hendri cepat-cepat mencuci tangannya yang bekas air nafsu milik Sinta.
'Akan kita mulai mbak permainannya, ini kan yang mbak mau,' batin Hendri.
Hendri cepat-cepat menghubungi Agus, orang yang baru beberapa hari ini dia kenal.
Namun Sinta tidak pernah menyukai Agus.
"Hallo mas Agus, cepat kemari.!"
"Baiklah aku akan kesana."
Rumah Agus tidak jauh dari toko kue milik Aya.
Sehingga tidak lama, Agus sudah datang dan sedikit basah akibat percikan air hujan.
"Dia ada di dalam mas, ayo aku antar.!"
"Mas dia sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang," saat mas Agus sampai sana, aku harap jangan mengeluarkan suara.
"Baiklah, terimakasih Hendri atas kerja sama nya."
__ADS_1
"Sama-sama mas, dan ini pakailah minyak wangi aku.!"
"Buat apa Hendri, aku tidak memerlukan itu."
"Mas Agus sangat memerlukan ini, agar mbak Sinta pikir mas Agus adalah aku," namun saat pagi hari mbak Sinta akan menyadari, kalo sudah ada benih-benih dari mas Agus di dalama rahim nya.
Setelah agus memakai minyak wangi milik Hendri.
Agus dengan gagahnya masuk ke dalam toko milik Sinta dan mengunci pintu tersebut.
Saat Agus sudah berada di tempat Sinta, Agus bisa merasakan keberadaan Sinta sekarang.
"Apakah mas Hendri sudah datang."
Tanpa menjawab pertanyaaan dari Sinta, Agus langsung men***bu mesra tubuh Sinta.
Sinta berpikir yang sekarang berada di atas tubuhnya adalah Hendri.
Sebab wangi tubuh Agus persis sekali wangi tubuh Hendri.
Agus memegang lubang kenikmatan milik Sinta yang sudah sangat basah.
'Ternyata kamu sudah tidak sabar baby, aku akan segera melakukannya dan akan membawa kamu terbang melayang,' batin Agus.
"Kamu nikmat sekali mas Hendri, ayo cepat goyangan nya mas," racau Sinta.
Agus semakin mempercepat ritme nya, sehingga suara des**an dan erangan Sinta terdengan sampai ke dalam toko milik Hendri.
Hendri mengirimkan pesan kepada Aya, bahwa dia akan menjemput Aya secepatnya.
"Tunggu mas di sana sayang, mas secepatnya akan datang.!"
Tidak perduli bagaimana nasip Sinta, yang Hendri tau Agus memiliki hormon sangat tinggi, bisa di sebut hifer s*k.
Dengan derasnya hujan beserta angin dan petir, Hendri melajukan motornya untuk menjemput istri nya.
__ADS_1
'Maapkan mas sayang, secepatnya mas akan mencari tempat yang paling aman buat toko kue kamu,' tidak perduli selaku apa di tempat itu, tapi mas tidak ingin rumah tangga kita akhirnya hancur karena kesalah pahaman, batin Hendri.