Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Malam Minggu


__ADS_3

Malam pun tiba.


Saat ini di rumah Adi, sedang berkumpul keluarga.


Ada ibu Adi, Aya, Lisa, Adi, dan ke empat kembar Adnan, Adrian, Aidan, dan Arfin.


Mereka sedang asik membuat makanan kekinian BBQ.


Lisa sedang sibuk membuat minuman, sedangkan Aya bersama si kembar sedang asik memanggang daging tersebut.


Setelah semua nya terkumpul mereka menikamti makanan tersebut, sambil tertawa bersama.


Sedangkan Adi sibuk dengan tugas-tugas nya, karena sekarang Adi sebagai bos besar ojek online.


Jadi Adi harus teliti menilai semua pengeluaran dan pemasukkan.


"Mas berhenti dong, mas kerja terus,!" ucap Lisa.


"Iya sayang, mas akan berhenti," jawab Adi, dan menaruh buku tersebut ke atas meja.


Adi duduk di antara ke empat anak-anak nya, ikut menikmati makanan tersebut.


"Papa, papa sosis nya enak," ucap Arfin kepada Adi.


"Iya sayang enak sosis nya, papa mau lagi dong sayang," jawab Adi.


"Punya aku papa enak juga loh," ucap Aidan.


"Sini papa cobain enak tidak punya kaka,?" wahhhh enak sekali jawab Adi.


Semua pada tertawa dengan sikap dan kekonyolan yang Adi buat.


Namun sebisa mungkin Adi harus bisa membuat ke empat anak-anak nya selalu tertawa dengan cara sederhana.


Sedangkan Lisa dan ibu Adi sedang menikmati teh hijau.


Karena Lisa mulai membiasakan mulai mengkonsumsi teh herbal.


Untuk kesehatan dan pencernaan


Baik buat yang dewasa maupun yang sudah tua.


Adi pun juga ikut memulai hidup sehat.


Karena Adi sudah mulai merasakan perubahan pada tubuh nya, yang semakin hari semakin menurun.


"Mas mau juga dong sayang teh nya," ucap Adi yang mulai mendekati Lisa.


"Ini buat mas," jawab Lisa dan langsung di beri hadiah kecuppan manis di kening Lisa.


"Ihhhh kak Adi, tidak tahu tempat deh asal cium aja," ucap Aya.


"Yeeee ada yang sewoot deh, anak kecil tidak boleh perotes," jawab Adi.


"Mana ada," elak Aya.


Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba terdengar pintu dari luar di ketok.


Tok tok tok..


"Assalamu Alaikum."

__ADS_1


"Siapa itu mas,?" ucap Lisa.


"Mas tidak tau sayang," jawab Adi.


"Biar Aya saja yang buka," jawab Aya dan langsung pergi untuk mebuka pintu tersebut.


"Wa Alaikum Salam," jawab Aya.


Setelah pintu terbuka lebar, muncullah sosok laki-laki remaja yang sering membuat hati Aya menjadi dag dig dug.


"Ehh kak Hendri, silahkan masuk kak,!" ucap Aya.


"Maap dek kakak ganggu, ini kakak mau nganterin ini saja," kiriman dari nenek tanda terimakasih sudah banyak membantu kami, jawab Hendri.


Terdengar suara dari dalam rumah tersebut.


"Siapa dek,!" ucap Adi.


"I- ini kak ada, kak Hendri," jawab Aya.


"Ehh ada hendri, kenapa di luar saja dek,?" kenapa tidak di suruh masuk saja, ucap Adi.


"Tidak perlu kak terimakasih," jawab Hendri.


"Sudah masuk saja, di belakang sedang masak-masak,!" ayo kita makan-makan bersama, ucap Adi.


"Ayo kak masuk, tidak apa-apa," jawab Aya.


Setelah Aya, Adi, dan Hendri masuk dan ikut bergabung di belakang rumah.


Mereka bersama-sama menikmati BBQ tersebut.


"Apa itu dek,?" ucap Lisa.


"Ini kak, kak Hendri tadi yang bawa," kata nya buatan dari nenek nya tanda terimakasih sudah baik kepada mereka, jawab Aya.


"Kenapa kamu repot-repot Hendri,?" kami iklas membantu kamu dan nenek, ucap Adi.


"Tidak apa-apa kak," kebaikkan kalian sangat beharga buat aku dan nenek, jawab Hendri.


"Sini sayang aku juga mau, seperti nya sangat enak,!" ucap Adi kepada Lisa.


"Ini mas," jawab Lisa.


"Aku mau kamu suapin saja sayang,!" ucap Adi.


Mau tidak mau, Lisa menyuapkan kolak pisang buatan dari nenek Hendri.


"Kak Hendri jangan di lihatin terus, mereka memang seperti itu," ucap Aya kepada Hendri.


Namun Hendri hanya tertawa saja melihat tingkah Adi dan Lisa.


Namum di dalam hati Hendri, Hendri sangat ingin jika dia di suapin juga oleh Aya.


"Om Hendri, jangan liat-liat papa dan mama Arfin,!" ucap Arfin yang membuat Hendri tersadar dari lamunan nya.


Mereka semua tertawa melihat Hendri yang menjadi salah tingkah.


"Kan sudah aku bilang kak, kak Hendri sih tetap saja suka melihat ke bucin nan mereka," ucap Aya.


"Mereka sosweet ya dek,?" jawab Hendri.

__ADS_1


"Bilang saja kak Hendri juga mau kan,?" ucap Adnan, Adrian, Aidan bersamaan.


Dan mereka semua kembali tertawa bersama.


Namun Hendri semakin salah tingkah yang membuat dia malu sendiri.


****


Di lain tempat.


"Mas, apa sebainya kita mencari pegawai saja,?" agar kamu tidak selalu ke susahan saat banyak pelanggan yang minta antarkan pesanan, ucap Rahma kepada Radix.


"Aku masih kuat sayang, kamu jangan khuatirkan suami kamu ini," jawab Radix.


"Tetap saja mas, aku masih tidak tenang," cobalah jangan keras kepala mas, jika kamu sakit siapa yang jaga kami semua,? ucap Rahma.


Radix memeluk Rahma dan mencium kening Rahma.


Betapa bahagia nya Radix memiliki istri seperti Rahma, walau terkadang Radix masih suka ketakuttan jika sikap Rahma akan kembali seperti dulu lagi.


Namun Rahma selalu mengatakan bahwa dia benar-benar berubah dan tidak akan berbuat hal bodoh lagi seperti dulu.


Tiba-tiba datang lah bocah kecil cantik dan imuet yang membuat Rahma dan Radix menjadi orang tua yang sangat beruntung.


"Papa, mama," ucap Falisha yang tiba-tiba datang dan memeluk Radix dan Rahma.


"Anak papah, cantik banget sih," sudah mandi ya sayang, ucap Radix.


"Sudah papa," nenek yang mandiin, jawab Falisha.


"Falisha main sama papa dulu ya, mama mau masak dulu buat kita makan malam," ucap Rahma.


"Tidak perlu sayang, kita makan di luar saja nanti,!" jawab Radix.


"Benarkah hore hore, kita makan di luar," ucap Falisha yang merasa sangat senang.


"Iya sayang, sayang nya papa mau makan apa coba,?" ucap Radix.


"Mau ayam goreng papa," jawab Falisha.


Malam pun tiba, Radix bersama keluarga kecil nya pergi ke warung makan yang menjual menu makanan yang ada ayam goreng nya.


Setelah pesanan mereka datang, Falisha sangat senang saat melihat ayam goreng tersebut.


"Yeeeeeee ayam goreng," ucap Falisha.


"Sini sayang sama nenek, makan yang banyak biar Falisha cepat besar," ucap ibu Radix.


"Mas terimakasih sudah membuat putri kecil kita menjadi bahagia," ucap Rahma sambil memeluk lengan Radix dengan mesra.


"Sama-sama sayang, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan mas juga," jawab Radix.


Tanpa malu-malu, Rahma mengecup pipi Radix, yang membuat ibu Radix dan Falisha tersenyum melihat mama dan papa nya.


"Sayang kalo mau cium-cium mas, nanti saja kalo samapai di rumah," ucap Radix.


"Siap mas, nanti aku kasih mas serpis yang akan membawa mas terbang melayang," dan mas tidak akan pernah berpaling kepada siapa pun karena mas mengakui serpis aku lah yang terbaik, bisik Rahma di telinga Radix.


"Tidak ada yang mampu memberi kehangatan selain istri mas ini," dan tidak akan ada yang menggantikan serpis terbaik ini selain istri cantik mas ini, jawab Radix dan kembali mencium kening Rahma.


Hai gaes jangan lupa Like, Komen dan Vote 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2