
Setelah Adi, Lukman dan Aya sampai di pemakaman.
Mereka bertiga berdoa, sedangkan Aya hanya terdiam namun air mata nya menetes tanpa berhenti.
Adi yang melihat ada pergerakkan di tubuh Aya, segera merangkul untuk menenangkan gadis kecil itu.
"Ibu, ayah, ibu, ayah, ibu, ayah."
"Iya, ibu dan ayah sudah tenang dan bahagia di sana," di sini aya harus semangat dan tidak boleh sedih, ucap Adi kepada Aya.
Namun bukan nya tenang, malah semakin terisak dan menangis sekencang-kencang nya.
Adi dan Lukman saling terdiam, mereka berdua tidak tahu harus berbuat apa, sehingga mereka hanya mendiamkan saja dan berhenti sendiri nya.
Setelah puas dengan tangis nya, Adi mengajak Aya untuk pulang dan akan menuju ke kota tempat yang akan mereka tuju.
Perjalanan memakan waktu lima jam lama nya, akhir nya mereka sampai ke tempat yang mereka tuju.
Sebuah kontrakkan kecil satu buah kamar dan dapur, serta kamar mandi.
Senghaja Adi memilih tempat kontrakkan kecil, agar mereka tidak terlalu capek membersihkan nya.
Adi juga membawa motor metik nya, agar mempermudah saat dia akan bepergian.
Setelah Adi dan Aya, selesai membersihkan tubuh mereka.
Aya mulai mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.
Adi segera mengambil hanphone milik nya, untuk menghubungi istri tercinta nya.
Satu kali dua kali, dan akhirnya video call terhubung ke seberang sana.
"Assalamu Alaikum sayang," ucap Adi kepada Lisa yang ada di seberang sana yang lagi memangku Arfin yang lagi menangis.
"Wa Alaikum Salam mas," jawab Lisa.
"Arfin kenapa sayang, kok menangis kencang banget," ucap Adi.
"Dia kehausan mas, tadi aku lagi nidurin Adnan," mas Adi sudah sampai mas, ucap Lisa yang mulai bertanya keadaan suami nya.
"Alhamdulillah sayang, baru setengah jam sampai nya," jawab Adi.
"Mas Adi sudah makan mas, Aya kemana mas kok aku tidak melihat nya mas,?" ucap Lisa.
"Mas belum makan sayang, entar mas pesan makanan saja lewat ojek online sekalian bilang ke teman-teman mas bahwa sekarang mas ada di kota," kalo Aya, dia setelah mandi langsung tertidur sayang, jawab Adi.
"Mungkin dia kelelahan saat di perjalanan mas, dan akhirnya dia tertidur pulsa."
"Mungkin sayang," sehat-sehat di sana sayang.
__ADS_1
Dan akhirnya Adi memutuskan video call nya, karena Lisa mulai sibuk dengan ke empat anak-anak nya yang tiba-tiba terbangun.
Adi merebahkan tubuh nya di samping Aya, dan juga ikut terlelap.
••••
Setiap hari nya Adi mulai beraktifitas bekerja di tempat toko penjual alat bangunan.
Tempat kerja Adi sekarang adalah milik teman nya yang dulu juga berfropesi sebagai driver ojek online.
Adi memilih bekerja di tempat ini, karena pekerjaan nya santai dan juga bisa selalu menjaga Aya.
Adi bisa saja bersantai-santai tanpa bekerja dan mengharapkan hasil bengkel dan supermarket milik nya.
Namun Adi bukanlah orang yang pemalas, suka bersantai-santai menunggu uang datang.
Saat usia kandungan Lisa mulai sembilan bulan, Adi memulai membuka supermarket nya, agar memiliki usaha selain bengkel saja, dan sekarang juga di kelola oleh anak buah nya.
Sedangkan hasil perkembangan terapi Aya, mulai berjalan dengan lancar, yang dulu nya hanya banyak berdiam diri, sekarang mulai mau banyak berbicara dan juga merespon saat dengan lawan bicara nya.
Komunikasi dengan Lisa pun setiap hari nya berjalan dengan lancar. Hingga tidak terasa sudah enam bulan Adi berpisah dengan istri tercinta nya itu.
Karena Adi sudah bertekat bulat, jika belum ada hasil perkembangan kesehatan Aya, maka Adi tidak akan pulang ke kampung halaman nya.
Hingga tujuh bulan lama nya, kesehatan Aya berhasil seratus persen sehat dan tidak ada gangguan mental lagi.
Adi memutuskan untuk pulang ke kampung halaman nya, karena Adi sudah merasa sangat cukup dengan hasil kesehatan Aya.
"Serius kamu mau naik motor saja untuk pulang ke kampung halaman," ucap Adi kepada Aya.
"Serius kak, aku sangat ingin melihat-lihat perjalanan," jawab Aya.
Sebelum mereka menuju kampung halaman Adi, mereka berdua akan ziarah ke makan ke dua orang tua Lisa dan Aya.
Sungguh Adi tidak merasa sia-sia, setelah tujuh bulan lama nya, berpisah dengan sang istri dan membuahkan hasil kesehatan Aya.
Adi sangat senang karena sebentar lagi dia akan bertemu dan akan melepas semua rindu-rindu nya kepada keluarga kecil nya itu.
Setelah sampai ke makam ke dua orang tua Aya.
Mereka berdua berdoa dan membaca surah-surah yang mereka bisa.
"Ayah, ibu, sekarang Aya sudah sehat," Aya tidak sakit lagi ibu.
Ayah dan ibu bahagia di sana ya, karena di sini aku dan kak Lisa juga bahagia.
Setelah selesai, Adi melajukan kembali motor metik nya untuk menuju perjalanan panjang untuk pulang ke kampung halaman nya.
Aya terlihat sangat senang.
__ADS_1
Ternyata sosok perempuan kecil yang selama ini pendiam dan tidak banyak bicara, sekarang berubah menjadi gadis kecil yang banyak bicara dan terlihat sangat gembira.
Saat di perjalanan, Adi menawarkan untuk makan siang dulu kepada Aya.
Karena perjalanan mereka masih panjang dan kemungkinan akan sampai jam dua belas malam.
Saat ini waktu menunjukkan pukul tiga sore, karena perjalanan mereka sangat santai, dan akhir nya memakan banyak waktu saat di perjalanan.
Adi mampir ke tempat warung yang menjual makanan serba berkuah, karena ini adalah permintaan si gadis kecil Aya.
Ini makanan khas daerah aku ya gaes 🤭🤭
Aya terlihat sangat menikmati makanan tersebut.
"Dek pelan-pelan makan nya, mas tidak akan meminta," ucap Adi kepada Aya.
"Enak sekali mas, Aya sangat suka," jawab Aya.
Setelah makanan mereka habis, Adi segera membayar makanan tersebut dan kembali melajukan motor metik nya ke jalan raya.
••••
Di kampung halaman Adi.
Lisa mendapat kabar dari Adi, bahwa hari ini dia akan pulang bersama Aya.
Namun Lisa tidak mengetahui jam berapa akan sampai di sini.
Lisa menyiapkan menu makanan kesukaan Aya dan Adi, di bantu dengan Nury.
Mereka berdua sangat antusias menyambut kedatangan suami dan kakak tercinta.
Sedangkan ibu Adi, Lukman , dan Dimas bermain bersama si kembar yang mulai bisa merangkak dan mulai banyak mengoceh.
"Mbak tidak merasa pusing atau mual mbak,?" ucap Lisa kepada Nury.
Yaaaa Nury sekarang hamil tiga bulan.
Benar kata Adi, ini adalah berita bahagia yang Adi katakan kepada Nury sebelum Adi berangkat ke kota.
Namun saat itu, memang Nury belum ada tanda-tanda hamil sehingga dia merasa bingung dengan ucapan yang Adi katakan.
Sekedar info gaes.
Cerita ini senghaja aku percepat, karena sebentar lagi aku mau tamat kan.
karena perjanjian aku bersama mentor nya, bahwa cerita KEKASIHKU DRIVER OJEK ONLINE ini adalah cerita pertama aku, dimana aku mulai-mulai banyak belajar, dan memperbaiki tulisan dan PUEBI nya sehingga kata mentor nya, ini sudah cukup bagus dan tulisan nya juga rapi.
__ADS_1
Sehingga dia akan melepas aku dengan tamat nya cerita ini, nanti nya akan aku hadirkan kembali cerita baru hasil karya aku sendiri tanpa bantuan mentor lagi 😊😊😊
Jangan lupa Like dan komen 😊😊😊