Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Perdebatan Kembar A


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul lima sore.


Namun di sebuah kamar sepasang kekasih yang masih bergelut dalam nikmatnya permainan panas, tidak membuat mereka untuk berhenti.


Keringat membasahi tubuh mereka berdua, seprai tilam sudah berantakan, pakaian mereka sudah berhambur entah kemana terlemparnya.


"Mas ini sudah jam berapa,?" tidak enak sama tamu yang lainnya mas, keluh Lisa.


"Biarkan saja sayang, mas masih pengen,!" ucap Adi sambil memompa ritme nya dengan cepat.


"Tapi anak-anak pasti cariin kita mas."


Adi kembali me***at bibir Lisa karena sedari tadi terus mengoceh.


Hingga hentakan demi hentakan yang Adi berikan.


Lisa selalu menolak, jika Adi selalu keluarkan benih nya di dalam rahim Lisa.


Sebab bagi Lisa, ke empat anak kembar nya sudah merasa lebih cukup.


Namun Adi selalu kekeh untuk tetap memiliki anak dari rahim Lisa.


Mungkin bagi Adi, banyak anak banyak rezeky.


Namun hari ini Adi lebih bersemangat untuk menggempur istri nya itu, yang sudah 19 tahun, menemani suka dan duka Adi.


Adi terus mengingat permainan panas di saat malam pertama mereka, sehingga melupakan bahwa Adi sudah memiliki 4 anak remaja.


Adi ambruk di samping Lisa, dan memeluk erat istri nya itu dengan sayang.


Tidak perduli sesibuk apa orang di luar sana, bagi Adi yang terpenting nikmat bersama sang istri itu adalah kebahagian Adi.


"Sayang mas sangat mencintai kamu."


"Ihh mas Adi gombal, sudah tua masih saja suka gombal nya."


"Mas juga gombal sama istri sendiri," emang nya kamu sudah tidak cinta lagi sama mas.?


"Ihhh mas Adi, jika aku tidak cinta mana mungkin sampai sekarang aku masih bertahan," mas pikir aku terpaksa apa.?


"Enggak sih, mas pengen tahu saja isi hati kamu," heeeee, Adi tersenyum bahagia.


Saat ini mereka masih dalam keadaan tanpa busana.


Adi dan Lisa masih betah berada di dalam selimut tebal mereka.


Sesekali Adi meremas bukit kembar milik Lisa.


Walaupun sudah pernah memberi asi buat si kembar, namun bukit kembar itu masih tersa besar, berisi, dan padat.


"Mas ihhh lepasin,!" nanti Adi junior on lagi.


"Lah memangnya kenapa kalo dia on lagi sayang.?"

__ADS_1


"Aku capek mas," mas Adi bersemangat banget hari ini, kan aku tiap malam juga memberikan hak mas.


Adi hanya tersenyum, saat diri nya mengingat mengerjai Hendri, namun sial nya Hendri balik mengerjai Adi, yang berujung di atas ranjang panas.


"Tidak apa-apa sayang, mas cuman pengen saja."


Sedangkan di luar rumah.


"Aunty mamah sama papah mana ya,?" ucap Arin kepada Aya.


Aya ragu-ragu untuk mengatakan bahwa Adi dan Lisa, sejak beberapa jam yang lalu telah menghabiskan waktu mereka di dalam kamar saja, bahkan mereka berdua melupakan sholah Ashar, terutama Adi yang biasa nya selalu pergi ke mushola terdekar rumah mereka.


"Aunty ko diam sih, Arin kan tanya,?" mamah sama papah kemana.?


"Itu Rin, mamah sama papah kamu dari tadi di dalam kamar," jawab Aya.


"Hemmm kebiasaan deh papah, kalo mereka sudah berada di dalam kamar suka lupa waktu aunty."


Aya tercengang, di usia pernikahan mereka yang sudah terbilang sangat lama, namun keromantisan mereka tetap terjaga, apa lagi masih terlihat harmonis.


Bukan di depan banyak orang saja, saat mereka berdua pun keromantisan mereka tetap terlihat jelas.


'Apa aku tanya saja ya nanti sama kak Lisa, siapa tahu aku bisa meniru rumah tangga mereka,' batin Aya.


"Jangan-jangan mereka mau bikin adik buat kamu,?" ucap Aya kepada Arin.


"Siapa yang mau bikin adik aunty,?" ucap Adnan dan Adrian datang bersamaan.


"Itu loh bang, Arin mau bikinin Tiara adik," ucap Arin yang menjawab asal dengan abang nya, kakak pertama Arin.


"Eh bocil, ngomong jangan ngelantur,!" memang mau pak Gani sama bocah ingusan sama kamu.?


"Isss mas ini apaan sih, ya mau dong pak Gani sama aku masa iya pak Gani mau nya sama Adel huhhhhhhh."


Arin kesal dengan Adrian, karena tidak pernah mau mendukung niat nya untuk mendekati guru sekolah nya itu.


Setelah Arin pergi, kini Aya di buat bingung dengan siapa yang bernama pak Gani itu.


"Pak Gani itu siapa Adnan.?"


"Itu loh aunty, guru kelas nya Arin." Arin sudah lama suka, namun takut untuk mengungkapkan nya, jawab Adnan.


"Mana mau pak Gani sama cwe pecicilan seperti itu," jawab Adrian.


"Jangan gitu mas, itu juga adik kita," ucap Adnan yang meninggalkan Adrian dan Aya, yang sedang berada di dapur.


"Mereka seperti itu aunty heeeeee," ucap Adrian yang hanya tertawa.


"Kamu sih, coba dukung saja,!" siapa tahu cocok.


"Lah pak Gani itu tua Aunty, masa iya jodoh sama Arin,?" kan tidak cocok.


"Lah apa kabar nya papah sama mamah kalian,?" mereka juga terpaut umur yang sangat jauh, bahkan kak Adi menikahi kak Lisa saat umur 35 tahun, sedangkan kak Lisa saat itu masih berumur 18 tahun.

__ADS_1


"Heeeee maap aunty," ucap Adrian yang sudah merasa bersalah dengan adik nya Arin.


***


Arden sudah bersiap-siap mengemasi semua pakaian nya yang ada di dalam lemari.


Semua pekerjaan nya di kota xx sudah selesai, dan akan bersiap-siap untuk meneruskan kembali kantor cabang daddy nya yang berada di kota xxx.


Niatnya Arden ingin memberi kejutan kepada Falisha dengan kedatangan nya yang tiba-tiaba tanpa kabar.


Rencana nya nanti setelah Arden pulang ke kota xxx, Arden ingin segera mengajak Falisha untuk menepati rumah mereka yang baru.


Arden ingin benar-benar menata hidup nya dengan cara yang sederhana.


Sebenarnya Kavindra memberi saran kepada Arden, untuk mengurus perusahaan yang ada di luar negri.


Namun Arden menolak secara kecil.


Arden tidak ingin Falisha akan berjauhan dengan keluarga nya, apa lagi di luar negri harus hidup dengan kemewahan.


Sedangkan Arden menginginkan hidup yang sederhana dan penuh cinta.


Tinggal berdua dengan sang istri tanpa ada pembantu di ruamah, mungkin sangat seru pikir Arden.


Arden mempekerjakan pembantu hanya di waktu jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore.


Setelah itu akan di habiskan Arden bersama Falisha berduaan di rumah, dengan memadu kasih.


"Yakin pulang,?" ucap Bella kepada Arden.


"Iya mom, aku harus pulang," aku titip daddy ya mom, tolong jaga dan rawat daddy.!"


"Tenang saja, apasih yang kamu ragukan,?" ucap Bella yang sedikit mengangkat sudut bibir nya.


"Aku hanya punya Daddy mom di dunia ini," jika tidak mommy yang jaga terus siapa lagi.


"Bicara yang benar, kamu pasti mikir aku akan tinggalin daddy kamu yang tua itu kan,?" hahahaha.


"Apaan sih aku serius," jawab Arden.


Saat mereka berdua, mereka melupakan jika mereka terikat antara anak tiri dan ibu sambung.


Mereka akan bersikap layak nya seperti teman dan sahabat.


Namun jika di depan Kavindra, mereka akan bersikap layak nya anak dan ibu.


"Kamu tenang saja, walaupun daddy kamu sudah tua," aku tetap cinta sama dia, apa lagi kami mempunyai buah cinta dan hasil kerja keras kami berdua hahahaha, Bella kembali tertawa.


Jika mengingat umur mereka yang terpaut sangat jauh, Bella merasa lucu saja.


"Yasudah kita habiskan kebersamaan malam ini,!" aku tunggu di bawah, ucap Bella kepada Arden.


'Mom, mom, aku percaya kamu tidak akan pernah meninggalkan daddy ku,' kamu adalah perempuan terbaik dalam hidup daddy, walaupun ibu ku adalah orang yang pertama di hati daddy, namun bakti mu sebagai istri mengalahkan cinta pertama daddy, batin Arden.

__ADS_1


__ADS_2