Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Mengantar Pulang


__ADS_3

Lusa adalah waktu terakhir Falisha, berada di kota xx, karena waktu libur sekolah nya sudah akan habis.


Falisha mulai mengemasi pakaian dan barang-barang yang akan dia bawa untuk pulang ke kampung halaman nya.


Masalah cabang toko bunga ibu nya sudah mulai baik-baik saja, sehingga Falisha lebih merasa tenang saat meninggalkan kota ini.


Tiba-tiba handphone Falisha berbunyi, tanda ada seseorang yang sedang menghubungi.


"Assalamu Alaikum Falisha," ucap seseorang yang ada di seberang sana.


"Wa Alaikum Salam kak."


"Kamu lagi apa, ada waktu tidak untuk ketemu.?"


"Aku lagi mau kemas-kemas barang kak, besok sudah mulai berangkat untuk pulang kampung."


"Falisha, aku sangat ingin ketemu kamu, apakah boleh sekarang juga aku jemput.?"


Setelah Falisha berpikir lebih lama, akhirnya Falisha mau untuk di jemput oleh Arden.


"Baiklah kak, aku siap-siap dulu."


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya Falisha keluar dan langsung menemui Arden.


"Assalamu Alaikum kak."


"Wa Alaikum Salam Falisha."


"Kakak baru pulang kerja ya.?"


"Iya baru saja."


"Kita mau kemana kak.?"


"Aku pengen bawa kamu ke suatu tempat, kamu duduk yang tenang aja ya.!"


"Iya kak."


Setelah satu jam di perjalanan, akhirnya Arden dan Falisha sampai di suatu tempat.


Tempat yang lumayan sepi, namun pemandangan nya indah dan angin yang sejuk.



"Wowww indah sekali kak, kakak sering ke tempat ini.?"


"Baru kali ini kakak kesini dek."


"Owhh aku kira sering kak, soal nya ini tempat indah sekali," jawab Falisha dengan wajah yang berbinar-binar.


"Memangnya kamu tidak pernah jalan-jalan ke tempat seperti ini.?"


"Tidak pernah kak, aku pulang sekolah harus bekerja bantuin mamah di toko," kalo tidak seperti itu mana bisa beli obat buat papah aku kak, ucap Falisha dengan sedih.


"Yang sabar ya dek, semoga papah kamu cepat sembuh," besok kakak yang antar kamu pulang ya.?


"Tapi kan kak Arden besok bekerja, aku tidak ingin merepotkan kak Arden."


"Tidak apa-apa, perusahaan kan punya papah aku juga, jadi izin dulu satu hari tidak apa-apa dek."


"yasudah kak boleh."


Skip....

__ADS_1


Keesokan hari nya, seperti janji Arden.


Dia akan mengantarkan Falisha sampai ke kampung halaman nya.


"Sudah siap dek, tidak ada barang-barang yang tertinggal kan.?"


"Aku sudah siap kak, semua nya sudah beres, Insya Allah tidak ada yang tertinggal."


"Bismillah, kita berangkat dek.?"


"Iya kak."


Perjalanan dari kota xx sampai ke kota xxx, memakan waktu sekitar delapan jam lama nya.


Jika dari terminal menggunakan bus, maka akan berhenti lagi menggunakan kereta api.


Namun jika menggunakan mobil peribadi, tidak akan menggunakan kereta api lagi.


"Kak, jika kakak cape, kita gantian saja ya mengemudi nya.!"


"Tidak apa-apa dek, jika kakak cape kita berhenti saja dulu ya, istirahat atau makan-makan dulu," tidak apa-apa kan dek.


"Iya kak tidak apa-apa."


"Dek kamu di sekolah punya pacar.?"


Falisha yang di beri pertanyaa hanya tertawa saja.


"Aku tidak sempat pacaran kak, mana ada yang mau sama aku," kalo pulang sekolah saja harus bekerja, kan doi jadi bosan tidak ada waktu bersama dia.


"Pemikiran semacam apa itu,?" kamu saja belum mencoba nya, tidak semua laki-laki seperti itu dek.


"Kata mamah, jika laki-laki serius itu dia tidak ingin hanya sebatas pacaran dan menunda nya terlalu lama, jika serius di percepat saja, di lamar," itu laki-laki sejati.


"Itu berarti si perempuan tidak sungguh-sungguh dengan si lelaki."


"Berarti dia selingkuh di belakang si lelaki.?"


"Mung,? ucapan Falisha terhenti saat menyadari raut wajah Arden berubah, tidak seperti biasa nya, " apakah ada hubungan nya di malam itu kak,? maapkan aku jika sudah lancang."


"Tidak apa-apa dek, memang seharusnya aku menceritakan semua nya kepada kamu," Arden menceritakan dari awal sampai akhir, tanpa ada satu kata yang dia tinggal tentang kejadian malam itu, dan selama satu minggu dia mencari tahu apa saja yang di lakukan Melinda di belakang Arden, dan Arden juga menceritakan tentang hubungan dia yang sudah serius dan hampir menuju kata sah.


"Ya Allah kak, maapkan aku sudah membuka masalalu kamu."


"Tidak apa-apa dek, karena mulai malam itu semua cerita aku bersama dia sudah aku hapus."


"Bersyukurlah kak, Allah masih sayang kepada kakak," Allah menunjukan sifat asli dia yang sebenarnya sebelum kakak memulai hubungan lebih jauh.


"Iya dek, kakak merasa lebih tenang karena tidak ada lagi yang kakak tutupi dengan kamu."


Entah kenapa Arden merasa berbeda saat bersama Falisha dengan Melinda.


Saat bersama Falisha, bawaan nya lebih tenang, Falisha juga lebih sederhana, mandiri, dan rajin.


Sangat berbeda dengan Melinda, walaupun umur Melinda sudah lebih dewasa, namun sikap dia masih di bilang anak-anak, semua harus orang lain yang melakukan.


Perjalanan masih panjang, namun dengan mudah nya Falisha tertidur dengan nyenyak.


'Aku merasa lebih nyaman saat bersama kamu dek, cara kamu memperlakukan aku itu lebih istimewa,' guman Arden.


Saat ini perut Arden terasa sangat lapar.


Arden berhenti di sebuah tempat makan lesehan, yang di kelilingi tepi danau.

__ADS_1


"Dek bangun dulu yuk."


Falisha menggeliat saat baru bangun tidur, di saat itu Arden terpana melihat wajah cantik Falisha yang baru bangun tidur.


"Kita sudah sampai kak.?"


"Belum dek, kita makan dulu,!" baru melanjutkan perjalanan.


Arden berjalan beiringan bersama Falisha.


Seperti pasangan kekasih yang saling mencintai.



"Woww tempat nya indah sekali kak.?"


"Iya dek, apakah kamu menyukai nya.?"


"Sangat menyukai nya kak, karena aku hampir tidak pernah bepergian ke tempat seperti ini."


"Jika nanti ada waktu libur sekolah, kakak akan minta izin kepada orang tua kamu untuk mengajak kamu jalan-jalan dek."


"Benarkah kak, ucap Falisha antusian.?"


"Benar dek."


Falisha dan Arden menikmati makananan mereka dengan lahap.


Sederhana, namun kebersamaan penuh cinta.


Di lain tempat.


Seperti biasa nya, Aya bekerja dengan semangat.


Karena membuat kue adalah sebagian dari hobi nya dari kecil.


Hari ini pelanggan sangat banyak, sehingga Aya melupakan makan siang nya.


Sedangkan Hendri sudah beberapa kali menghubungi Aya, namun panggilan tidak ada sama sekali di angkat oleh Aya.


"Mungkin dia lagi sibuk kak, sehingga di melupakan telepon nya."


"Mungkin, aku hanya ingin mengingatkan dia makan saja."


'Beruntung sekali kamu Aya, kak Hendri mencintai kamu dengan tulus, batin Verra.'


Handphone Hendri berbunyi, dengan cepat Hendri mengangkat telepon tesebut.


"Kenapa baru angkat sayang.?"


"Maap kak, tadi aku sibuk sekali," pelanggan hari ini juga banyak sekali, sehingga stok kue banyak yang habisan.


"Jangan terlalu capek dek, sehingga kamu melupakan makan siang kamu.!"


"Iya kak, aku tidak akan melupakan nya," kak Hendri sudah makan.?


"Belum dek, tadi kakak nungguin kamu," masak kakak duluan, tapi kamu di sana belum makan.


Sedangkan di seberang sana, Aya hanya tersenyum bahagia, melihat sikap dan tingkah laku Hendri yang semakin hari, semakin menunjukan perhatian nya.


'Begini rasa nya di cintai dengan lelaki yang tepat,' kak Lisa beginikah rasa nya saat kak Adi memberikan berlimpah perhatian kepada kamu, batin Aya.


Hai gaes maap baru bisa up, 🤗🤗🤗

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah, karena kalian aku bisa semangat 😊😊😊🙏


__ADS_2