
Keesokkan hari nya, Aya sudah bersiap-siap dan mengemas barang yang mana harus dia bawa.
Aya sudah membuat janji bersama dengan Naura akan berangkat jam enam pagi.
Tiba-tiba pintu kamar Aya di ketok dari luar.
Tok tok tok
"Iya masuk saja tidak di kunci,!" ucap Aya.
"Sudah siap dek,?" tanya Lisa.
"Sudah kak sebentar lagi beres semua ko."
"Sini duduk dulu, kakak mau kasih pesan buat kamu.!"
"Apa kak.?"
"Kamu di sana baik-baik ya, jaga diri, jaga sikap, jangan mudah percaya kepada orang baru, dan jangan tinggalkan waktu sholat mu dek.!"
"Iya kak, Aya pasti ingat semua pesan-pesan kak Lisa."
"Dek kita dari kecil sampai besar hanya satu kali pernah berpisah lama," yaitu saat kamu ke kota bersama mas Adi, dan sekarang kamu sudah besar, kamu harus bisa jaga diri dek.!
"Iya kak, Aya akan selalu ingat semua nasehat kakak," terimakasih kak selama ini sudah menjadi kakak terbaik serta menjadi sekaligus ibu dan ayah buat aku.
"Sama-sama dek, itu memang kewajiban kakak karena kamu adik satu-satu nya yang kaka punya."
Lisa dan Aya saling berpelukkan, mereka sama-sama takut kehilangan, namun keadaan harus memisahkan mereka berdua.
"Sayang ibu boleh masuk,?" ucap ibu Adi.
"Boleh dong bu," ucap Aya dan Lisa bersamaan.
Ibu Adi duduk di tengah-tengah Aya dan Lisa.
Sebenarnya ibu Adi juga merasa sangat kehilangan, karena Aya sudah dia anggap seperti anak dia sendiri.
"Jaga diri baik-baik ya sayang, hubungi kami terus jika ada sesuatu yang terjadi sama kamu,!" ucap ibu Adi yang merasa takut berpisah.
Aya memeluk ibu Adi dengan sayang.
Mereka bertiga saling berpelukkan dan menumpahkan kesedihan mereka bersamaan.
Setelah sudah siap, Aya turun ke bawah.
Dan di bawah sudah menunggu semua nya untuk mengantar Aya ke terminal.
Di sana ada ke empat kembar, Adi, Nury, Lukman, Dimas dan, Keira.
Mereka semua sudah satu keluarga, walaupun dulu nya sempat terjadi pertengkaran besar, namun karena saling mengakui kesalahan kini mereka menjadi satu keluarga.
"Peluk aku dulu dong sayang,!" ucap Nury kepada Aya.
"Nanti main ke kos kosan aku ya kak," jawab Aya.
"Iya kakak usahakan, kamu jaga diri baik-baik ya di sana," jangan mudah terpengaruh dengan keadaan, ingat loh dek di kota kehiduppan keras, ucap Nury.
__ADS_1
"Iya kak, akan aku ingat selalu."
Aya juga berpelukkan kepada ke empat kembar, dan berpelukkan juga kepada Dimas dan Keira.
Setelah itu, mereka sekeluarga pergi mengantarkan Aya sampai ke terminal.
Karena di terminal Naura sudah menunggu dan mereka akan menaiki bis yang akan membawa mereka ke kota.
Sekitar setengah jam, akhirnya mereka semua sampai di terminal.
Dan benar, ternyata Naura dan kedua orang tua nya sudah lama menunggu.
Setelah berpelukkan ke semua keluarga.
Aya dan Naura menaiki bis tersebut dan mereka semua berpisah dan saling melambaikan tangan tanda perpisahan.
Setah memakan waktu enam jam akhirnya Aya dan Naura sampai ke kota.
Di sana mereka sudah di tunggu oleh Hendri, karena Naura meminta Hendri untuk menjemput mereka.
"Akhirnya kalian sampai juga ke kota," ucap Hendri kepada Naura dan Aya.
"Alhamdulillah kak, ucap Aya dan Naura bersamaan."
Akhirnya Hendri mengantarkan Aya dan Naura ke tempat kossan yang telah di pilih oleh Adi.
Saat mereka sedang di perjalanan, Naura mencuri-curi pandang kepada Hendri, namun Hendri tetap cuek-cuek saja.
Suasana menjadi terasa canggung, karena mereka bertiga sama-sama diam dan tidak membuka suara masing-masing.
Tiba-tiba Naura membuka suara.
"Lumayan lah, hanya bersebelahan gang saja," jawab Hendri seada nya, karena Hendri kurang menyukai Naura yang bersikap terlalu berlebihan.
Tiba-tiba Aya juga membuka suara nya yang membuat Hendri menjadi bahagia.
"Kak Hendri, di kota sama siapa kak tinggal nya,?" ucap Aya.
"Kakak sama teman dek," teman sekaligus anak buah kakak, jawab Hendri kepada Aya.
****
Di lain tempat.
Di sebuah rumah yang lumayan mewah, namun tidak terlalu besar.
Kavindra sedang bermain bersama anak nya yang berumur lima tahun.
Tiba-tiba Bella datang menghampiri ayah sama anak itu.
"Sayang aku sudah siapkan semua masakkan kesukaan Arden," ucap Bella kepada Kavindra.
"Iya sayang terimakasih istri ku," jawab Kavindra kepada Bella.
Tidak lama setelah itu, datang sebuah mobil mewah yang di tumpangi oleh laki-laki tampan, siapa lagi kalo bukan Arden.
Arden memiliki tunangan yang bernama Melinda.
__ADS_1
Melinda adalah anak pemilik kampus ternama di kota xxx
Arden bertemu dengan Melinda saat kuliah di kota j.
Mereka berpacaran sudah sangat lama hingga memutuskan untuk bertunangan.
Melinda adalah perempuan yang suka dengan kekayaan, semua barang-barang yang Melinda punya adalah barang branded.
Ini foto Melinda ya gaes 😊😊.
Saat Arden masuk ke dalam rumah tiba-tiba seorang anak perempuan berlari menghampiri Arden.
"Kakak Kia kangen sama kakak," ucap Kia memeluk Arden dengan erat.
"Kakak juga kangen banget nih sama adek kecil kakak ini," jawab Arden.
"Kakak bawa apa buat Kia.?"
"Bawa apa ya, ayo tebak," ucap Arden kepada Sazkia yang sering di panggil Kia.
"Ayo sayang sini dulu sama mamah," kak Arden nya lagi capek baru datang, ucap Bella.
"Gak mau mamah, Kia mau sama kakak," jawab Kia.
"Biar saja mom Kia sama aku dulu, aku juga kangen sama Kia," ucap Arden.
Tiba-tiba Kavindra datang dan menghampiri istri dan anak-anak nya itu.
"Hai boy, gimana kabar kamu sehat,?" ucap Kavindra kepada Arden.
"Sehat dad, kalo daddy sehat,?" jawab Arden.
"Alhamdulillah daddy sehat."
"Ayo kita makan dulu boy, tadi mom mu sudah masak banyak buat menyambut kedatangan kamu," ucap Kavindra.
Saat mereka berada di meja makan, tiba-tiba datang seorang perempuan cantik, entah kapan masuk nya tiba-tiba langsung mencium pipi Arden.
"Selamat siang semua," ucap Melinda yang tiba-tiba langsung mencium pipi Arden.
"Siang," jawab semua yang ada di meja makan tersebut.
"Apa aku juga boleh ikut makan,?" ucap Melinda.
"Boleh, ayo makan," jawab Bella kepada Melinda.
Sebenarnya Bella kurang menyukai Melinda.
Namun Arden sangat di butakan oleh cinta sehingga dia tidak bisa melihat perempuan baik-baik dan mana yang tidak baik-baik.
"Kenapa kamu tiba-tiba kesini sayang,?" ucap Arden kepada Melinda.
"Kamu lama sekali datang ke rumah sayang, maka nya aku langsung menyusul kamu ke sini," jawab Melinda.
"Kan aku harus pulang dulu, nanti aku akan ke rumah kamu untuk membahas masalah mulai mengajar di kampus orang tua kamu," ucap Arden.
__ADS_1
"Baiklah," ucap Melinda yang tidak ingin berdebat dengan Arden.
Yang tetap ingin lanjut jangan lupa Like, Komen dan Vote ya gaes biar aku lebih semangat up nya 😊😊🙏🙏🙏