Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Kecelakaan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, sekarang Naura benar-benar menjadi tawanan Anton, si laki-laki bertubuh pendek dan perut buncit.


Naura bahkan tidak di perbolehkan untuk keluar dari kamar apartemen, semua nya serba di layani oleh pelayan yang di sewa Anton.


Sudah beberapa kali Naura ketahuan untuk kabur dari apartemen, namun semua usaha nya telah gagal, hanphone nya pun juga telah di sita oleh Anton.


Sekarang Naura hanya bisa pasrah untuk melayani saat Anton kehausan akan n***u nya yang sangat kuat itu.


Di lain tempat.


Sudah satu minggu ini Aya sedang mencari keberadaan Naura, bahkan di kossan nya tidak pernah terlihat sama sekali.


Aya pun mencari sampai ke kampus, dan semua teman-teman nya pun tidak ada yang mengetahui keberadaan Naura.


namun semua nya nihil, pencarian Aya hanya sia-sia.


Aya sudah putus asa, dia takut jika terjadi apa-apa dengan sahabat nya itu.


Walaupun Naura berubah sikap kepada dia, namun Aya tidak pernah membalas semua sikap dan kelakuan Naura terhadap diri nya.


'Naura kamu kemana sih, aku sudah lelah mencari kamu,' aku harus bilang apa jika nanti orang tua kamu bertanya, batin Aya, yang sedang melamun saat berjalan di koridor kampus.


Tidak senghaja Aya menabrak seseorang yang sedang berlari, entah seseorang itu sedang mengejar apa sehingga semua buku Aya dan buku-buku orang tersebut berhamburan menjadi satu.


Brakkkkkkkkkk



Semua buku pada berhamburan, untung saja dosen arden cepat-cepat menolong Aya, jika tidak Aya pun ikut terjatuh.


"Lain kali kalo jalan itu jangan sambil melamun, bahaya jika kamu sampai terjatuh," ucap Arden.


"Ma-maapkan saya pak, saya tidak senghaja," jawab Aya.


Namun dari sorot mata Aya, memancarkan bahwa dia lagi dalam keadaan masalah, dan itu dapat Arden lihat.


"Apa kamu baik-baik saja,?" ucap Arden.


Tumpah sudah tangis Aya, dia tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi saat ini.


Aya menceritakan semua masalah nya kepada Arden, bahwa diri nya sedang tidak baik-baik saja.


Arden dapat menyimpulkan, jika gadis ini sedang terpuruk dengan tidak ada kabar dari teman nya sama sekali, namun Arden juga tidak dapat banyak membatu.


Saat ini mereka sedang berada di area parkiran mobil.


Arden berlari-lari karena ada sedikit masalah, namun masalah nya lebih besar Aya daripada diri nya.


"Biar aku anter pulang saja, takutnya nanti kalo jalan sendiri bukan manusia lagi yang menabrak, melainkan,?" ucap Arden terhenti.


"Melainkan apa pak,?" kok tidak di teruskan, jawab Aya.


"Maap aku harus cepat-cepat ke rumah sakit."

__ADS_1


Aya mengejar Arden saat ingin masuk ke dalam mobil.


Aya masih penasaran akan siapa yang sedang masuk rumah sakit.


"Mau kemana kamu,?" ucap Arden kepada Aya.


"Siapa yang masuk rumah sakit pak,?" bapak tidak menjawab pertanyaan saya dari tadi, ucap Aya dengan cemberut.


"Mom Bella yang masuk rumah sakit, kalo kamu mau ikut cepat masuk,!" jawab Arden yang langsung masuk ke dalam mobil nya, dan di susul juga oleh Aya.


Saat di perjalanan, mereka saling diam dan tidak ada yang saling berbicara.


Hingga akhirnya Arden yang terlebih dahulu membuka suara nya.


"Teman kamu itu jurusan apa,?" ucap Arden.


"Dia mengambil jurusan perkantoran pak," jawab Aya.


"Apakah dia teman-teman nya Siska dan Ayu,?" ucap Arden.


"Saya tidak tahu pak siapa teman-teman dia," apakah bapak mengetahui nya,? jawab Aya.


"Saya juga kurang tahu," cuman kan saya dosen jadi pasti saya mengetahui siapa siswa dan siswi di kampus.


"Saya sangat khuatir pak, jika terjadi sesuatu sama dia," bahkan saya sudah kehilangan kontak nya.


Akhirnya Arden dan Aya sampai di rumah sakit, dan mereka menuju tempat dimana Bella sedang di periksa.


Sedangkan Kavindra yang sedang duduk bersama Kia, merasa terkejut saat melihat anak nya bersama seorang perempuan yang baru saja dia lihat.


"Daddy juga belum tahu keadaan mom bagaimana," tadi bibi di rumah bilang bahwa mom pingsan di dalam kamar mandi, jawab Kavindra.


"Kia ikut sama kakak Aya dulu, mau,?" ucap Arden kepada Kia.


"Mau," jawab Kia.


"Tolong bawa Kia dulu ya, manti jika dia ingin tidur bilang ke saya,!" ucap Arden kepada Aya.


Setelah itu Aya dan Kia pergi meninggalkan Arden dan Kavindra.


"Kia sudah makan sayang,?" ucap Aya lemah lembut kepada Kia.


"Belum," jawab Kia.


"Ayo kita makan dulu sayang.!"


Sedangkan di dalam ruang.


"Daddy istirahat saja dulu, biar mom aku yang jaga,!" ucap Arden.


"Daddy di sini saja boy, bagaimana bisa daddy istirahat sedangkan mommy mu di dalam sana," jawab Kavindra kepada Arden.


Tidak berapa lama hanphone Arden berbunyi.

__ADS_1


"Sayang kamu dimana, aku kangen,?" ucap Melinda di seberang sana.


"Maap sayang aku sedang di rumah sakit, mom Bella sedang di periksa dengan dokter."


"Ya ampun sayang, mom Bella sakit apa, aku kesana ya,?" ucap Bella dan mematikan telepon sepihak dengan Arden.


Tidak lama setelah itu, Melinda datang sendirian.


Tiba-tiba Melinda langsung mencium pipi Arden, tanpa memperdulikan Kavindra yang juga ada di sana.


"Bisa sopan sedikit tidak, di sini ada daddy," ucap Arden kepada Melinda.


"Upzzz sorry sayang," ucap Melinda yang tidak mengakui dengan kesalahan nya.


"Tidak apa-apa boy, daddy juga mengerti," jika kalian ingin melepas rindu pergilah daddy tidak apa-apa, ucap Kavindra yang mengerti dengan perasaan sepasang kekasih itu.


"Tidak dad, aku di sini saja nemanin daddy," jawab Arden.


Sebenarnya Arden sangat ingin bertanya dengan Melinda, kemana saja dia selama ini tanpa kabar, bahkan di telepon saja tidak aktif.


Namun saat ini Arden harus menahan nya, karena situasi belum stabil.


Tidak lama setelah itu, Aya datang bersama Kia yang sedang tertidur di dalam gendongan Aya.


Arden yang melihat itu langsung menghampiri Aya dan ingin mengambil Kia dari gendongan Aya.


"Biar Kia sama aku saja," ucap Arden kepada Aya.


"Tidak apa-apa pak, biar Kia bersama saya saja," cuman dimana saya harus membaringkan Kia pak,? jawab Aya.


Di lain tempat.


Naura merengek seperti anak kecil yang meminta kepada Anton ingin jalan-jalan dan ingin membeli banyak barang-barang.


Padahal itu hanya sebagian dari rencana nya saja, agar dia dapat kabur dari Anton.


Namun bodoh nya Anton mau menuruti permintaan Naura, dan tidak berpikir sebelum menyetujui nya terlebih dahulu.


Setelah Naura sudah bersiap-siap dan berpakaian rapi, Naura turun dari tangga dan di sana sudah ada Anton yang sedang menunggu.


Sebenarnya Anton tidak rela jika harus keluar seperti ini, sebenar nya Anton selalu ingin bermanja-manja bersama Naura di dalam kamar saja, namun Anton juga tidak boleh egois karena Naura sudah satu minggu ini sudah melayani nya tanpa henti.


Setelah mereka di perjalanan, Naura meminta untuk pergi ke mall yang terbesar di kota ini, dan Anton menuruti saja dengan kemauan Naura.


Saat Naura dan Anton berjalan, tiba-tiba Naura kabur dan ingin selama nya menjauh dari Anton.


Karena sesungguhnya Anton sangat menyiksa batin dan fisik nya.


Namun naas nya, tiba-tiba saat Naura berlari mencoba kabur.


Dari arah berlawanan ada sebuah mobil melaju sangat kencang dan tiba-tiba


Brakkkkkkkkk

__ADS_1


Naura terjatuh dengan berlumuran banyak darah.


Namun sial nya Anton bukan nya menolong dia malah pergi meninggalkan Naura yang sedang dalam keadaan keritis.


__ADS_2