Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Pesan Surat


__ADS_3

Saat Lisa, Tina, Adi, dan pak Abdul masuk ke dalam rumah Almarhum dan Almarhumah kedua orang tua Lisa.


Tiba-tiba Lisa menangis di pelukan Tina,


"Hiks hiks hiks, aku gak kuat."


Lisa menangis, sejujur nya di dalam hati yang terdalam, Lisa belum sanggup kehilangan kedua orang tua nya yang tiba-tiba meninggal dengan keadaan tidak wajar.


Adi menguatkan Lisa, agar Lisa bisa lebih tenang dan sabar menghadapi semua cobaan.


mereka ber empat duduk di ruang keluarga, di sana Lisa kembali menangis sambil terisak.


"Tenangkan dirimu nak, orang tua mu sudah tenang di alam sana," masalah meninggal nya wajar atau tidak, biar Allah yang mengatur nya, kata pak Abdul.


Saat Lisa sudah mulai tenang, kemudian Tina mengajak Lisa untuk tidur ke kamar yang dulu dia tempati.


Setelah Tina dan Lisa masuk, pak Abdul mulai membuka suara kepada Adi, untuk menanyakan kenapa Lisa bisa bersama dengan nya.


Adi menceritakan awal mula dia bertemu, sampai semakin dekat dengan ibu nya, dan beberapa bulan belakangan Aya mengalami kecelakaan, dan sampai akhir nya Adi memutuskan untuk menemani Lisa sampai ke kampung halaman nya.


Pak Abdul pun meneteskan air mata nya, betapa sulit nya saat itu keadaan Lisa dan adik nya.


Pak Abdul sangat bersyukur karena Lisa dan adik nya berada di dekat orang-orang yang baik.


Kemudian pak Abdul mengantarkan Adi ke kamar, yang dulu nya di tempati Almarhum kedua orang tua Lisa.


Karena di rumah itu ada tiga kamar, dan kamar yang dulu nya sebagai kamar Aya, itu dibuat menjadi tempat barang-barang beharga.


Agar tidak ada orang yang ingin berniat untuk mencuri.


Setelah pak Abdul keluar dari rumah Lisa, Adi segera masuk ke dalam kamar kedua orang tua Lisa, hawa nya terasa sejuk dan damai.


Adi mempercayai bahwa kedua orang tua Lisa adalah orang yang sangat baik, sebab tetangga pun dengan suka rella bergantian untuk membersihkan rumah ini.


Adi pergi ke dapur untuk membersihkan tubuh nya, yang terasa lengket akibat jauh nya perjalanan.


Karena di rumah Lisa hanya ada satu kamar mandi yang letak nya di dapur sebelah ruang makan.


Setelah Adi selesai membersihkan tubuh nya, dan hanya menggunakan handuk yang menutupi aset beharga nya saja.


Saat Adi keluar kamar mandi, Adi terkejut melihat Lisa kenapa tiba-tiba ada di dapur.


Adi mendekati Lisa yang sedang duduk di kursi dekat penggorengan.


Karena dapur milik Lisa, tidak memiliki meja makan.


"Lisa, kamu kenapa ada di sini," tanya Adi.

__ADS_1


Lisa yang merasa ada yang memanggil nya, menoleh ke belakang.


Betapa terkejut nya Lisa, saat melihat Adi hanya memakai handuk saja yang menutupi aset beharga nya.


"Mas Adi kenapa ada di sini," Lisa balik bertanya.


"Mas baru selesai membersihkan badan, rasa nya lengket saja, kamu sendiri ngapain di sini," jawab Adi.


"Lisa tidak bisa tidur mas, mungkin karena Lisa sudah terbiasa dengan angin kota," jadi susah beradaptasi lagi dengan keadaan di sini.


"Lisa, apakah mas boleh menanyakan sesuatu.?"


"Boleh mas, tapi mas Adi pakai baju dulu sana," usir Lisa secara kecil.


"Kenapa emang kamu tidak mau melihat mas sexsi seperti ini," jawab Adi dengan mata genit nya.


"Mas apaan sih, sana cepat mas," jawab Lisa.


Adi masih betah untuk membuat Lisa tersipu malu.


"Mau ikut mas tidak jawab Adi," semakin membuat Lisa tersipu malu.


"Apaan sih mas Adi, cepat sana kalo masuk angin aku tidak bantuin yah," jawab Lisa.


"Iya iya deh mas pakai baju dulu, masa kamu tega sih kalo mas masuk angin."


Sedangkan Lisa hanya tertawa, melihat tingkah Adi seperti seorang anak kecil.


Ketika Adi sudah selesai berpakaian, Adi duduk menghampiri Lisa, kelihatan dari muka Adi sepertinya dapat di lihat jika dia ingin serius bicara.


"Lisa, apakah mas boleh bertanya sesuatu.?"


"Bicaralah mas, apa yang ingin kamu pertanyakan.!"


"Apakah kamu masih memiliki keluarga, dari pihak ayah atau ibu.?"


"Sebenarnya aku kurang mengetahui masalah cerita keluarga ku mas, yang aku ketahui," ibu adalah seorang anak tunggal, dan kedua orang tua nya meninggal karena bencana longsor, sedangkan pihak ayah seperti nya ada sesuatu yang di rahasiakan beliau mas, sampai beliau meninggal tidak pernah membahas masalah keluarga, tapi aku pernah mendengar ibu dan ayah bertengkar masalah tidak di restui.


Lisa mulai bercerita kepada Adi, masalah apa yang membuat kedua orang tua nya bertengkar.


Flashback On


"Sudah ku katakan bu, jangan pernah lagi mengungkit masalah keluarga ku.!"


"Tapi yah, ibu yakin kedua orang tua mu adalah orang baik, di sini ibu curiga ada kesalah pahaman saja yah."


"Salah paham apa, yang pastinya mereka tidak merestui hubungan aku dengan kamu, mereka ingin aku menikah dengan pilihan mereka."

__ADS_1


"Ibu sangat yakin ini pasti ada kesalah pahaman yah, percayalah kepada ibu."


"Semenjak mereka menghusir ku, aku sudah tidak ingin tahu lagi masalah keluarga itu," biarlah aku tidak perduli lagi, kan masih ada kak Kavindra yang mengurus semua aset perusahaan papah.


Flashback Off


"Jadi seperti itu masalah nya, mungkin benar kata ibu mu," di sini pasti ada kesalah pahaman.?"


"Entahlah mas, aku juga kurang tahu."


"Aku harus mencari tahu siapa yang bernama kavindra itu.?"


"Mas sebaiknya jangan deh, seperti nya mereka adalah orang kaya," aku tidak ingin terlibat dalam masalah ini."


"Kamu tidak usah khuatir, biarlah ini menjadi urusan mas, biar bagaimana pun kita menikah harus ada restu dari pihak ayah mu.!"


"Terserah mas sajalah, kalo menurut ku percuma, malah akan membuat hubungan kita semakin rumit mas."


"Akan mas usahakan, bersabarlah, jika hubungan di restui oleh yang tertua," Insya Allah akan sakinah, mawaddah, dan warrahmah.


Setelah perdebatan mereka, masih ada waktu beberapa jam untuk mengistirahatkan tubuh mereka , sebelum Azan subuh.


Mereka masing-masing menuju kamar mereka.


Adi yang masih belum merasa mengantuk, mencoba untuk mencari sesuatu yang akan mempermudah untuk mencari siapa jati diri ayah Lisa.


Untung saja kamar ini hanya pintu luar saja yang di kunci, tetapi barang-barang di sini masih tersimpan rapi.


Setelah Adi mencari-cari di dalam lemari, Adi tidak menemukan apa-apa yang akan menjadi barang bukti.


Adi mulai merasa putus asa, hampir semua barang-barang di kamar ini sudah Adi lihat, tetapi tidak ada yang membuahkan hasil.


Ketika Adi ingin menutup lemari pakaian, Adi melihat sesuatu yang menurutnya berbeda dengan yang lain.


Sebuah guci antik berukuran mini, berbungkus kain transparan.


'Seperti nya bukan guci antik biasa,' batin Adi.


Setelah di Lihat ternyata ada sebuah kertas di dalam nya.


Adi langsung duduk di tepi kasur, dan membuka kertas yang ada di dalam guci antik itu.


Sebuah pesan surat, dan Adi langsung tegang ketika membaca semua tulisan yang ada di dalam surat itu.


Hai gaes ikutin terus cerita aku ya, semua nya akan terungkap siapa jati diri Lisa sebenar nya 😊😊😊


Bila masih ada kesalahan dalam menulis kata-kata, mohon maap ya 😊🙏🙏🙏, karena aku masih dalam proses belajar.

__ADS_1


__ADS_2