
Hargailah seseorang yang mencintaimu, menyayangimu.
Selagi dia masih ada
Jika dia sudah memilih pergi
Dia tidak akan menengok ke belakang
Dan mengingat, bahwa dia pernah mengharapkan mu lebih dari hidup nya.
••••
Ketika Lisa ingin memecahkan keheningan diantara mereka, tiba-tiba phonsel Adi berbunyi pertanda telepon masuk.
"Hallo.." suara seoarang wanita terdengar di seberang telepon.
"Iya, dengan siapa ini?", jawab Adi dengan cepat.
"Mass mas Adi, aku Rahma tolong aku mas, aku dalam bahaya.
Adi yang terlalu kecewa kepada sifat Rahma dulu, yang menghianati cinta nya, dan berakhir perpisahan.
Padahal waktu itu pernikahan mereka tinggal menghitung hari saja.
"Iya kamu dimana.?"
"Mas Adi," aku berada di tempat xxx, tolong aku mas hiks hiks hiks.
Karena Adi orang yang pendirian, tetap pada tujuan awal nya, bila sudah di sakiti tak akan pernah untuk kembali.
"Aku akan kesana.?"
Lisa yang bingung kenapa Adi main mau-mau saja, tapi dia tak mungkin untuk bertanya, karena itu tidak ada urusan dengan nya.
"Lisa," kamu ikut mas ya.?"
"Terus Aya," bagaimana mas, dia sendirian di rumah.?
Adi berpikir sejenak, dia baru dapat ide..!
Karena kemaren setelah Adi tau bahwa pemilik kossan itu adalah istri dari teman Adi, yang bernama Fajar.
Dia akan minta tolong kepada Fajar, untuk menjaga adik nya Lisa, untuk sementara waktu.
Adi mengeluarkan hanphone nya dan menyentuh layar whatsApp, untuk mencari tombol telepon.
"Assalamu Alaikum."
"Wa Alaikum Salam," iya Adi, kenapa.?
"Begini loh Jar," aku mau minta tolong ke kamu, itu ada adik nya teman aku ngekos di tempat mu itu, tolong dong Jar, kasih hanphone kamu ke dia.
"Baiklah ini aku lagi jalan."
Saat tiba di muka kossan Lisa, Fajar mengetok pintu kossan nya.
"Assalamu Alaikum."
Tak lama terdengar suara pintu terbuka.
__ADS_1
Ceklekkkk
"Kakak cari siapa ya.?"
"Fajar terdiam," ternyata ada anak sekecil ini yang tinggal sendirian di kossan ini, kasian sekali dia batin Fajar.
"Ini loh dek," Fajar mengasih hanphone milik nya ke Aya.
Aya menerima dengan bingung, tapi dia tetap menerima hanphone itu.
"Assalamu Alaikum dek," kata Adi.
"Wa Alaikum Salam," kak Adi, kakak sama kak Lisa kenapa belum pulang, Aya takut kak disini hiks hiks hiks.
Aya menangis, dia sangat ketakutan.
Disaat seperti ini hujan deras dan suara petir berbunyi sangat keras, dia teringat akan ayah dan ibu nya, dia sendiri, kakak nya bekerja demi menghidupi nya.
"Adi dan Lisa mendengar itu," mereka jadi sedih, memikirkan hal itu.
Adi tidak boleh egois, kasihan Aya kalo Lisa dia bawa.
"Sayang dengerin kakak dulu ya," kak Adi sedang ada masalah, tidak apa-apa kan kalo kakak membantu kak Adi, Aya tidur saja dulu di kamar, tutup pintu nya, anak besar harus kuat dan pintar, tidak boleh takut dalam hal sesulit apa pun itu.
Aya yang mendengar nasehat dari kakak nya itu, berhenti menangis.
Dia berpikir kalo kak Adi pasti perlu bantuan dari kakak Lisa nya itu.
"Iya kak," Aya tidak boleh takut, Aya harus berani dan kuat.
Setelah mendengarkan jawaban dari Aya, Adi mematikan telepon nya.
Adi merasakan pegangan tangan di punggung nya itu merasa ada sedikit kehangatan.
••••
Saat mereka sampai di tempat yang di katakan oleh Rahma, Adi melihat dengan teliti, tidak terjadi apa-apa di tempat ini.
"Mas Adi," aku takut kata Lisa yang mulai merasa tak enak.
"Sebentar lagi ya," kita lihat kalo tidak ada tanda-tanda Rahma keluar, kita langsung pulang saja, kata Adi, yang mulai kasihan dengan Lisa.
Saat Adi mulai bosan juga, dia berbalik ingin pergi, tiba-tiba ada yang memeluk dari belakang.
Adi yang kaget dan refleks melepaskan tangan yang memeluknya.
Adi kaget, ternyata yang memeluknya adalah Rahma.
"Kau," apa hak mu main peluk-peluk saja.
"Jangan sok suci mas Adi," sebenarnya kamu suka kan kalo aku peluk seperti tadi.
Adi hanya tersenyum kecil, dia tidak menanggapi omong kosong Rahma, yang dia anggap seperti sampah.
"Mas Adi," aku pengen balikan sama mas, aku pengen kita seperti dulu lagi.?
"Kenapa kamu diam mas," Rahma yang mulai bosan sendiri, Adi yang dia harapkan akan luluh, malah Acuh dengan sikap nya yang dingin.
Dulu Adi tidak pernah bersikap cuek dan dingin kepada nya, tapi kenapa sekarang Adi bersikap seperti itu.
__ADS_1
"Tolong jangan diamkan aku," hiks hiks hiks, Rahma mulai menangis dia berpikir Adi akan luluh dengan tangis nya.
Lisa yang melihat semua adegan yang membosankan menurut nya, dia hanya diam dan mendengarkan saja, tanpa ingin ikut campur.
"Sudah cukup dengan derama mu," Adi mulai bersuara.
"Apa maksud mu," kamu bilang aku bersandiwara, Rahma mulai ingin memeluk Adi lagi, tapi dengan kasar nya Adi menyentak tangan Rahma, dan berkata.?
"Jika sampah yang sudah kotor," apakah aku harus memungut nya lagi, sedangkan tempat sampah sudah menunggu barang yang sudah kotor.
"Apakah aku sudi," memungut dirimu yang sudah bekas orang lain, bahkan bercinta di depan mata ku sendiri, dengan lancang nya saat itu kau berkata tidak pernah mencintai ku yang miskin ini.
Rahma terdiam seribu bahasa, dia akui saat itu dialah yang salah, dia terlalu terlena oleh sifat manis nya Lukman.
Lukman bisa memberikan nya cinta yang luar biasa, yang tidak pernah bisa Adi berikan.
Jangankan bercinta, seperti dia dan lukman, berciuman saja Adi selalu menolak.
"Maap Rahma," aku kira cukup sampai di sini saja, jangan kau cari aku lagi.
Dan yang perlu kau ingat, AKU TIDAK MEMUNGUT SAMPAH YANG SUDAH BEKAS ORANG LAIN, camkan itu.
Adi pergi dan menarik tangan Lisa, dia berdua ingin pergi meninggalkan tempat itu, namun Rahma kembali bersuara.
"Apakah perempuan ini sudah memberikan serpis terbaik buat mu Adi.?"
Kata-kata itu terdengar jelas di telinga Lisa, seumur hidup nya baru ini dia di katakan dengan sebutan serpis artinya melayani, sungguh muak dia mendengar, dari tadi dia hanya diam saja, tapi kali ini tidak, Lisa tidak ingin harga dirinya di injak-injak oleh orang lain.
Dengan kasar Lisa berbalik, tanpa Rahma dan Adi sadari, Lisa menampar pipi mulus Rahma dengan kasar.
Dan berkata
"Maap tante,"
kalo punya mulut di jaga ya.
"Ehh anak kecil tau apa," kamu pasti menggoda Adi kan, supaya dia tertarik dengan tubuhmu itu.
Lisa tertawa terbahak-bahak, seperti orang yang sedang mengejek.
"Tante lupa ya," atau sudah pikun, mas Adi tidak tertarik dengan yang nama nya bekas, lah kalo aku masih seger loh tante, wajar lah kalo mas Adi suka nya sama yang segar dan yang masih woww.
Rahma marah dan sangat marah, atas perkataan yang keluar dari mulut perempuan itu, dia tidak akan pernah mau menyerah, dia akan merebut Adi lagi.
Sekarang dia lebih baik mengalah, tapu lain kali Adi pasti akan bertekuk lutut kepada nya.
"Awas ya kau anak kecil," Adi pasti akan kembali lagi pada ku, dan kau akan di tendang nya jauh-jauh
Rahma pergi meninggalkan tempat itu, dengan amarah yang memuncak.
Adi yang melihat itu hanya tersenyum kepuasan, dia tidak menyangka dibalik keterpurukan perempuan kecil ini, ada sebuah keberanian yang dia simpan.
Maap kakak semua aku telat up nya, mau nya malam tadi up, tapi udah ketiduran ☺️🙏🙏
Semoga kalian semua suka ya dengan karya ku ini, maap ada banyak kekurangan, karena di sini saya masih belajar 🤗🤗🤗
Silahkan tinggalkan komentar kalian
jika ada yang salah dengan tulisan saya.
__ADS_1