
"Sa-sayang kamu.????????"
"Iya mas ini aku, kamu kenapa mas.?"
Hendri menghampiri Aya dan memandang seperti orang yang sedang kebingungan saat melihat Aya yang sangat se*si malam ini.
"Kamu kenapa mas, apa aku tidak cantik,?" ucap Aya dengan nada yang sangat kecewa.
"Aku pangling sayang, kamu sangat cantik malam ini dengan gaun ini."
Aya tersipu malu, saat Hendri mengucapkan kata-kata yang mampu membuat dia seakan-akan terbang melayang.
Di pengang Hendri pundak mungil Aya, di tuntunnya hingga sampai di atas ranjang yang berukuran king size bed.
Di ci***ya kening Aya sangat lama, dan turun ke pipi kanan dan kiri, dan terakhir turun ke bibir yang sejak tadi sangat menggoda iman Hendri.
Kembali lagi Hendri turun ke gunung kembar milik Aya yang sangat kencang, dan padat.
Di hi**p nya dan di lu**t nya bukit kembar milik Aya, hingga lolos di bibir mungil suara de**han yang sangat se*si di telinga Hendri.
Tangan kanan Hendri turun lagi ke tempat sensitif Aya yang sudah sangat basah dan lembab.
"Punya kamu sangat basah sayang."
"Mas."
"Kenapa sayang.?"
"Aku malu ahhhh," ucap Aya sambil men***ah.
Karena tangan Hendri sudah maju mundur di goa lembah milik Aya.
"Mas aku mau keluar."
"Keluarkan sayang.!"
Aaaaaaaaaaah air kenikmatan Aya sudah keluar hingga tangan Hendri yang berada di tempat sensitif tersebut basah dengan air kenikmatan.
__ADS_1
Cepat-cepat Hendri membuka celana nya, hingga tanpa sehelai benang.
Hendri tujukan rudal nya ke goa milik Aya.
Hingga tanpa menunggu lama, rudal tersebut masuk dengan sempurna.
Walaupun ada sedikit kendala karena milik Aya masih terasa sangat sempit.
Hingga permainan panas mereka memakan waktu cukup lama, sampai jam 3 pagi.
"Terimakasih sayang, mas sangat puas malan ini."
"Sama-sama mas," jawab Aya sambil masuk ke dalam pelukan Hendri.
Jam menunjukan pukul 5 pagi.
Terdengan sura orang tadarusan Al Qur'an di mushola terdekat
Hendri cepat-cepat membangunkan Aya, agar bersiap-siap untuk melaksanankan sholat subuh.
"Emmmmmmh, aku ngantuk banget mas."
"Bangun sayang, ayo sholat subuh,!" hari ini kamu ada jam kuliah pagi kan.
"Iya mas."
Cepat-cepat Hendri menggendong tubuh Aya yang masih dalam keadaan polos.
"Mas aku malu."
"Malu apa lagi sayang, mas sudah melihat dan menikmati nya."
Hingga selesai mandi besar nya, Aya dan Hendri bersiap-siap sholat subuh berjamaah di rumah saja.
Karena di mushola sudah terdahulu melaksanakanya.
Ini adalah pertama kalinya Aya di imam mi oleh Hendri, setelah mereka menikah.
__ADS_1
Saat Hendri berada di kampung, Hendri lebih sering sholat 5 waktu berjamaah di mushola.
Sedangkan di hotel lombok, Hendri juga sholat berjamaah di mushola hotel bersama beberapa orang yang juga menginap di hotel tersebut.
Setelah mengucapkam salam, Aya menyabut dan mencium tangan kanan Hendri.
***
Seperti biasa, setiap pagi nya Radix selalu menyempatkan waktu nya untuk berjemur di halaman rumah.
Setelah Radix mengalami sakit yang cukup parah.
Saat itu juga Radix berhenti bekerja, dan semua kebutuhannya di tanggung oleh Bella.
Bella masih bekerja sebagai penjual buket bunga dan berbagai macam-macam jenis bunga.
"Papah sudah lama di sini.?"
"Iya Nak Arden, seperti ini lah megiatan papah setiap pagi," papah bosan di rumah terus Nak, ingin bekerja juga.
"Bekerja apa pah, papah harus jaga kesehatan.!"
"Apa sajalah yang penting bekerja, ayolah Arden beri papah pekerjaan.!"
Arden merasa sangat bingung, sebab papah mertua nya ini harus istirahat total, dan tidak boleh terlalu kelelahan.
"Apa ya pah, aku juga bingung.?"
"Apa sajalah yang penting papah bekerja, kasihan mamah kamu," dia yang bekerja untuk makan papah dan nenek kamu.
Tiba-tiba Falisha datang menghampiri Arden dan Radix papah nya.
"Papah mau bekerja apa,?" kasihan mamah pah, jika papah sakit lagi.
"Papah malah kasihan sama mamah kamu, harus bekerja sendirian."
Arden melihat ke arah Falisha, dan di balas Falisha dengan gelengan kepala.
__ADS_1