
Sepanjang malam Naura tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Naura memikirkan apakah dia harus menerima tawaran dari teman-teman nya atau tidak.
Karena semakin hari akan semakin menipis keuangan Naura.
Naura tidak bisa mengharap pemberian dari orang tua nya, karena untuk makan saja sangat sulit.
Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.
Naura segera bangun dari tempat tidur nya.
Ternyata Naura tertidur saat waktu subuh.
Naura segera mandi dan membersihkan badan nya, dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
Tidak beberapa lama akhirnya Naura sampai di kampus, dan ternyata teman-teman Naura sudah lama menunggu.
"Naura kamu kenapa,?" ucap Ayu.
"Tidak apa-apa."
"Tidak apa-apa bagaimana,?" muka kamu seperti kurang tidur deh, jawab Siska.
"Iya aku kurang tidur," semalaman aku memikirkan tawaran kalian itu, ucap Naura.
Siska dan Ayu tertawa terbahak-bahak, hingga semua yang ada di halaman kampus melihat bingung mereka bertiga.
"Lo gila ya Naura,?" gitu saja sampai-sampai pakai acara mikir-mikir, ucap Siska.
"Ya harus lah, gue harus banyak-banyak mikir," kalo gue nerima tawaran kalian yang ada nanti nya masa depan gue bagaimama.?
"Hari gini lo mikir masa depan,?" yang harus lo pikir itu bagaimana bertahan sehari-hari dalam keadaan seperti ini, semua butuh uang, makan saja harus pakai uang, ucap Ayu.
"Lo bakal nyesal kalo tidak terima tawaran kita-kita," lo tau kita berdua tidak pernah kekurangan uang, bahkan setiap hari saja kita makan enak-enak, kita bisa shopping, dan banyak lah, ucap Siska lagi.
Hingga akhirnya bujukkan demi bujukkan runtuhlah pertahanan Naura.
Naura setuju dengan saran kedua teman-teman nya itu.
Naura akan bekerja seperti apa ke dua teman-teman Naura bekerja.
"Oke gue terima," ucap Naura.
"Serius lo, mikir yang benar,!" jawab Siska.
"Iya gue serius, gue butuh uang banyak agar bisa bertahan hidup di kota ini," dan kapan gue bisa bekerja, ucap Naura.
"Gampang masalah itu, sehabis pulang dari kampus kita akan kenalin dengan orang itu," jawab Ayu.
Dan akhirnya Naura benar-benar menyetujui ajakkan dari teman-teman nya itu.
Seperti janji ke dua teman-teman nya itu, sepulang dari kampus Naura di ajak mereka berdua ke salah satu mall terbesar di kota itu, untuk membeli baju dan pergi ke salon.
__ADS_1
Agar Naura bisa mempercantik diri.
Setelah semua nya selesai, Naura terlihat sangat cantik berbeda lebih jauh sebelum Naura di make over.
Setelah semua nya selesai, Naura di ajak ke dua teman-teman nya ke salah satu cafe untuk bertemu dengan seseorang.
"Setelah bertemu dengan orang itu, kamu jangan pernah menolak apa pun yang dia perintahkan," jangan bikin malu kami berdua,! ucap Siska.
"Iya aku mengerti," jawab Naura.
"Mau ganteng, tua, atau muda," itu adalah rezeky, dan kamu tidak boleh menolak nya karena tugas kamu bikin dia selalu senang itu saja, ucap Ayu.
Setelah mereka bertiga menunggu beberapa menit.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.
Naura yang juga melihat laki-laki itu datang merasa terkejut, karena ternyata seorang laki-laki tua yang mungkin umur nya sudah sekitar lima puluh lebih.
"Jangan kaget, yang penting uang nya bisa kamu peras,!" ucap Ayu yang membisikkan kepada Naura.
"Hai lama menunggu om ya,?" ucap laki-laki tersebut.
"Tidak juga om," ucap Ayu.
"Ini om teman kami yang mau berkenalan dengan om," ucap Siska.
"Hai cantik kenalkan nama saya Anton, kalo kamu.?"
"Nama saya Naura om."
"Kamu sangat pintar," nanti akan om transfer ke rekening kamu, ucap Anton.
Siska mengedipkan mata nya ke arah Ayu.
Itu artinya mereka berdua harus pergi dari tempat itu, karena permainan akan segera di mulai.
"Ingat ya lo jangan buat kami malu dengan om Anton,!" turuti apa mau dia dan lo juga nanti akan menikmati kekayaan yang dia punya, ucap Ayu yang membisikkan sesuatu kepada Naura.
Setelah Ayu dan Siska pergi meninggalkan Naura yang berdua saja dengan Anton.
"Jangan takut dengan om cantik," om tidak akan membuat kamu kesakittan, ucap Anton yang mengedipkan sebelah mata nya.
"I-iya om," jawab Nara dengan gugup.
"Kalo begitu ikut om.!"
Naura hanya berjalan mengekori di belakang Anton.
Anton mengajak Naura ke sebuah apartemen milik Anton.
Di lain tempat.
Mom Bella datang ke toko dengan anak nya si kecil Kia.
__ADS_1
Mom Bella ingin men cek hasil pengeluaran dan pemasukkan bulanan.
Sedangkan Aya bekerja dengan semangat.
Bagaimana tidak semangat, mom Bella sangat memuji kue buatan Aya.
"Selamat siang mom," ucap Aya.
"Siang juga Aya," kenalin ini anak nya mom, nama nya Sazkia bisa di panggil Kia.
"Hei cantik, kenalin kakak nama nya Aya."
"Kia kak," ucap Kia menjawab dengan malu-malu.
"Aya apakah masih ada sisa stok kue buattan kamu,?" ucap mom Bella.
"Ada mom sebentar Aya ambilkan ya," jawab Aya dan pergi meninggalkan mom Bella dan Kia.
Tidak lama Aya datang membawa beberapa model kue yang terlihat cantik dan membuat ingin cepat-cepat memakan nya.
"Ini mom silahkan di coba."
Setelah mom Bella mulai memasukkan kue ke dalam mulut nya, mom Bella sangat terkejut dengan rasa kue tersebut.
Sedangkan Aya merasa bingung saat melihat eksfresi muka mom Bella.
"Bagaimana mom apakah tidak enak,?" ucap Aya yang merasa kurang enak hati.
"Kue kamu sangat enak sekali Aya, kamu belajar khursus darimana.?"
"Mom bisa saja deh, aku kira kue buatan aku tidak enak," aku belajar dari mertua kakak aku mom, ucap Aya.
"Ini sungguh sangat enak Aya," kalo begini terus toko kue mom bisa semakin laris dan banyak para pelanggan yang berdatangan, kalo begitu mulai besok kamu mom tempatkan di bagian dalam saja Aya.!
"Benarkah mom,?" ucap Aya yang merasa sangat senang sekali, karena ini adalah kesempatan Aya untuk lebih memperdalam bakat nya.
"Iya benar Aya."
Obrolan mereka semakin terlihat sangat asik, namun tiba-tiba telepon mom Bella berbunyi.
"Iya hallo ada apa.?"
"Mom dimana, Kia ada besama mom ya.?"
"Mom lagi di toko kue, iya mom lagi bersama Kia," kamu mau kesini.?
"Iya mom, aku jemput Kia ya.?"
"Yasudah kamu cepat kesini, ini juga ada kue loh enak sekali.!"
"Baiklah mom," ucap Arden.
__ADS_1
Hai gaes ikutin terus cerita aku ya 🤗🤗
Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah seiklas kalian gaes 🤗🤗🤗🤗 agar aku lebih semangat up nya.