Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Bertemu


__ADS_3

Saat Naura di bawa oleh seseorang yang menabrak nya itu, ke salah satu rumah sakit terdekat.


Tiba-tiba berselisihan saat dengan Hendri.


Saat ini Hendri juga berada di salah satu rumah sakit xxx, karena sang nenek lagi sakit keras, dan harus di rawat di ruangan icu.


'Bukan nya itu Naura,?' batin Hendri saat merasa tidak asing dengan pasien tabrakkan itu.


"Maap suster, pasien yang barusan lewat tadi atas nama siapa ya,?" ucap Hendri.


"Maap dengan bapak siapa ya, apa anda mengenal pasien tabrakkan tadi.?"


"Saya merasa mengenal nya sus, apakah dia berasal dari kota xx dan nama nya Naura,?" ucap Hendri.


"Benar sekali pak, apakah anda mengenal nya,?" jawab suster tersebut.


"Dia teman saya sus tolong antar saya.!"


Saat ini Naura sedang dalam pemeriksaan dokter, untung saja tidak terjadi luka dalam, dan tidak ada yang lebih parah.


Serelah dokter keluar dari ruang pemeriksaan, dokter tersebut langsung dapat banyak pertanyaan dari Hendri.


"Maap dokter, bagaimana keadaan teman saya, apakah luka nya terlalu parah,?" ucap Hendri.


"Maap anda siapa nya pasien ya,?" jawab dokter.


"Saya teman nya dok,?" ucap Hendri.


"Teman anda atas nama Naura, tidak terjadi apa-apa, dan hanya saja dia terkejut saat mobil menabrak nya," dan juga tidak ada luka parah yang berlebihan, besok juga sudah bisa pulang.


Setelah dokter tersebut berpamittan kepada Hendri, Hendri masuk ke dalam ruangan rawat Naura.


Dan saat itu juga Naura sadar dari efek obat bius.


"Kak Hendri," ucap Naura yang merasa terkejut saat dia bangun dari sadarnya Tuhan langsung menghadirkan sosok yang selama ini dia harapkan.


"Jangan banyak bergerak Naura, luka kamu belum sembuh semua,!" jawab Hendri.


"Kak Hendri kenapa ada di sini,?" ucap Naura.


"Nenek ku sedang sakit keras, dan sudah seminggu nenek di rawat di rumah sakit ini," jawab Hendri.


"Semoga nenek cepat sembuh kak," ucap Naura berbasa-basi.


"Iya terimakasih Naura."


Suasana kembali Hening Naura dan Hendri diam dalam pikiran nya masing-masing.


Dan tidak lama, Hendri membuka suara nya.


"Kemana saja selama satu minggu ini, kenapa kamu sampai berada di kota ini," ucap Hendri.


Lama Naura menjawab pertanyaan dari Hendri, hingga Naura memiliki rencana agar Hendri dapat menjadi milik nya, selama nya.


"Saat itu aku berniat mencari pekerjaan, dan aku di tawarkan dengan sejumblah pekerjaan dan pendapatan lumayan," aku pikir, aku dapat pekerjaan di sekitar kota xx saja agar aku bisa bekerja dan kuliah, ternyata aku di bawa ke kota ini untuk di kirim ke negri H.

__ADS_1


Hendri merasa terkejut atas musibah yang menimpa Naura.


Hendri merasa bersalah telah berpikir jahat tentang Naura selama ini.


"Terus setelah itu,?" ucap Hendri.


"Selama tiga hari aku dan teman-teman lain nya di kurung," dan akhir nya aku dapat kabur setelah penjaga lengah sedikit, selama 4 hari ini aku berjalan tanpa arah karena aku tidak tahu kota ini kak hiks hiks hiks, jawab Naura dengan tangis palsu nya.


"Tenang lah, ada aku Naura.!"


'Kena kau kak, maapkan aku hanya ini cara agar aku dapat bersama kamu terus kak,' dan setelah ini permainan akan segera kita mulai, karena aku tidak ingin jika berlama-lama akan tumbuh janin yang aku kandung dari anak laki-laki sialan itu, batin Naura.


"Aku akan menghubungi Aya, karena dia sangat khuatir dengan keadaan kamu," ucap Hendri.


Saat Hendri ingin menelepon Aya, tiba-tiba Naura berucap.


"Jangan kak, tolong jangan kasih tahu dulu keberadaan aku sekarang dengan Aya," jawab Naura dengan nada memohon.


"Kenapa Naura, dia sahabat kamu dan dia berhak tahu keadaan kamu," ucap Hendri.


"Aku mohon kak saat ini jangan kasih tahu keberadaan aku sekarang, karena aku ingin mberikan kejuttan di saat ulang tahun nya nanti," jawab Naura.


"Kejuttan,?" ucap Hendri.


"Iya kak, apakah kakak melupakan ulang tahun Aya tinggal beberapa minggu lagi," dan saat di hari ulang tahun nya nanti aku akan memberi surprise, dengan kedatangan aku kak.


'Dan saat tepat di hari lahir mu tiba, aku akan mengatakan bahwa selama ini aku sangat mencintai kamu Aya dan ingin melamar kamu dan meminta restu dari mas Adi dan kak Lisa, batin Hendri.


"Baiklah, nanti kita sama-sama memberikan kejuttan buat Aya," ucap Hendri dengan tersenyum bahagia kepada Naura.


'Dan kejuttan itu berupa kamu akan menjadi milikku selama nya kak Hendri,' batin Naura.


Tanpa berpikir panjang Hendri menyetujui permintaan dari Naura.


"Baiklah tidak masalah," jawab Hendri.


'Yesssss,' batin Naura.


Di Lain tempat.


Saat ini di ruangan yang cukup luas dan mewah.


Bella di rawat, dan dokter mengatakan bahwa Bella hanya kelelahan dan penyakit tifes nya kambuh, sehingga Bella tidak mempunyai tenaga lagi.


Melinda, Arden dan Kavindra saat ini sedang dudk di sofa.


Sedangkan Aya duduk di lantai beralasan kasur berbulu tebal menemani Kia yang saat ini tertidur pulas.


"Sayang kita keluar dulu yuk, aku bosan di sini," ucap Melinda dengan nada manja nya.


"Keluarlah boy,!" ucap Kavindra dengan nada tegas, sehingga mau tidak mau Arden menuruti perintah dari daddy nya itu.


"Baiklah dad," jawab Arden.


Saat Arden dan Melinda keluar dari ruangan rawat Bella.

__ADS_1


Tertinggal lah Kavindra dengan Aya berdua saja, walaupun di ruangan itu juga Ada Bella dan Kia, namun mereka dalam keadaan tertidur.


"Nama kamu Aya kan,?" ucap Kavindra yang mencoba ingin mengenal lebih jauh sosok siapa Aya ini.?


"Iya tuan, nama saya Aya."


"Kamu kenal dengan istri saya,?" ucap Kavindra.


"Sangat mengenal nya tuan, dan saya juga bekerja di toko kue mom Bella," jawab Aya.


"Mom Bella, kamu memanggil dia mom, masa sama saya tuan,?" panggil saja saya daddy, sama seperti Arden dan Kia.!


"I-iya daddy," ucap Aya yang tergagap.


"Kamu lama mengenal Arden,?" ucap Kavindra.


"Pak Arden adalah dosen di tempat saya kuliah dad, jadi saya mengenal dia sebagai dosen saya," jawab Aya dengan jujur.


"Kamu bersal dari kota mana,?" ucap Kavindra.


"Saya berasal dari kota xxx dad, dan tinggal bersama kakak saya," jawab Aya.


Deggggggggg


'Kota xxx, itu kan kota tempat tinggal nya Adi dan Lisa,' apakah dia, oh tidak-tidak mungkin saya hanya teringat mereka saja dan saya juga lupa siapa adik nya Lisa itu, dan mungkin saja hanya sama kota nya namun kampung nya berbeda, batin Kavindra.


Di lain tempat.


Saat ini Arden dan Melinda sedang duduk berdua di taman rumah sakit.


Sedangkan Melinda bergelayut mesra di dada bidang Arden, yang masih tertutup baju Arden.


"Sayang aku kangen sama kamu, kamu tidak kangen ya sama aku,?" ucap Melinda dengan nada manja.


"Aku juga kangen sama kamu, cuman keadaan nya saja tidak tepat," aku tidak enak dengan daddy, ucap Arden.


"Daddy kamu pasti mengerti kok sayang, kamu nya saja yang tidak mengerti," ucap Melinda yang terdengar kesal namun masih ada nada manja nya.


Saat ini mood Arden sedang tidak baik-baik saja, namun Arden masih bisa me kontrol mood nya demi Melinda.


"Sayang aku boleh bertanya,?" ucap Arden.


"Boleh sayang, mau tanya apa.?"


"Beberapa hari ini kamu kemana, kenapa telepon kamu selalu tidak aktif.?"


"A-a itu sayang, beberpa hari ini aku sibuk sekali, kan kamu tahu sayang dengan pekerjaan aku,?" ucap Melinda namun masih terdengan gagap.


Tiba-tiba hanphone Melinda berbunyi, namun raut muka Melinda langsung berubah saat melihat nama yang tertera di layan hanphone itu.


"Siapa sayang, kok tidak di angkat,?" ucap Arden yang merasa penasaran dengan sang penelepon, sebab raut muka Melinda langsung berubah.


"I-ini teman aku sayang, dia mau ajak aku shopping dan nyalon," aku berangkat dulu ya sayang, emmmmuaachhh, jawab Melinda mencium pipi Arden dan langsung pergi saja tanpa persetujuan dari Arden.


"Ikuti dia,!" ucap Arden dengan nada tegas dengan seseorang di seberang sana.

__ADS_1


Hai gaes maap aku baru bisa up 🤗🤗🤗


Jangan lupa ya gaes Like, Komen, Vote dan Hadiah, agar aku lebih semangat lagi up nya 😊😊😊🙏


__ADS_2