Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Janda Cantik


__ADS_3

Setelah Arden berpikir cukup lama, akhirnya Arden memberikan pekerjaan yang lumayan baik, namun juga menghasilkan uang lumayan banyak.


"Pekerjaan apa mas.?"


"Papah mau tidak jualan baju online, khusus laki-laki saja pah.?"


Radix berpikir sebentar yang membuat Arden dan Falisha menjadi bingung.


"Iya papah mau Arden, bukankah itu juga bekerja dan akan menghasilkan uang,?" jadi papah bisa bantu-bantu mamah kalian.


"Iya pah aku juga setuju."


"Kalo papah sama Falisha setuju, maka secepatnya akan aku urus," jika sudah selesai nanti akan aku kabari papah.


"Terimakasih Nak Arden, papah bahagia sekali," akhirnya papah akan memiliki pekerjaan, dan ini juga membuat papah semangat.


"Iya pah, sama-sama," aku juga senang bisa membantu papah.


Setelah cukup lama berbincang, akhirnya Falisha dan Arden memutuskan untuk pulang ke rumah mereka, hari ini Arden dan Falisha akan kembali dengan kesibukan seperti biasa nya.


Arden dan Falisha berpamitan kepada Nenek nya, Rahma dan juga Radix.


Setelah selesai berpamitan Arden dan Falisha meninggalkan rumah tersebut dan langsung berangkat ke sekolah Falisha.


Setelah sampai di depan sekolah Falisha, seperti ritual biasa nya, Arden mencium kening Falisha dan di balas Falisha dengan mencium telapak tangan Arden.


"Yang rajin ya sayang belajarnya, dan yang penting jangan nakal.!"


"Ih mas, aku nakal apa nya.?"


"Ya kalo di dekatin cwo kamu cepat-cepat pergi.!"


"Iya mas bawel banget sih."


"Aku sayang sama kamu, maka nya aku bawel begini sayang.!"


"Iya mas aku percaya, kamu juga ya mas jangan macam-macam.!"


"Iya sayang, kita sama-sama saling menjaga."


Setelah itu Falisha turun dari mobil Arden, dan cepat-cepat pergi sebelum ada yang benar-benar melihat mereka berdua.


Namun ternyata dugaan nya salah, tiba-tiba saat Falisha berlari, ada seseorang yang menepuk pundak Falisha.

__ADS_1


"Astagfirullah, kamu bikin aku kaget saja sih."


"Habisnya kamu seperti ada yang di sembunyikan, ayo cerita.!"


Huhhhhhhhh, Falisha menghelai nafas kasar.


"Yasudah ayo ikut aku.!"


Falisha dan Ayu sekarang sudah berada di halaman sekolah, kini Falisha akan berkata jujur kepada sahabat nya sedari sekolah menengah.


Falisha menceritakan semua nya dari awal sampai akhir, kenapa diri nya bisa menikah secepat ini.


"Whatttttt???????"


"Husssss jangan kencang-kencang dong, nanti ada yang dengar.!"


"Habisnya aku kaget saja, babang ganteng itu suami kamu."


"Lah awas saja kamu nikung sahabat sendiri.!"


"Oh tidak-tidak, aku bukan calon pelakor ya.!"


"Kirain."


"Berarti kamu sudah itu-itu ya.?"


Belum sempat Ayu menjawab pertanyaan dari Falisha, tiba-tiba lonceng berbunyi, yang artinya akan segera masuk ke dalam kelas mereka msing-masing.


Tidak ada pelajaran lagi, hanya saja menunggu saatnya ujian yang akan di selenggarakan 3 hari lagi.


***


Saat ini Aya sedang berada di kampus bersama Verra.


Mereka berdua sedang menikmati bakso yang super pedas, karena mereka berdua adalah penggila pedas.


"Widihh pengantin baru nih, aura nya terpancarkan," ucap Verra kepada Aya.


"Apaan sih, ngaco saja."


"Eh gimana soal itu.?"


"Itu apa.?"

__ADS_1


"Itu loh yang sangat tergila-gila dengan babang Hendri hehehehe.?"


"Maksud kamu Naura.?"


"Iya siapa lagi."


"Rencana nya sih kami akan segera menemui Naura," namun mas Hendri masih sibuk di bengkel nya dan juga sedang mengurus toko kue yang beberapa hari lagi akan segera di buka.


"Aku saranin ya, sama tuh Naura hati-hati saja,!" salah bicara maka akan menjadi bomerang.


"Iya, itu pasti."


Sebenarnya Aya juga merasa sedikit takut untuk bertemu dengan Naura, namun jika di biarkan saja, takutnya akan semakin menjadi-jadi sikap Naura yang akhirnya bisa merusak rumah tangga nya.


Namun Hendri selalu memberi semangat, agar Aya tidak merasa takut.


***


Saat ini Hendri sedang berada di toko kue milik Aya, yang beberapa hari lagi akan segera di buka.


"Mas orang baru yang akan menghuni toko ini ya,?" ucap seorang janda cantik.


"Eh iya mbak, mbak sendiri.?"


"Saya pemilik salon ini mas, nanti mampir ya kita ngobrol-ngobrol."


"Insya Allah mbak," jawab Hendri seada nya


"Nama nya siapa mas.?"


"Nama saya Hendri mbak."


"Oh mas Hendri, kenalkan nama saya Sinta mas."


"iya mbak salam kenal, suami nya mana mbak.?"


"Oh saya janda mas, sudah lama cerai sama suami," dan saya memiliki anak satu.


"Oh iya mbak maap."


"Tidak apa-apa mas, kan mas nya juga tidak tahu."


Setelah itu Hendri segera masuk ke dalam toko nya, karena tidak ingin berlama-lama ngobrol bersama perempuan yang bukan muhrim nya.

__ADS_1



Ini Sinta janda cantik, pemilik salon di sebelah toko kue Aya


__ADS_2