Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Penangkapan


__ADS_3

Seperti janji Lukman kepada Adi, bahwa dia akan memberi sedikit pelajaran kepada Annisa yang sudah mulai bermain-main dengan nyawa orang lain.


Anak buah Lukman sudah banyak mengantongi semua bukti-bukti kejahatan Annisa.


Lukman meminta dua orang polisi untuk berkunjung ke kediaman Annisa.


Dua orang polisi tersebut mengetok pintu rumah Annisa, yang kebetulan saat itu yang membuka adalah ayah Annisa.


Tok tok tok


"Permisi," ucap salah satu polisi tersebut.


Setelah pintu rumah terbuka lebar, Ayah Annisa merasa terkejut dengan kedatangan dua polisi tersebut di pagi hari.


"Iya, ini ada apa,?" ucap Ayah Annisa yang sedikit heran kepada ke dua polisi tersebut.


"Apa benar ini rumah saudari Annisa,?" jawab salah satu polisi tersebut.


"Iya benar sekali pak polisi," Annisa adalah anak saya, memang nya apa yang terjadi.?


Karena ayah Annisa memang tidak mengetahui kejahatan yang telah di perbuat oleh anak nya sendiri.


"Kami dari ke polisian membawa surat penangkapan saudari yang bernama Annisa," karena telah menjadi tersangka motif tabrak lari dengan korban yang bernama Adi Prasetyo dan Lisa Afrillia.


"Mungkin anda salah orang pak polisi," anak saya tidak mungkin melakukan kejahatan itu, apa lagi ini kasuh berencana, ucap ayah Annisa yang merasa anak nya tidak mungkin berbuat kejahatan.


"Mohon maap bapak, jika anda merasa tidak percaya," silahkan nanti kita pertanyakan dengan saudari Annisa nanti nya di kantor polisi.


Tidak lama setelah itu, keluarlah Annisa yang merasa sangat ribut sekali di rumah nya sepagi ini.


"Ada apa pah, kok ribut-ribut sekali pagi ini," ucap Annisa.


"I-ini ada pak po-polisi," jawab ayah Annisa yang sedikit gugup karena tiba-tiba anak nya keluar dari kamar.


Sedangkan Annisa merasa sangat ketakuttan mendengar bahwa ada polisi datang ke rumah nya.


Polisi tersebut melihat Annisa yang ingin melarikan diri.


Cepat-cepat polisi tersebut menangkap Annisa agar tidak kehilangan jejak.


"Apa-apaan sih pak polisi, kenapa tiba-tiba menangkap saya,?" salah saya apa pak, ucap Annisa yang masih membela diri.


"Kita jelaskan nanti di kantor polisi, cepat ikut kami," ucap polisi tersebut dengan suara tegas, karena Annisa membetontak.


"Ayah tolong Annisa, ibu tolong ibu,!" Annisa tidak bersalah, ini semua fitnah, ucap Annisa yang berteriak-teriak sehingga para tetangga asik menyaksikan itu semua.


Para tetangga yang menyaksikan itu semua, ada yang merasa kasihan dan ada yang merasa kebingungan, karena tiba-tiba Annisa di seret oleh polisi.


Setahu mereka semua, Annisa adalah anak baik-baik dan sholehah taat agama.


Kenapa tiba-tiba sepagi ini jadi di seret oleh polisi.

__ADS_1


Sedangkan Lukman dan Parjo, mereka tertawa bersama melihat raut wajah bersalah Annisa.


"Gila baik darimana nya, apa mereka melihat dari sedottan," ucap Parjo yang masih tertawa sampai meneteskan air mata nya.


Sedangkan Lukman dia tertawa sambil membalas pesan dari anak buah nya, yang mengatakan bahwa si penabrak sudah di jebloslan ke jeruji besi.


"Sudahlah, jangan kau bahagia di atas penderitaan orang lain," ucap Lukman menegur Parjo.


"Bukan nya aku merasa lucu dengan kelakuan Annisa, aku merasa lucu dengan jawaban para tetangga," jawab Parjo.


"Sama saja," ucap Lukman dan meninggalkan Parjo sendiri yang masih tertawa-tawa.


"Hei mau kemana kamu," kenapa meninggalkan aku,? ucap Parjo kepada Lukman.


"Aku mau ke kebun teh ada yang harus aku periksa," apa kamu mau ikut,? ucap Lukman kepada Parjo.


"Tidak, aku mau pulang saja," sore nanti aku harus bekerja, ucap Parjo kepada Lukman.


Setelah Parjo berhenti mengurus bengkel motor Adi.


Parjo bekerja di angkringan tempat berkumpulnya anak muda sekarang, dan di bantu oleh istri nya.


Angkringan tersebut adalah punya ayah Parjo, beliau mempunyai tempat angkringan tersebut sudah di mana-mana, bahkan sampai ke luar daerah.


Namun dulu waktu Parjo masih muda, dia enggan untuk membantu ayah nya, karena dia punya amanah untuk menjaga bengkel milik Adi.


Mereka berpisah, karena jalan mereka berbeda.


Sedangkan Lukman menuju kebun teh milik ayah nya.


Lukman adalah anak satu-satu nya, sama seperti Adi, tidak memiliki saudara.


Berbeda nya Adi dan Lukman.


Lukman sedari kecil sudah memiliki segala kekayaan, bahkan sampai menikah dengan Nury pun semakin bertambah nya kekayaan Lukman, karena Nury juga anak satu-satu nya.


Sedangkan Adi, sedari kecil sudah di tinggal ayah nya meninggal dunia.


Adi bukanlah orang kaya dan punya segala-gala nya.


Namu Adi orang nya pandai menabung, sampai akhirnya dia membuka usaha bengkel sendiri.


Sebelum Adi membuka bengkel tersebut, Adi pernah ikut bekerja di kebun teh milik Lukman, sedangkan ibu Adi hanya penjual kue basah yang di antar ke warung-warung terdekat.


Sewaktu Adi bekerja di kebun teh milik ayah Lukman, Rahma sering menghampiri Adi dan membawakan makan siang buat Adi.


Namun sering nya ke kebun teh tersebut, sering lah juga Rahma bertemu dengan Lukman, hingga mereka merajut kasih di belakang Adi.


••••


Sedangkan di rumah Adi.

__ADS_1


Ke empat anak Lisa terbangun, mereka bermain dengan aunty Aya dan ibu Adi.


Sedangkan Lisa lagi memerah asi nya karena pagi-pagi sekali Adi sudah membelikan alat pompa dan delapan buah dot untuk persiapan ketika si kembar menangis bersamaan.


"Boleh mas bantu sayang untuk memerahkan asi nya,?" ucap Adi sambil memegang gundukkan asi tersebut yang membuat Lisa merasa terganggu.


"Apaan sih mas, bukan nya membantu malah mengganggu," jawab Lisa kepada Adi.


"Mas kangen sayang, milik mas harus lama puasa nya," jawab Adi sambil mencium-cium tengkuk leher Lisa.


"Mas harus sabar dong, aku nya kan masih dalam masa nifas," jawab Lisa kepada Adi.


"Mas punya cara sayang, walaupun tidak bisa lewat bawah sana," setidak nya masih ada jalan yang bisa memuaskan nafsu mas, ucap Adi kepada Lisa.


"Memang nya ada mas,?" ucap Lisa karena dia merasa sangat kasihan melihat Adi yang terus-terus menahan hasrat nya.


"Ada sayang, nanti malam setelah anak-anak tertidur akan mas ajarkan," jawab Adi yang terus menciumi leher Lisa dan memeluk erat tubuh Lisa.


Setelah selesai, Lisa menghampiri Aya dan ibu Adi yang bermain bersama si kembar.


Sedangkan Adi pamit untuk men cek bengkel nya.


Karena setelah beberapa hari Lisa melahirkan, Adi tidak sempat untuk sebentar menjenguk bengkel tersebut .


Sehingga salah satu anak buah Adi melaporkan bahwa alat-alat bengkel tersebut banyak yang habisan.


Lisa mengajak Aya untuk berbicara, karena beberapa hari ini Lisa sedikit jarang berbicara kepada Aya, karena Lisa sangat sibuk kepada si kembar.


"Dek, kamu suka sama keponakkan nya,?" ucap Lisa kepada Aya.


"Suka kak," jawab Aya kepada Lisa.


"Aya pengen sesuatu, katakan kepada kakak," nanti akan kita beli, ucap Lisa kepada Aya.


Namun Aya hanya menggelengkan kepala nya saja.


"Apa Aya kangen sama ayah dan ibu,?" ucap Lisa kepada Aya, karena Lisa sangat tahu sekali adik nya ini sangat terauma atas kecelakaan itu terjadi.


Karena saat itu Aya juga berada di lokasi tersebut, namun setelah mobil ingin menabrak, Ayah Lisa mendorong Aya sehingga yang tertabrak ayah dan ibu Lisa.


Aya menganggukkan kepala nya sambil menangis, sebuah anggukkan Aya mengatakan bahwa dia teramat bersedih dan sampai sekarang kesedihan itu sangat membekas di hati si kecil Aya.


"Kata mas Adi, nanti Aya akan pergi bersama mas Adi untuk menengok ke makan ayah sama ibu," Aya mau kan.?


"Kak Lisa.?"


"Kakak tidak bisa dek, karena anak-anak kakak masih kecil-kecil sekali," nanti kamu sama mas Adi saja ya.!


"Iya kak," jawab Aya, yang sedikit tersenyum.


Sedangkan ibu Adi merasa sangat senang melihat Aya bisa tersenyum, karena selama bersama nya, Aya tidak pernah tersenyum sama sekali.

__ADS_1


Adi sudah berbicara mengenai pengobatan untuk Aya kepada Lisa, dan Lisa menyetujui rencana Adi tersebut, dan akan berangkat beberapa hari lagi.


Hai gaes maap baru bisa up 😊😊🙏


__ADS_2