
"Alhamdulillah selama hamil yang ke dua ini, berbeda sekali dengan hamil Dimas," jawab Nury.
"Memang nya mbak hamil Dimas kenapa, dan apa beda nya dengan sekarang mbak,?" ucap Lisa kepada Nury.
"Kalo hamil Dimas, sebenarnya aku pengen banget manja-manja sama mas Lukman," tapi mas Lukman selalu sibuk dan tidak pernah peka.
Dan kami juga di jodohkan, mungkin karena itu cinta belum tumbuh di hati kami, cuman karena aku harus berbakti dan melakukan tugas sebagai seorang istri, maka nya ada Dimas, jawab Nury.
"Kalo sekarang mbak gimana,?" ucap Lisa kepada Nury.
"Kalo sekarang alhamdulillah mas Lukman lebih perhatian dan selalu bisa mengerti," dengan mood ku kadang-kadang berubah, jawab Nury.
Setelah mereka selesai memasak, Nury dan Lisa ikut bergabung dengan ibu dan juga Lukman, bermain bersama dengan si kembar.
"Mas telepon mas Adi dong, lama tidak,?" ucap Nury kepada Lukman suami nya.
Lukman segera menelepon Adi untuk menanyakan sekarang berada di mana.
Setelah sambungan telepon terhubung, Lukman segera loudspeaker agar telepon bisa terdengar oleh semua orang.
"Assalamu Alaikum Adi," ucap Lukman yang memberi salam kepada Adi.
"Wa Alaikum salam," iya ada apa Lukman,? jawab Adi yang ada di seberang telepon.
"Ini semua orang yang ada di rumah tanyaain, jam berapa kamu baru sampai,?" ucap Lukman.
"Wahhhh masih lama nih, ini saja aku masih setengah jalan," tadi baru mampir ke warung makan, jawab Adi.
"Yasudah kalo begitu aku tutup dulu telepon nya," jawab Lukman.
Setelah telepon terputus, Nury yang sudah merasa kelelahan ingin cepat-cepat pulang, dan berjanji akan balik ke sini lagi ingin menyambut kedatangan Adi dan Aya.
Setelah Nury, Lukman, dan Dimas pulang.
Lisa menutup pintu rumah nya, dan menutup semua jendela serta horden, karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam.
Yang berarti waktu magrib akan segera tiba.
Lisa dan ibu Adi segera makan malam mereka.
Karena setelah beberapa bulan kepergian Adi dan Aya.
Di rumah ini tidak ada yang asik menonton televisi.
Sehabis sholat isa, mereka masuk ke kamar mereka masing-masing.
Lisa menidurkan ke tiga bayi kembar nya ke dalam box bayi, sedangkan Arfin tidur di samping Lisa.
Karena Arfin mudah sekali bangun ketika mendengar suara ketiga kakak nya jika menangis.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun belum ada tanda-tanda Adi dan Aya datang.
Lisa sudah lama tertidur pulas.
Lelah seharian mengurus si kembar yang mulai aktif dan menyiapkan segala menu makanan kesukaan Adi dan Aya.
Sedangkan di luar rumah, Adi senghaja menelepon ibu nya agar Lisa tidak terbangun.
"Assalamu Alaikum ibu," ucap Adi.
__ADS_1
"Wa Alaikum Salam nak," kamu dimana kenapa belum pulang, ucap ibu Adi yang mulai khuatir.
"Ibu ini aku sama Aya sudah ada di muka rumah, tolong ibu buka pintu nya pelan-pelan,!" ucap Adi kepada ibu nya.
Ibu Adi sangat senang sekali, sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan sang anak.
Ibu Adi cepat-cepat membuka pintu rumah nya lebar-lebar.
Setelah pintu terbuka, ibu Adi langsung memeluk anak nya dan menangis sambil terisak.
"Ibu kangen sekali sama kamu nak, sangat kangen sekali," ucap ibu Adi.
"Aku juga sangat kangen sekali sama ibu, ibu apa kabar, sehat kan bu,?" ucap Adi kepada ibu nya.
"Ibu sehat nak, kamu bagaimana sehat juga kan sayang,?" ucap ibu Adi yang masih menangis sambil memeluk Adi.
"Alhamdulillah aku juga sehat ibu," ucap Adi kepada ibu nya.
Setelah selesai memeluk Adi.
Ibu Adi kembali melihat Aya, gadis kecil yang sekarang terlihat sangat banyak berubah, yang dulu nya kecil kurus dan tatapan mata nya terlihat sangat kosong.
Namun sekarang sangat jauh berbeda, badan nya terlihat gemuk dan berisi, mata nya terlihat ada pancaran kebahagiaan.
Seperti telah hadir kembali sosok Aya yang tidak pernah dia lihat, namun sekarang hadir nyata di depan mata.
Ibu Adi memeluk Aya dengan erat, dan di balas Aya dengan pelukan erat dan tangisan pilu.
"Apa kabar kamu sayang,?" kamu sehat kan nak, ucap ibu Adi.
"Aya sehat ibu, Aya kangen sekali sama ibu," jawab Aya sambil menangis.
Selama dia bersama Aya, dia tidak pernah mendengar ucapan apa lagi tangisan gadis kecil ini.
Namum sekarang dia merasakan nya.
"Ibu, Aya, sebaiknya kalian ke kamar saja,!" aku juga ingin melihat istri ku bu, ucap Adi kepada Aya dan ibu.
Pintu rumah tertutup rapat dan di kunci.
Setelah itu Adi langsung pergi ke kamar, dan ingin cepat-cepat bertemu sang istri yang sudah lama dia tinggalkan.
Setelah Adi sampai di kamar nya, Adi melihat istri nya yang sedang memeluk erat putri kecil nya Arfin.
Terlihat jelas, ke empat anak-anak nya banyak perubahan dan badan nya lebih berisi.
Setelah cukup lama melihat anak-anak nya.
Adi pelan-pelan, memindahkan putri kecil nya ke box tidur.
Adi naik ke atas ranjang.
Pelan-pelan Adi memeluk erat tubuh sang istri dan mencium lembut kepala dan kening Lisa.
Lisa yang merasa ada yang memeluk dan mencium seluruh muka nya, sangat terkejut, apakah ini mimpi atau nyata.?
Lisa mengerjab-ngerjabkan mata nya sambil menatap muka Adi, yang merasa masih bingung.
Adi kembali mengecup bibir manis sang istri yang membuat Lisa sadar, ini adalah nyata bukan mimpi.
__ADS_1
"Kenapa sayang, ini mas sudah pulang,?" ucap Adi kepada Lisa.
Lisa yang mendengar suara Adi, yang lama sekali tidak dia dengar.
Lisa menangis sambil memeluk erat tubuh suami nya.
"Jangan tinggalkan aku lagi mas,!" aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku dan anak-anak butuh kamu, kasih sayang dan perhatian kamu mas, aku sangat merindukan kamu.
Saat kamu memeluk erar tubuh ku, aku sangat merindukan kamu mas, ucap Lisa sambil terisak dalam pelukan Adi.
"Mas tidak akan meninggalkan kamu dan anak-anak lagi sayang, mas akan selalu ada di samping kalian sampai maut yang memisahkan," jawab Adi yang juga ikut menitikkan air mata nya.
"Aya mana mas aku ingin melihat nya,?" ucap Lisa kepada Adi.
"Nanti besok saja ya sayang, mas ingin menghabiskan malam panjang bersama kamu," ucap Adi, sambil mengedipkan mata nya yang mebuat Lisa jadi malu.
Saat Adi ingin mengecup bibir Lisa, tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar, yang membuat Adi menjadi kesal.
Lisa cepat-cepat membuka pintu kamar nya, setelah pintu terbuka lebar muncul lah gadis kecil yang selama tujuh bulan ini tidak Lisa peluk.
Mereka saling berpelukkan menumpahkan isak tangis, yang mebuat orang melihat juga ikut menangis.
"Dek kaka kangen sekali sama kamu, kamu apa kabar sayang,?" kamu sehat kan dek, ucap Lisa sambil menangis di pelukkan gadis kecil itu.
"Aya juga sangat kangen sekali sama kak Lisa," sekarang Aya sudah sehat kak ini semua berkat doa kalian semua, dan bantuan dari kak Adi yang selalu ada di saat Aya sakit, celoteh suara gadis kecil itu.
Setelah pelukkan terlepas, tiba-tiba Adi berucap.
"Apakah kamu ingin tidur bersama kakak lagi dek," suara Adi yang terlihat sangat tidak bersemangat.
Ibu Adi dan Lisa tertawa melihat tingkah Adi, seperti anak kecil.
Ibu Adi sudah tahu bahwa anak nya ingin bermanja-manja dengan Lisa, maka dari itu, ibu Adi membuat rencana dengan Aya, untuk menginap di kamar Lisa.
Untuk menjaga si kembar, agar saat mereka bangun, Adi dan Lisa tidak terganggu.
"Aya mau tidur di sini kak, sama baby," ucap Aya kepada Adi sambil mengedipkan mata centil nya.
"Benar nak pergilah kalian, biar si kembar bersama ibu dan Aya," ucap ibu Adi yang sangat mengerti keinginan anak nya ini.
Hai gaes aku mau cerita nih.
Sebenar nya cerita KEKASIHKU DRIVER OJEK ONLINE ini adalah karya pertama aku.
Rencana nya memang ingin aku tamat kan, karena cerita ini hanya percobaan saja, apakah aku mampu menulis lebih baik atau tidak.
Apa lagi, sekarang aku menulis cerita ini tidak lagi di pantau sama mentor nya.
Dia memang benar-benar ingin melepas aku gaes, karena dia ingin aku berkarya sendiri, tanpa bantuan dia lagi .
Namun setelah aku bilang mau tamat, ternyata banyak yg komplain.
banyak yang nge DM aku di IG, bahwa mereka tidak ingin cerita ini tamat sebelum benar-benar kelar.
Jadi aku merasa sangat bimbang gaes, tolong beri aku saran ya.
Mau kalian seperti apa.?
Apakah lanjut lagi sampai ke empat anak-anak Adi sampai besar, atau end saja. 😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1
Jika setuju beri Like komen dan vote ya agar aku selalu semangat gaes 😊😊😊🙏