
Anton meminta untuk di antarkan ke tempat tinggal nya Hendri, agar Naura bisa segera di jemput oleh Anton.
Sedangkan Fikry, tidak mengetahui dimana tempat tinggal Hendri.
Karena Fikry lebih banyak tinggal di bengkel.
Dan terpaksa yang mengantar Anton adalah Haris.
"Ris aku juga mau ikut," ucap Fikry.
"Lah lo bantu Aya tuh buat ngurus Hendri,!" jawab Haris.
"Biarkan saja mereka, aku yakin Hendri tidak mungkin macam-macam walaupun dalam pengaruh obat," ucap Anton.
Fikry, Haris dan Anton beserta lima orang anak buah Anton pergi meninggalkan kediaman Haris.
Mereka sekarang menuju ke kossan tempat tinggal Hendri.
Sepanjang perjalanan Anton menceritakan hubungan nya dengan Naura, hingga mereka melakukan hubungan itu berkali-kali.
Dan Anton juga mengatakan kemungkinan besar Naura akan hamil, sebab dia melakukan di awal waktu Naura sedang dalam masa subur nya.
"Dan kemungkinan Hendri akan di jebak Naura untuk mengakui anak yang dia kandung adalah anak Hendri," sebab saat Naura membuat obat pe******g itu ke dalam minuman sehingga Hendri melakukan itu dengan Naura, ucap Fikry.
"Dan syukur nya saat itu Hendri langsung sadar," dia bukan nya masuk ke dalam kamar untuk me*****u Naura, melainkan dia langsung pergi agar menghindari hal-hal yang akan membuat dia merasa rugi nanti, ucap Haris.
"Iya kemungkinan tebakkan kalian tepat," jawab Anton.
Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya Anton sampai di tempat kossan Hendri.
Anton masuk dengan cara perlahan, hingga Anton menemukan Naura yang sedang tertidur pulas dan menggunakan busana tidur yang sangat tipis.
"Rupa nya semua ini sudah kamu rencanakan gadis cantik," ucap Anton.
Tidak mau menyia-nyiakan waktu, Anton langsung menarik paksa pakaian yang melekat di tubuh Naura, hingga pakaian tersebut menjadi robek, sehingga Naura tidak menggunakan sehelai benang.
Naura yang masih memiliki separu kesadaran, dia pikir yang saat ini berada di atas tubuh nya adalah Hendri.
'Milik kamu besar juga kak Hendri, aku merasa puas seperti ini,' batin Naura.
Saat permainan panas di mulai Naura me*****h, menikmati sentuhan-sentuhan yang dia pikir adalah Hendri.
Saat Naura membuka mata nya, betapa terkejut Naura, yang di atas tubuh nya adalah Anton.
"O-om, bagaimana bisa ada di sini,?" apakah aku mimpi, ucap Naura.
Anton yang merasa gemas dengan pertanyaan di sela de****n Naura, mempercepat ritme nya sehingga Naura menjadi sadar, bahwa ini nyata bukan mimpi.
"Kamu tidak mimpi cantik, ini om," layani lah om malam ini sayang, pasti kamu merindukan om kan, ucap Anton.
'Akhhhhhhhh sial, kenapa bisa si tua bangka ini sih,' kak Hendri mana,? batin Naura.
Mau tidak mau malam itu Naura harus melayani Anton, dengan bermacam-macam gaya yang Anton berikan.
__ADS_1
Sedangkan di luar rumah Adi, Fikry, Haris, dan ke lima anak buah Anton sedang menunggu di bawah pohon.
"Sial, kita malah menunggu orang lagi ***-*** deh," ucap Fikry.
"Begitulah nasip jomblo," jawab Haris.
Dan mereka semua pada tertawa merutuki nasip jomblo mereka.
Di lain tempat.
"Aku harus apa kak,?" ucap Aya yang merasa sangat cemas, karena Hendri merasa sangat tersiksa.
Sudah bermacam-macam cara Aya lakukan, namun semua nya nihil tidak ada yang berhasil.
Bahkan sekarang ini tanpa memiliki rasa malu lagi, semua pakaian Hendri sudah terlepas semua nya, tanpa sehelai benang.
"Panas dek, panas," kakak sudah tidak tahan lagi, ucap Hendri yang merasa sangat tersiksa.
"Aya harus apa kak, semua sudah Aya lakukan,?" jawab Aya.
"Peluk kakak dek,!" pinta Hendri.
Entah kali ini berhasil atau tidak, namun demi keselamattan Hendri, Aya menurut saja.
Aya masuk ke dalam bak mandi yang sudah berisi setengah air, dan di dalam nya juga ada Hendri yang sudah tidak memakai pakaian nya.
Tanpa rasa malu dan takut, Aya memberanikan diri untuk keselamattan Hendri, yang hasrat nya semakin memuncak.
Namun tidak dengan hati Hendri, dia semakin merasakan ketenangan.
Hal ini yang sudah lama Hendri tunggu-tunggu, memeluk Naura tanpa paksaan.
"Terimakasih dek, cukup bagi kakka ini merasa lebih tenang," ucap Hendri.
"Benarkah kak,?" jawab Aya.
"Hemmm," hanya dehemman saja yang mampu terlontar di mulut Hendri.
Sungguh berperang menahan perasaan dengan menahan hasrat sangat berbeda.
"Kak, apakah aku bolehe bertanya,?" ucap Aya.
"Tanyakan lah,!" jawab Hendri.
"Kenapa tiba-tiba Naura bisa bersama kakak,?" ucap Aya.
"Sekitar satu minggu yang lalu, Naura di tabrak oleh sebuah mobil," dan orang itu bertanggung jawab dengan membawa Naura ke rumah sakit. saat itu kami berselisihan, karena rumah sakit tempat nenek di rawat itu sama dengan rumah sakit Naura di selamatkan. setelah beberapa hari di rawat, akhirnya Naura di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
"Awalnya kakak ingin mehubungi kamu, namun Naura menolaknya," karena Naura ingin memberikan kejuttan dengan kedatangan dia tepat di hari ulang tahun kamu. maka dari itu kakak mengijinkan dia berada di kossan tempat tinggal kakak sampai hari ulang tahun kamu tiba.
"Dan kejuttan nya itu adalah, kamu telah menidurinya dan dia mengaku hamil anak kamu kak,?" ucap Aya.
"Dan itu tidak akan pernah terjadi, karena di saat kakak dalam keadaan hasrat sangat tinggi," otak kakak masih mampu mengingat seseorang yang selama ini kakak tahan perasaan.
__ADS_1
"Benarkah, kenapa saat ini kakak tidak minta bantuan saja sama perempuan itu,?" beruntung sekali dia saat tidak ada, namun hati dan perasaan kakak masih mengingat dia, ucap Aya.
"Wanita itu sekarang sudah berada di dalam pelukkan kakak," jawab Hendri.
Aya melihat kearah Hendri, dan Hendri juga menatap kearah Aya.
"Kenapa hemmm,?" ucap Hendri, sambil mencium kening Aya.
"Kak Hendri ihhhhh," muka Aya sudah memerah seperti tomat, karena sangat malu.
"Kenapa,?" ucap Hendri lagi, dan sekarang mencium bi**r ranum bewarna ke pink milik Aya.
"Itu ciuman pertama aku," kak Hendri mengambil nya, jawab Aya yang ingin bangkit dari bak mandi.
Seperti nya efek obat itu sudah mulai habis karena Hendri terlalu lama berendam di dalam bak mandi.
Namun saat Aya ingin bangkit, Hendri kembali lagi memeluk Aya dengat erat.
"Apakah kakak boleh jujur sama kamu,?" ucap Hendri kepada Aya.
"Jujur apa kak,?" jawab Aya.
"Dari pertama kakak bertemu dengan kak Adi, dan di ajak kak Adi bekerja di bengkel motor nya," saat itu kakak mulai memiliki perasaan kepada kamu.
Berbagai cara kakak lakukan, agar kakak bisa selalu bersama kamu.
"Kamu ingat dek, saat kakak minta izin kepada kak Adi, bahwa sewaktu-waktu kakak ingin mengajak kamu makan mie ayam,?" saat itu kakak ingin mengatakan perasaan kakak kepada kamu, namun kata kak Adi.?
"Kerja yang benar saja dulu, jika kamu sukses nanti, jangankan mie ayam saja, keliling dunia pun aku izinkan.!"
"Iya kak aku ingat," jawab Aya.
"Saat sejak itu, kakak berusaha keras agar menjadi seseorang yang sukses," bahkan kakak menutup hati dan perasaan buat orang lain, karena tujuan kakak dulu dan sekarang itu sama.
"Sama apa kak,?" ucap Aya.
"Ingin cepat-cepat menghalal kan kamu," jawab Hendri.
"Kakak suka sekali bercanda."
Cup cup cup cup.
Hendri mencium kening, pipi kiri dan kanan dan terakhir bibir Aya.
Awalnya hanya sekedar menempel saja, namun akhirnya lama-kelamaan ciuman itu semakin dalam, dan saling betukar saliva.
"Kakak serius dek, apakah kamu mau menjadi istri dan ibu dari anak-anak kakak nanti,?" ucap Hendri.
Hai gaes aku up lagi 😊😊
Ayo tebak No atau Yes????????
Jawaban nya Like, Komen, Vote, dan Hadiah ya gaes ðŸ¤ðŸ¤, agar aku lebih semangat up nya
__ADS_1