Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Gagal Total


__ADS_3

Setelah acara benar-benar selesai, Aya pamit kepada Adi dan Lisa, untuk pergi ke rumah yang seminggu ini di tepati oleh Hendri dan nenek nya.


Karena status mereka sudah sah menjadi suami istri, maka Adi dan Lisa tidak berhak untuk melarang.


"Dek bawa makanan ke sana, siapa tahu nanti laper,!" atau mau mampir ke toko dulu ambil makanan atau cemilan, ucap Lisa kepada Aya.


"Aku mau bawa sisa makanan siang tadi aja kak, sudah di panasin apa belum.?"


"Ada nya tinggal sop, sama rawon saja dek."


"Masih banyak kak.?"


"Lumayan dek, ambil saja sana.!"


Aya membuat rawon dan sop ke dalam rantang makanan.


Untuk dirinya, Hendri dan nenek Hendri.


Rawon Daging khas Banjar Masin KALSEL 🤭🤭



Sop Banjar Masin KALSEL



"Bawa yang banyak nak,!" ucap ibu Adi.


"Ini saja sudah cukup bu, takutnya tidak akan habis."


Setelah selesai, Aya pergi di antar oleh Aidan.


"Aunty mau mampir dulu ke toko, atau kalo ada perlu sesuatu.?"


"Tidak ada deh, entar kalo ada biar kak Hendri saja yang beli."


Setelah 4 menit, akhirnya Aya sudah sampai di tempat dimana Hendri tinggal untuk beberapa hari ini.


Jam menunjukkan pukul 6 sore, waktu sudah hampir mau masuk sholat magrib.


"Mampir dulu.?"


"Langsung saja aunty, mau cepat-cepat ke mushola."


Setelah Aidan pergi meninggalkan kediaman Hendri.


Aya mengetok pintu rumah tersebut.


Tok tok tok


"Assalamu Alaikum kak."


Ceklekkkkkk


"Wa Alaikum Salam dek."


"Sama siapa dek,?" kakak tadi nya mau jemput juga setelah selesai sholat magrib.


"Sama Aidan kak, kebetulan dia juga mau ke mushola."


"Kamu bawa apa dek.?"


"Ini bawa sop, sama rawon mas," buat makan malam kita, nenek mana kak.?


"Ada di dalam dek, mungkin seharian nenek kurang istirahat sehingga kurang sehat lagi."


"Nanti aku cek kak," kamar kita dimana kak.?


"Di sini dek," maap ya dek berantakan kamar nya.


"Tidak apa-apa kak, enak ya rumah nya,?" walaupun kecil, tapi aku suka.


"Iya dek, apa lagi ada anak kecil pasti akan semakin ramai."


"Apaan sih kak, ucap Aya malu-malu."

__ADS_1


"Malam ini ya dek, kakak mau sayang.?"


"Mau apa kak,?" ucap Aya pura-pura tidak tahu.


"Mau kamu sayang, malam pertama kita di sini mau ya.?"


Aya hanya menganggukan kepala nya, pertanda dia juga mau.


Sebab buat apa di tunda-tunda, toh juga mereka sudah halal, dan resmi menikah.


Tiba-tiba Azan Magrib di mushola bersuara, pertanda bahwa memanggil untuk melaksananan sholat magrib berjamaah.


"Kakak ke mushola dulu ya sayang."


"iya kak, hati-hati.!"


Skipppp 🤭


Setelah selesai sholat Magrib dan Isa, Hendri pulang ke rumah nya.


Hendri sudah sangat tidak kuat ingin cepat-cepat segera malam pertama nya.


Apalagi tadi saat Hendri di mushola sering di ejek tentang malam pertama, dan ada juga yang memberi arahan tentang malam pertama.


Membuat Hendri menjadi panas dingin, dan membuat adik kecil nya semakin rasa sesak di dalam celana nya.


"Assalamu Alaikum dek."


"Wa Alaikum Salam kak."


"Dek nenek mana, sudah makan apa belum.?"


"Nenek sudah tidur kak setelah minum obat, sudah makan juga tadi."


"Kakak mau makan juga.?"


"Boleh makan kamu dek.?"


"Issss aku serius loh kak."


"Iya kak," jawab Aya malu-malu."


Tidak menunggu lama, Hendri cepat-cepat mengangkat tubuh Aya menuju kamar mereka.


Hendri yang masih memakai pakaian muslim nya cepat-cepat melepaskan semua nya dan hanya menyisakan boxser saja.


"Kakak, aku malu."


"Jangan malu sayang,!" di sini hanya ada kita berdua.


Hendri melepaskan pakaian tidur Aya, dan hanya menyisakan pembungkus gunung kembar dan kain segitiga biru.


"Saat kakak mencumbu kamu, panggil sebutan sayang kamu ya dek,!" biar kakak tambah semangat.


"Apa ya, aku bingung kak.?"


"Coba pikirkan dulu apa.?"


"Sayang, aku panggil sayang ya.?"


"Iya aku juga panggil Ayang ya.?"


"Iya sayang," ucap Aya.


"Manis nya, cuppppp.?"


Tiba-tiba Hendri mencium bi*ir Aya tiba-tiba.


Namun karena ini yang pertama buat Aya dan Hendri, jadi mereka hanya menurut membawa pikiran mereka masing-masing.


Awalnya menjadi ci**an, dan lama-lama menjadi lu**tan, dan akhirnya menjadi sesapan.


Hendri dan Aya saling berbagi saliva, hingga tanpa sadar, tangan Hendri sudah melepas pengait bungkusan bukit kembar.


Hendri mulai meremas, memintilin ujung bukit kembar tersebut yang masih terlihat sangat kecil. dan warna nya masih ke pink.

__ADS_1


Tanpa rasa malu Hendri menghisap dan *******- *****, hingga membuat mulut Aya sedikit me****ah.


Merasakan sensasi yang belum pernah sama sekali dia rasakan.


"Sa-sayang," Aya men**sah dan bergelinjang seperti cacing kepanasan.


Saat Hendri mendengar de***an tersebut, Hendri cepat-cepat membungkam mulut Aya dengan ci**an.


Takutnya jika terdengan dengan sang nenek.


Tanpa terasa semua pakaian Aya sudah terlepas tanpa tersisa.


Hendri mengusap lembut hutan gundul tanpa rumput-rumput liar itu, yang terasa sudah sangat basah.


"Ayang, punya kamu sangat basah sekali."


Suara Hendri sudah terdengar seperti menahan hasrat, yang seperti nya ingin cepat-cepat di tuntaskan.


"Aku mulai ya Ayang.?"


"Iya sayang, pelan-pelan."


Setelah Hendri memasukan sedikit adik kecilnya ke hutan gundul milik Aya.


"Sakit sayang, pelan-pelan," ucap Aya sedikit kesakitan karena belum sepenuhnya masuk.


Namun baru Hendri ingin mendorong lebih dalam lagi, tiba-tiba.


"Hendri tolong nenek, kaki nenek sakit Hendri."


"Ayank."


Muka Hendri sedikit kesal, karena permainan mereka belum selesai sempurna.


Namun ini juga sebagai tanggung jawab Hendri dan baktinya kepada sang nenek.


Dengan hati sedikit kesal dan masih ngos-ngosan, Hendri terpaksa mengeluarkan adik kecil dari dalam hutan gundul milik Aya, yang masih ujung kepala nya saja yang baru masuk.


"Maap Ayang."


"Tidak apa-apa sayang, nanti kan bisa lanjut lagi."


Aya sedikit memberi semangat kepada Hendri.


Dan Aya harus lebih bersabar, karena nenek juga butuh Hendri, bukan dirinya saja.


Dengan tergesa-gesa Hendri kembali memakai sarung nya, tanpa memakai ****** *****, dan memakai baju.


Hendri pergi meninggalkan Aya, yang sendirian di kamar tersebut.


***


"Aku mau pulang, antarkan aku ke rumah ibu ku.!"


"Tidak dek, aku tahu kamu pasti mau menemui Hendri kan.?"


"Apa hak mu, jangan suka mengatur hidup ku.!"


Plakkkkkkkk


"Aku sudah banyak bersabar kepada mu dek, tolong hargai niat baik ku,!" jangan karena aku selalu mengalah, kamu seenaknya saja memperlakukan aku seperti ini.


Apa kamu lupa dek, di sini kamulah yang duluan mau bersama ku.?


Naura yang tadi nya meninggikan suara nya, kini hanya bisa terdiam.


"Aku hancur, bukan ini yang aku mau," dari dulu aku sangat meinginkan kak Hendri menjadi pendamping hidup ku, aku pergi ke kota ini agar aku bebas bisa selalu bersama dia.


Namun karena kecerobohan aku yang gelap akan uang, aku rela menjual keperawanan ku demi uang.


"Dek maapkan aku, sungguh aku bukan ingin menyakiti mu."


"Tinggalkan aku, aku mau sendiri.!"


Mau tidak mau, Anton memilih pergi dari kamar tersebut.

__ADS_1


Anton tidak ingin jika Naura akan melukai diri nya dan anak yang berada di dalam kandungan Naura.


__ADS_2