
Adi sungguh sangat bingung, kemana dia akan mencari uang tambahan.
Satu-satu nya tujuan Adi hanya kepada Parjo, semoga saja Parjo ada menyimpan hasil bengkel.
"Assalamu Alaikum Jo."
"Wa Alaikum Salam, kenapa Di.?"
"Begini Jo, aku perlu uang sepuluh juta ada gak.?"
"Ada nya tujuh juta saja Di, kemaren itu aku baru beli peralatan bengkel," emang nya kenapa, lo perlu uang kok banyak banget.?
Adi menceritakan semua kejadian nya, dari awal bertemu dengan Lisa dan sampai saat ini Aya adik Lisa sedang berada di rumah sakit karena korban tabrak lari.
"Aku turut kasihan Di, yang sabar," nanti aku trasfer uang tujuh juta nya, sisanya maap banget Di aku tidak bisa membantu, kamu tahu sendiri kan.
"Tidak apa-apa ini saja sudah sangat membantu ku," terimakasih ya Jo, kamu memang sahabat terbaik ku, jika tidak ada kamu, aku bingung bagaimana nasip bengkel ku itu.
"Wahhh Di, kamu ini ngomong seperti sama siapa saja," kalo kamu perlu apa ya aku siap bantu kapan pun, ingat itu ya.?
"Iya terimakasih banyak," yasudah aku tutup dulu telepon nya.
"Assalamu Alaikum, kata Adi."
"Wa Alaikum Salam, jawab Parjo."
Saat Adi ingin berbalik arah, tiba-tiba ada tangan yang memegang pundak Adi.
"Mas Adi.?" ucap seseorang yang memegang pundak Adi.
"Rahma, ngapain kamu di sini.?"
"Seharus nya aku yang bertanya, mas Adi kenapa ada di rumah sakit," siapa yang sakit mas.?"
"Bukan urusan mu, maap aku permisi."
Beberapa langkah Adi berjalan, tiba-tiba dengan arah yang berlawanan Adi bertemu dengan Lukman, mantan sahabat Adi yang berselingkuh dengan calon istri Adi.
"Hai bro, kita bertemu lagi di sini," ucap Lukman menyapa Adi.
Tetapi Adi hanya diam saja, tanpa menyahut sapaan dari Lukman.
"Wahh kamu sombong sekali rupa nya, aku baik-baik loh menyapa," kenapa kamu diam saja.?
"Ya aku baik, maap aku sibuk."
Tiba-tiba Lukman menghentikan langkah Adi lagi.
"Kenapa cepat-cepat sekali, apakah kamu tidak merindukan sahabat mu ini.?"
"Maap sudah aku bilang, aku lagi sibuk," aku tidak punya waktu untuk meladeni kalain berdua.
Adi cepat-cepat berjalan meninggalkan mereka berdua, berlama-lama bisa membuat emosi Adi akan meledak.
__ADS_1
Cara ampuh untuk menurunkan emosi Adi, satu-satu nya adalah bertemu dan menatap muka Lisa, hati Adi akan kembali merasakan ketenangan.
"Assalamu Alaikum."
"Wa Alaikum Salam mas," jawab Lisa.
"Mas Adi tidak pulang kah, ini sudah malam mas.?"
"Mas akan menemani kamu di sini," mas tidak akan meninggalkan mu sendirian di sini, apa lagi Aya belum di pindahkan ke ruangan nya.
"Ini mas Ada bawa makanan, di makan dulu nanti kamu sakit."
"Aku tidak laper mas."
"Laper atau tidak, kamu harus makan," jika kamu sakit siapa yang akan menjaga Aya nanti.
Lisa terdiam, benar kata Adi jika dia sakit siapa yang akan menjaga Aya.
"Iya mas Lisa makan."
Saat Lisa menyuap makanan ke dalam mulut nya, Lisa merasakan betapa tulus nya lelaki di depan nya ini, walaupun jarak umur mereka jauh berbeda, tetapi tidak mengurangi kadar ketampanan nya.
Lisa juga menyuapi makanan yang dia makan ke dalam mulut Adi.
Awal nya Adi menolak, tapi Lisa sedikit mengancam, jika Adi tidak makan maka Lisa juga tidak akan mau maka.
Mau tidak mau, Adi juga ikut memakan suapan dari Lisa.
Cerita nya malam ini mereka makan sekotak berdua ya gaes, kan nasi kotak bukan nasi bungkus 😅😅
"Mas Adi kita istirahat nya dimana.?"
Adi baru sadar, sedari tadi mereka duduk di muka IGD, karena Aya masih belum sadar, jadi tidak dapat izin dari dokter untuk di pindahkan ke ruang inap.
"Kita tidak membawa apa-apa, bahkan selimut pun tidak ada."
"Apa aku pulang ke kossan dulu mas, untuk mengambil perlengkapan.?"
"Tidak usah, mas tidak izinkan kamu malam-malam untuk keluar."
"Bolehkah mas pulang kerumah sebentar saja," mas akan mengambil sedikit keperluan untuk kita malam ini, dan mas juga belum kasih kabar ke ibu.
"Iya mas, mas hati-hati di jalan ya."
"Iya, mas sebentar saja tidak akan lama kok," yasudah mas berangkat dulu.
"Assalamu Alaikum," kata Adi.
"Wa Alaikum Salam mas," jawab Lisa.
"Tidak memakan banyak waktu, Adi sudah sampai di kediaman nya."
Ibu Adi sangat cemas ketika melihat anak nya mulai pagi sampai malam tidak pulang-pulang kerumah.
__ADS_1
"Adi kenapa baru pulang nak, ibu sangat cemas," jangan terlalu di kejar nak, rezeky tidak akan kemana.
"Sudah makan nak, kenapa kamu terlihat sangat lusuh.?"
"Ibu, bagaimana aku mau bicara dari tadi ibu nyerocos terus seperti kereta api saja."
"Ehhh anak nakal, ibu mencemaskan mu," kau malah ngatain ibu seperti kereta api saja.
"Heeeee, ibu ku yang tersayang aku sangat lelah," tapi aku harus pergi lagi bu.
"Kamu mau pergi lagi, kemana kamu, sudah tidak betah lagi kau di rumah.?"
"Adi mau kerumah sakit ibu.?"
"Siapa yang sakit, kau sakit apa nak.?"
"Bukan Adi yang sakit bu," tapi Aya.?
Mendengar nama Aya, ibu Adi sangat terkejut, muka nya berubah menjadi pucat.
"Aya kenapa Adi,?" suara nya mulai terdengar sendu.
"Siang tadi Aya kena musibah tabrak lari bu," yang menabrak Aya, lari tidak bertanggung jawab.
"Ya Allah, kasihan sekali anak itu."
"Nah maka nya bu aku pulang, ingin bersih-bersih sebentar," setelah itu aku pergi lagi kesana bu.
"Yasudah kamu cepat bersih-bersih, ibu siapkan kopi ya buat kamu.?"
"Terimakasih ibu, aku kekamar dulu."
Di lain tempat.
Sialan mas Lukman, pantas saja dia tidak pulang kerumah, ternyata dia sedang bercinta dengan perempuan itu.
Kita lihat saja nanti, siapa yang menanam, maka dia akan menuai.
Kamu kira aku bodoh Rahma, dari awal kamu masuk dalam kehidupan kami, aku sudah tahu apa yang sedang kamu rencanakan.
Mas Lukman saja yang bodoh, tidak mengerti mana yang berlian dan mana yang sampah.
Setelah itu, Nury terlihat sedang menelepon seseorang.
"Hallo," terdengar suara serak laki-laki di seberang sana.
"Aku ada pekerjaan buat kamu.?"
"Pekerjaan apa nona bos.?"
"Kamu selidiki perempuan yang selalu bersama Lukman, ikuti saja kemana dia pergi."
"Baik nona bos akan saya lakukan, nona bos tinggal tunggu kabar dari saya."
__ADS_1
Setelah telepon terputus, Nury menghelay napas panjang, seandainya dulu papah merestui hubungan ku dengan mas kelvin, mungkin tidak seperti ini cerita nya.
Aku up lagi gaes, mohon maap ya jika masih banyak kesalahan 😊🙏🙏 karena aku masih belajar dan belajar.