Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Mencoba Berkata Jujur


__ADS_3

Di lain tempat.


Sekitar 20 menit lama nya di perjalanan, dalam keadaan hujan tanpa memakai jas hujan.


Hendri akhirnya sampai di kampus dimana Aya mengejar ilmu.


Sedangkan di sana Aya, Verra, dan Fikry sudah lama menunggu.


"Maap lama buat kalian menunggu," ucap Hendri dengan rasa bersalah nya karena membuat istri dan teman-temannya sudah lama menunggu.


"Tidak apa-apa," ucap Mereka bertiga.


"Kalo begitu aku duluan ya, ini ada jas hujan."


"Terimakasih ya Fikry, maap lama menunggu."


"Sama-sama aku mengerti."


Setelah Fikry dan Verra sudah melajukan motor nya dan menghilang dari pandangan Aya dan hendri.


Sedangkan Hendri masih terdiam, dia merasa sudah sangat bersalah kepda istri nya, seperti seorang suami yang sudah diam-diam berselingkuh di belakang istri nya.


"Maap sayang, mas terlambat sudah bikin kamu kedinginan."


"Tidak apa-apa mas, justru aku yang minta maap kamu jadi seperti ini kebasahan," kalo begitu kita pulang saja mas, tidak baik buat kesehatan kamu yang seperti ini.


"Kamu tidak apa-apa sayang, jika nanti kita akan kehujanan,?" maap tadi mas langsung dari toko tidak ke rumah dulu mengambil mobil.


"Tidak apa-apa mas, kok dari tadi minta maap terus?"


Hendri menjadi merasa bersalah, jika ini tidak akan segera di cerita kan.


"Tidak sayang, tidak apa-apa," ayo kita pulang di sini sudah mulai terlihat sepi.!


Aya dan Hendri terpaksa pulang dalam keadaan hujan dan basah-basah, walaupun sudah memakai jas hujan.

__ADS_1


Setelah beberapa menit akhirnya Aya dan Hendri sudah sampai di rumah.


Dan ternyata Nenek juga sudah tidur.


"Dari mana mas.?"


"Tadi cek Nenek sayang, tapi aku tidak cek keadaan nya."


"Mas mandi dulu, aku sudah buatkan air panas.!"


"Mandi bareng ya sayang, dingin-dingin gini enak deh."


"Aku sudah tidak tahan dingin mas, lebih maik kamu mandi dulu baru setelah itu aku beri kehangatan heeee," ucap Aya sambil tertawa.


"Baiklah sayang, tunggu mas ya.!"


"Iya mas."


Setelah selesai mandi, Hendri memakai pakaian yang telah di siapkan Aya di atas kasur.


"Terimakasih sayang."


"Iya mas sama-sama," oh iya mas tadi sudah cek keadaan Nenek.?


"Sudah sayang Nenek tidak apa-apa, dan keadaannya juga baik-baik saja."


"Syukurlah."


Setelah Hendri menghabiskan air jahe nya, Hendri menarik Aya ke dalam pelukannya.


"Maapkan mas sayang," ucap Hendri kembali.


Hendri merasa sangat bersalah, dengan apa yang sudah dia perbuat.


Jika tidak Hendri ceritakan, maka Hendri selama nya akan terus-terusan merasa bersalah, dan selalu merasa di hantui oleh bersalah nya itu.

__ADS_1


"Ada apa mas, seperti nya ada sesuatu yang terjadi,?" kenapa dari tadi semenjak mas menjemput ku, mas selalu mengucapkan kata maap.?


Hendri semakin menangis seperti anak kecil yang berada di dalam pelukan ibu nya.


Sedangkan Aya terus mengucap kepala Hendri, seperti menenangkan sang anak, agar berhenti dari tangis nya.


"Maapkan mas sayang, mas sudah berbuat salah kepada kamu," jika mas tidak cerita kepada kamu, mas merasa seperti sedang mengkhianati kamu sayang.


"Ada apa mas, apa yang sudah terjadi,?" kata mas mengkhianati aku, apa mas, ucap Aya sambil melepaskan pelukannya dari Hendri.


Dengan keadaan masih menangis, Hendri menceritakan dari awal dan sampai akhir, dan Hendri juga meminta maap tanpan sadar sudah menyentuh apam basah milik wanita lain.


Sedih, kesal, dan bangga itu yang di rasakan oleh Aya saat ini.


Namun Aya juga merasa bersalah, karena tiba-tiba dia meninggalkan suami nya demi pergi ke kampus, yang sudah Aya ketahui jika dia pergi maka takutnya Sinta akan berbuat lebih kepada suami nya, walupun Sinta sudah meminta maap kepada nya.


Namun berkat dari Agus, yang terlebih dahulu menceritakan dan menjelaskan semua kejadiannya.


Aya bisa berpikir fositif dan bisa memaapkan Hendri dengan lapang dada.


"Yang sudah terjadi biarlah terjadi mas, aku tidak seharusnya menghakimi kamu," sebab jika saat itu aku berada di posisi kamu, mungkin aku juga akan berbuat sama, dan di sana juga mungkin iman ku sudah di uji mas.


"Maapkan aku sayang, sungguh maapkan aku," aku sudah salah besar.


"Hei mas, jangan seperti itu,!" bukankah mas hanya di peluk dia dan sedikit menyentuh apam nya yang sangat basah, ini hanya tangan kamu mas, bukan junior kamu yang menyentuh.


"Ya Tuhan, aku tidak akan membiarkan Junior ku menikmati apam basah nya sayang," tidak akan pernah tejadi.


"Aku percaya mas, seratus persen aku percaya," tapi lain kali mas harus banyak berhati-hati, karena bukan hanya Sinta ini saja, mungkin lebih banyak Sinta yang lainnya menunggu untuk menguji ke iman nan kamu.


"Jadi apakah mas boleh menyentuh apam basah sayang.?"


"Apam basah milik siapa mas, mbak Sinta kah.?"


"Apam basah milik kamu dong sayang," ucap Hendri yang langsung mengungkung tubuh Aya dan akhirnya mereka berdua dengan keadaan sama-sama polos.

__ADS_1


Dan sama-sama saling memberi kehangatan.


__ADS_2