
"Om Hendri."
"Hei cantik, mana papah sama mamah kamu.?"
"Ada om, ayo masuk,!" ucap Arfin.
Arfin bergelayut manja di tangan Hendri, karena kedekatan mereka sudah seperti om dan keponakan.
Setelah Hendri masuk ke dalam tumah tersebut, tiba-tiba dari arah kamar keluarlah Adi dan Lisa, yang seperti nya sedang habis sholat magrib.
Hendri cepat-cepat memberi salam dan mengulurkan tangan nya untuk mencium telapak tangan Adi dan Lisa.
"Bagaimana kabar nenek kamu Hendri,?" aku dengar beliau sempat masuk ke rumah sakit, ucap Adi.
"Iya kak Adi, Alhamdulillah kabar nenek baik," dan sekarang sudah pulang dari rumah sakit sekitar satu bulan yang lalu.
"Alhamdulillah syukur lah," ucap Adi dan Lisa.
Tidak lama setelah itu keluarlah Arfin, yang membawa air teh hangat dan beberapa toples cemilan kering.
"Ini om Hendri.!"
"Terimakasih Arin."
Tidak lama setelah itu Hendri mengutarakan isi hati nya, yang selama ini sudah menyukai dan mencintai adik kandung Lisa.
Dan Hendri berniat untuk mempersunting Aya secepatnya jika Adi dan Lisa menyetujui nya.
"Kamu serius mau sama adik kakak,?" ucap Lisa.
"Iya kak, saya benar-benar serius," dan saya berniat untuk menikahi Aya, tanpa harus bertunangan terlebih dahulu.
"Jika kami berdua setuju, memangnya kapan kamu akan menikahi Aya,?" dan Aya sudah tahu masalah ini.
"Jika kak Adi dan kak Lisa setuju," maka bulan depan saya akan menikahi Aya kak, dan soal Aya, kami sudah sepakat semua urusan nya saya yang mengatur, apa lagi selain kuliah dia juga bekerja di sebuah toko kue.
"Bekerja,?" ucap Adi dan Lisa.
"Iya kak, sebelum saya mengatakan suka kepada Aya," dia terlebih dahulu sudah bekerja di tempat toko kue itu, dan saya tidak memiliki hak untuk melarang nya kak, karena saat itu dan sampai sekarang saya belum sah menjadi suami nya.
Adi dan Lisa mengerti dengan ucapan dari Hendri tersebut.
Setelah perbincangan cukup lama, dan waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 malam.
Akhirnya perbincangan mereka telah selesai, Adi dan Lisa juga setuju jika Hendri melamar Aya secepatnya.
Karena di khuatirkan akan ada fitnah dari orang-orang lain.
Acara pernikahan, akan di adakan bulan depan, di kediaman Adi dan Lisa di kampung halaman.
Malam semakin larut, Adi memberi saran kepada Hendri untuk menginap dulu malam ini dan besok pagi saja jika ingin pulang ke kota xx.
__ADS_1
Karena Hendri juga bingung akan pulang kemana, sedangkan rumah nenek nya yang ada di kampung sini sudah di jual, dan Hendri juga tidak memiliki keluarga lagi selain Adi dan Lisa.
Karena Hendri sangat dekat dengan ke empat kembar, namun Hendri memilih untuk tidur bersama Adnan.
Sebab jika mereka berdua sudah berkumpul maka obrolan apa saja akan menjadi lebih seru, apa lagi Adnan adalah tife pekerja keras seperti Hendri, jadi mereka cepat nyambung dalam hal pembicaraan apa pun.
"Adnan, om Hendri masuk ya.?"
"Ehh ayo masuk om.!"
"Om ikut tidur di sini ya malam ini.?"
"Boleh donk om, om kapan tiba di kampung ini.?"
"Sehabis sholat magrib tadi," kalian sih kalo sudah selesai makan malam kebiasaan tidak keluar kamar lagi.
Dan malam semakin larut, Hendri dan Adnan memutuskan untuk tidur malam nya.
Keesokan hari nya, Hendri sudah bersiap-siap untuk pulang ke kota.
Dan di meja makan sudah ada ke empat kembar, Adi, Lisa dan ibu Adi.
Mereka makan sambil saling melempar canda dan tawa.
Saat mereka sedang asik makan, tiba-tiba handphone Hendri berbunyi.
"Assalamu Alaikum dek, ada apa.?"
"Ini kakak lagi sarapan pagi."
Hendri mengedarkan handphone nya ke semua orang yang ada di meja makan, semua orang pada asik meledek Aya, yang ada di kejauhan sana.
"Ibu, kak Adi, dan kak Lisa sehat.?"
"Alhamdulillah kami sekeluarga sehat dek."
"Si kembar juga sehat,?" ucap Aya.
"Kami sehat aunty."
Ahkirnya telepon pun di sudahi.
Sedangkan Arfin merengek minta di antar oleh Hendri untuk pergi ke sekolahan, yang akhirnya di setujui oleh Hendri.
Sebelumnya Adi dan Lisa sudah melarang, namun Hendri selalu saja memanjakan Arin, dari dulu sampai sekarang.
Hendri berpamitan kepada semua orang yang ada di rumah, dan juga meminta doa untuk keselamatan di jalan.
Lisa juga menitipkan oleh-oleh untuk di bawa ke kota, untuk nenek Hendri dan juga Aya.
Setelah itu Hendri dan Arin, masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Adi.
__ADS_1
Saat di perjalanan, sebuah ide melintas di benak pikiran Arin.
Arin berpikir dengan adanya Hendri, dia akan membuat semua orang yang ada di sekolah akan berteriak, saat melihat Arin dan Hendri, turun dari mobil mewah.
Dan benar saja, Arin meminta Hendri untuk turun di halaman sekolahan, agar semua orang pada melihat kedekatan mereka berdua.
Namun Hendri tidak menaruh curiga sedikitpun kepada Arin.
Bagi Hendri, Arin dulu dan sekarang tetap sama, tetap bocah yang menggemaskan dan seribu ke bawelan dan cerewet nya.
Saat Hendri dan Arin turun dari mobil, semua orang yang ada di parkiran melihat takjub dengan ke tampanan muka Hendri.
Dan saat itu juga, di parkiran yang sama.
Pak Gani turun dari motor nya, yang melihat ke dekatan Hendri dan Arin.
Ada sedikit rasa sakit di hati pak Gani, namun cepat-cepat di tepis nya.
"Terimakasih ya mas, sudah mau mengantarkan Arin," ucap Arin smabil bergelayut manja di tangan Hendri.
"Sama-sama," belajar yang benar, biar cepat lulus sekolah nya, jawab Hendri.
"Kalo Arin cepat lulus sekolah, emang nya mas Hendri mau apa.?"
"Ada sebuah kejutan yang akan menanti."
Sebenarnya Hendri sudah mengetahui, dengan akal yang di buat oleh Arin.
Sehingga Hendri menuruti saja permainan yang di buat oleh Arin.
Hendri juga melihat, tatapan tidak suka oleh pak guru yang di dekat Hendri dan Arin.
Seperti nya pak guru tersebut sedang mendengarkan obrolan receh mereka.
"Kalo begitu mas pulang dulu ya, jaga diri baik-baik," ucap Hendri, setelah itu Hendri mencium kening Arin dengan sayang.
Tak heran jika Hendri berbuat seperti itu kepada Arin.
Sebab itu sudah terbiasa, di setiap perpisahan mereka berdua.
Adi dan Lisa serta Aya pun mengetahui sikap mereka berdua seperti itu.
Sedangkan pak Gani sudah sangat kesal, melihat adegan mesra mereka berdua.
Tidak tahan mihat hal itu, pak Gani memilih untuk pergi dengan membawa hati yang sangat kecewa.
Arin melambaikan tangan nya, ketika mobil Hendri menjauh dan menghilang dari pandangan mata Arin.
Si kembar Arin numpang di lapak ini ya gaes 🤭🤭🤭
Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah. tanpa kalian Author kurang bersemangat up nya 🤗🤗🙏🙏🙏🙏
__ADS_1