
Adi yang mendapatkan izin dari ibu nya, menjadi sangat senang.
Penantian tujuh bulan lama nya tanpa nafkah batin dari sang istri, sentuhan dan belaian serta kehangatan tidak Adi dapatkan.
Stok asi sudah tersedia banyak di dalam kulkas.
Senghaja ibu Adi meminta Lisa untuk menyimpan stok asi ketika Adi ingin pulang, itu adalah sebagian dari rencana ibu Adi.
Setelah mendapatkan izin dari ibu nya, Adi mengajak Lisa ke minimarket.
Karena di situ ada sebuah kamar yang lumayan nyaman dan besar.
Senghaja Adi membuatnya, sewaktu-waktu jika anak-anak di ajak ke minimarket Lisa bisa menjaga toko sambil menjaga si kembar.
Adi sudah mengatakan kepada pegawai nya, bahwa minimarket di liburkan dulu satu hari.
Para pegawai pun merasa sangat senang libur di jam kerja, namun ada kebingungan juga kenapa tiba-tiba di perintahkan untuk libur.
Ketika Adi dan Lisa sudah sampai ke minimarket.
Adi memarkirkan motor metik nya di samping bangunan toko, agar tidak ada yang curiga karena Adi sekarang berada di sana.
Setelah Adi dan Lisa masuk, Adi sudah merasa tidak sabaran.
Namun Lisa meminta untuk mandi dulu agar bersih saat mereka melakukan ritual suami istri.
Namun permintaan Lisa untuk mandi, di salah artikan oleh Adi.
Adi langsung menggendong Lisa menuju kamar mandi untuk melakukan mandi bersama.
Sehingga terjadilah mandi panas yang mereka lakukan di ruangan itu.
Adi mulai mencium bibir ranum sang istri yang sudah lama tidak dia rasakan.
Tangan Adi menjalar ke bagian arah benda pavorit nya yang sudah lama tidak terjamah.
Lisa yang juga sudah lama menantikan sentuhan-sentuhan dari suami nya, hingga ingin meminta lebih dan ingin cepat-cepat melakukan penyatuan.
Muka Lisa dan Adi sudah berkabut gairah, yang sama-sama ingin meminta lebih.
Namun Adi masih menikmati pemanasan, agar penyatuan nanti akan terasa indah seperti awal mereka melakukan hubungan intim.
"Mas aku sudah tidak tahan," ucap Lisa kepada Adi.
Namun Adi tidak menghiraukan ucapan dari sang istri.
Adi malah menghisap bukit kembar milik Lisa, seperti bayi yang sangat kelaparan.
jari Adi masuk ke goa milik Lisa dan memaju mundurkan dengat ritme yang sangat cepat
Hingga lolos keluar suara-suara ******* dari mulut Lisa.
__ADS_1
Sedangkan Adi tersenyum melihat muka sang istri yang sangat meinginkan hal yang lebih lagi.
"Kita ke kamar sayang," ucap Adi, yang langsung meangkat tubuh sang istri yang sudah polos tanpa sehelai benang.
Dan Lisa hanya bisa meanggukkan kepala nya pertanda Lisa setuju, karena Lisa sudah beberapa kali pelepasan, dan sekarang tubuh nya terasa sangat lemas.
Setelah mereka tiba di dalam kamar, Adi segera mearahkan pusaka nya yang sudah lama tidak menikmati surga dunia.
Adi adalah pria normal yang juga merasakan kehausan akan masalah hubungan intim.
Saat Adi berada di kota, banyak teman-teman baru nya yang bekerja di tempat alat bangunan, menawarka kepada Adi masalah hubungan intim.
Bahkan mereka tidak segan-segan mendatangkan beberapa perempuan cantik-cantik dan berpakaian yang kekurangan bahan hingga menampilkan benda-benda itu terpampang jelas di mata Adi.
Namun sebagai pria sejati, Adi sangat menjunjung tinggi yang nama nya sumpah dari leluhur dalam keluarga Adi.
Adi tidak ingin hanya karena hawa nafsu, maka akan hilang dalam sekejab apa yang selama ini dia miliki.
Adi menolak secara halus tawaran dari teman-teman nya itu, bahwa mengatakan hanya istri ku lah yang memiliki semua tubuh ini, dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Namun Adi hanya mendapatkan olokkan dan ejekkan dari teman-teman nya yang mengatakan suami takut istri.
Memang benar, Adi sangat takut kepada Lisa.
Karena tubuh Lisa lebih indah daripada perempuan-perempuan malam itu.
Tubuh Lisa sangat terjaga dan terawat.
*******-******* lolos keluar dari mulut ke dua insan yang sedang merajut kasih, yang sama-sama kehausan akan sentuhan itu.
Tubuh Lisa yang padat dan berisi menjadi candu Adi.
Adi sangat menikati suasa di malam ini.
Hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi.
Namun pergulattan panas itu tidak ada berhenti.
Entah sudah berapa kali Adi menyemburkan cairan hangat itu ke dalam rahim Lisa.
Sehingga di pukul jam lima pagi, cairan terakhir yang Adi semburkan ke dalam rahim Lisa, yang membuat seprai kasur itu menjadi basah karena banyak nya air-air kenikmattan.
Hingga mereka berdua sama-sama merasakah kebahagiaan dan tubuh mereka sama-sama sangat lelah dan lemas.
"Istirahat sebentar sayang, aku pengen lagi setelah ini," ucap Adi yang hanya di beri anggukkan kepala saja.
••••
Di lain tempat.
Radix beserta keluarga kecil nya sekarang sangat bahagia.
__ADS_1
Setelah Rahma melahirkan anak perempuan nya yang bernama Falisha, mereka sekeluarga pindah ke kota B.
Dan meninggalkan kota J, untuk memulai hidup baru.
Sekarang Rahma sudah sah menjadi istri dari Radix Firmansyah.
Setelah masa nifas Rahma berakhir, Radix cepat-cepat menghalalkan Rahma secara hukum dan agama.
Rahma sekarang sudah banyak perubahan, bahkkan tubuh nya yang kurus dan ramping seperti model itu.
Sekarang sudah menggunakan hijab.
Di tambah mak up tipis dan natural membuat kecantikkan Rahma semakin terpancar.
Yang terkadang membuat Radix menjadi takut, jika seandai nya sang istri kembali lagi seperti dahulu.
Namun Rahma sangat meyakinkan Radix, dirinya benar-benar ingin berubah dan menjadi istri sholehah.
Serta ingin menjadi ibu dan istri yang baik.
"Jangan ragukan cinta ku mas, aku benar-benar ingin berubah dan ingin menua bersama mu," ucap Rahma kepada Radix.
Radix sangat bahagia dan merasa puas dengan jawaban sang istri.
Pekerjaan Radix sekarang sebagai kurir pengantar buket bunga, dan berbagai macam-macam hiasan buket sesuai pesanan para pelanggan.
Toko itu adalah milik bersama yang arti nya di sana bos nya adalah Rahma.
Karena toko itu baru beberapa bulan di buka, jadi mereka belum berpikir untuk mencari pegawai baru.
Karena di sana bukan hanya Rahma saja, ibu Radix pun ikut terjun ke dunia buket itu, sekedar untuk membantu Rahma dan Radix.
Sedangkan Falisha, bayi kecil itu sangat pintar dan anteng.
Tidak membuat ibu dan nenek nya merasa kualahan saat menjaga nya.
Jam makan siang pun tiba, Rahma sudah memasak menu sederhana, namun dapat membuat nafsu makan Radix menjadi meningkat.
Sayur lodeh, ikan asin dan tahu, tempe goreng.
Menu sederhana, seperti kehidupan mereka yang sangat sederhana.
Karena Radix dan Rahma berjanji akan memulai hidup sederhana dan menanamkan kebiasaan itu kepada putri kecil nya.
Sehingga saat besar nanti tidak hanya mengejar hawa nafsu saja, melainkan perilaku dan sipat yang baik.
"Aku bisa tambah gemuk sayang, jika makanan enak-enak seperti ini," ucap Radix kepada Rahma.
"Tidak apa-apa mas, biar kamu jadi kuat karena hari ini kamu banyak tugas untuk mengantarkan pesanan para pelanggan," jawab Rahma.
Dan mereka tertawa bersama, sambil menikmati hidangan sederhana mereka.
__ADS_1
Yang masih suka dengan cerita Adi dan Lisa jangan lupa Like, Komen 🤗🤗🤗🤗 🙏🙏