
Sudah beberapa hari setelah Aya sembuh dari koma nya, hari ini Aya diperbolehkan oleh dokter untuk pulang kerumah.
Lisa meminta untuk pulang ke kossan nya saja, karena tidak enak sudah sebulan lebih Lisa merasa sangat merepotkan Adi dan ibu nya.
"Ibu Lisa sama Aya pulang ke kossan saja ya.?"
"Pulang ke rumah ibu saja nak, di sana ibu dan Adi bisa mengawasi masa pemulihan Aya."
"Aku sudah terlalu banyak merepotkan ibu dan mas Adi, aku mohon ya bu."
"Yang ibu bilang benar, lebih baik kalian berdua pulang saja kerumah mas dulu.!"
Kalo sudah Adi yang bersuara, mau tidak mau Lisa harus setuju, karena di tolak pun percuma saja.
Karena Adi orang nya tidak suka apa yang dia perintahkan di tolak.
"Baiklah mas, aku nurut saja," jawab Lisa dengan pasrah.
Setelah berberes semua barang-barang keperluan yang di bawa pulang ke rumah, Adi, Lisa, Aya dan ibu, pulang meninggalkan rumah sakit, dan menaiki taxi yang sudah terlebih dahulu di pesan oleh Adi.
Sesampai nya di rumah, karena rumah Adi hanya ada, dua kamar.
Satu kamar sang ibu, dan satu kamar yang di tempati Adi.
"Kamu tidur di kamar mas saja.!"
Hahhh...
Lisa kaget bukan main, masa iya dia harus tidur dengan Adi satu kamar.
"Mas jangan bercanda deh, masa iya aku harus tidur di kamar sama mas lagi."
"Lebih tepat nya kamu dan Aya yang tidur di kamar mas, biar mas tidur di luar."
"Mas Adi, aku merepotkan mas terus.?"
"Tidak apa-apa mas iklas kok, nanti kan kita juga pasti satu kamar berbagi kasur lagi."
"Apaan sih mas Adi pikiran nya mesum banget."
Adi tersenyum, melihat muka Lisa yang sudah sangat memerah.
"Yasudah kamu istirahat dlu, ajak juga Aya, karena dia harus banyak-banyak istirahat.!"
"Iya mas, mas juga harus istirahat.!"
Saat Lisa dan Aya sudah berada di kamar, tiba-tiba phonsel Lisa berbunyi pertanda ada seseorang di seberang sana sedang memanggil.
"Assalamu Alaikum, Lisa," terdengar suara perempuan di seberang sana yang menelpon.
"Wa Alaikum Salam," bude.
Ya, yang menghubungi Lisa adalah bude sekar, tetangga Lisa waktu di kampung halaman nya.
"Lisa bude dengar Aya mengalami kecelakaan ya.?"
"Iya bude, sekitar satu bulan lebih dan sempat koma juga bude."
"Ya Allah, bude baru tahu Lisa, maapkan bude ya."
"Tidak apa-apa bude, Alhamdulillah semua nya kembali seperti dulu lagi.
"Owhh iya Lisa, maap bude mengganggu waktu kamu," bude cuman mau memberi tahu bahwa lusa anak bude mau menikah, bude harap kamu bisa hadir ya. sekalian tengokin tuh rumah kamu.
"Iya bude insya Allah, Lisa sampai lupa bahwa Lisa masih punya rumah."
Lisa tertawa karena melupakan kediaman kedua orang tua nya dulu, banyak kenangan manis di sana bersama kedua orang tua nya.
"Yasudah bude tutup dulu ya telepon nya, jaga kesehatan mu dan adik mu.!"
"Terimakasih bude, Assalamu Alaikum."
"Wa Alaikum Salam," jawab bude Sekar.
__ADS_1
Malam pun tiba, kini di kediaman rumah Adi terlihat kembali kehidupan.
Canda dan tawa semakin terdengar.
Hidangan makan malam sangat sederhana, hanya ada oseng kangkung, tahu, tempe, dan ikan asin.
Walaupun sederhana, tapi jika makan dengan keluarga yang tercinta, ikan asin pun terasa ayam goreng.
Adi makan dengan lahap nya, seperti sudah sebulan tidak menemukan makanan lezat.
"Heyyy dasar anak nakal, makan itu jangan cepat-cepat nanti keselek," kata ibu Adi.
Heeeeeeee.. Adi tertawa sambil terus memakan, makanan nya.
"Makanan ibu memang juara."
"Makanan ibu yang juara, atau makan di temani Lisa jadi terasa juara."
Adi yang ketahuan oleh sang ibu ratu, terbatuk-batuk, cepat-cepat Lisa meminumkan air putih ke mulut Adi.
"Huhhh dasar modus," kata ibu Adi.
"Alahhh ibu, seperti tidak pernah muda saja," jawab Adi.
Lisa hanya tersenyum malu, berada di dekat keluarga yang baru saja dia kenal, terasa sangat damai dan bahagia.
Saat makan malam sudah selesai, Lisa membantu ibu Adi mencuci piring dan membersihkan meja makan.
Adi sudah duluan duduk santai di muka tv. karena malam ini dan seterus nya Adi akan tidur di muka televisi.
Lisa dan ibu datang mendekati Adi.
"Ini mas, aku buatin kopi.!"
"Terimakasih calon istri," kata Adi.
"Haduhhh ibu berasa seperti obat nyamuk saja, ibu mau kekamar saja lah kalo begini."
"Berasa sudah mempunyai istri, sini yank tak kelonin.!"
Adi tertawa, merasa sangat lucu dengan ucapan nya sendiri.
"Apa sih mas, mesum deh."
Lisa merasa sangat malu, begini kah rasa nya kalo mempunyai suami, batin Lisa.
"Kenapa, pasti kamu mikir kan kalo kita menikah keadaan nya nanti seperti ini."
"Iya mas, jawab Lisa malu-malu."
"Jangan malu-malu, ayo coba tatap muka mas sinih.!"
"Apa sih mas, enggak mau ah," jawab Lisa malu-malu.
"Ayo donk, kan mas mau merasakan rasa nya punya istri gimana.?"
Lisa menuruti kemauan Adi, Lisa mulai mengangkat kepala nya dan memandang wajah cerah Adi malam ini.
Kemudian Adi mengusap kepala Lisa dengan sayang, dan tangan satu nya memegang tangan Kiri Lisa.
Jantung Lisa berdetak sangat cepat, perasaan antara bahagia dan malu menjadi satu..
"Mas aku malu," kata Lisa.
"Jangan malu sama mas."
"Mas akan segera melamar mu, bagaimana pun cara nya, mas usahakan secepat nya kita akan segera bersama.
"Mas sangat mencintai mu," kata Adi.
"Aku juga mas," jawab Lisa dengan malu-malu.
"Begini ya rasa nya kalo sedang berduaan, apa lagi kalo sudah sah."
__ADS_1
"Emang nya kenapa mas kalo sudah sah.?"
Adi membisikkan sesuatu ke telinga Lisa, dan berkata.
"Mas akan kurung kamu di dalam kamar," dan membuat kamu tidak dapat berjalan besok hari nya.
"Mas mesum terus ih," kata Lisa.
"Mas mesum cuma sama kamu kok, tidak pernah sama yang lain."
"Masa sih mas, bohong deh," kata Lisa.
"Beneran, mas tidak pernah sedekat ini sama perempuan, malam-malam lagi berduaan di atas kasur."
"Sama itu mas.?"
"Siapa, Rahma maksud kamu.?"
Lisa hanya meanggukkan kepala nya saja.
"Mas tidak pernah berduaan seperti ini sama Rahma, kalo pun berduaan cuman di atas motor saja, tidak lebih.
"Terus mbak Rahma nya tidak marah atau apa gitu mas.?"
"Dia tidak marah, cuman diam-diam dia bermain hati saat dibelakang mas."
"Sudahlah jangan membahas dia lagi, dia hanya masa lalu mas," mas tidak ingin membahas masa lalu di depan masa depan mas.
"Iya mas, maapkan Lisa."
"Tidak papa mas tidak akan marah, kan kamu bertanya."
"Owhhh iya mas, aku lupa."
"Kenapa.?"
"Tadi bude, tetangga ku di kampung menelepon mas," dia mengatakan bahwa lusa anak nya akan menikah, dan bude berharap aku bisa hadir.
"Mas akan menemani kamu pergi.!"
"Terus Aya bagaimana mas.?"
"Aya nanti biar sama ibu di rumah, tidak baik kalo Aya juga di bawa," dia masih dalam peroses pemulihan.
"terus kita berangkat kapan mas.?"
"Besok mas akan bicarakan dulu sama ibu," masalah berangkat nya kita akan menginap satu malam saja.
"Terimakasih ya mas," jawab Lisa.
"Sama-sama, yasudah kamu tidur sana, istirahat.!"
"Iya mas, aku tidur dulu ya."
Saat Lisa akan berdiri, tiba-tiba Adi memegang tangan Lisa.
"Selamat tidur calon istri nya mas," Adi mengecup tangan putih mulus nya Lisa.
"Selamat tidur juga mas," Lisa kembali mencium tangan Adi.
Setelah itu Adi melepaskan tangn Lisa, bisa-bisa jika masih memegang tangan Lisa yang ada akan khilaf.
Karena sedari tadi Adi menahan senjata nya sudah on, untung saja Adi lelaki yang tetap pada pendirian nya.
Akan menyentuh, jika sudah sah menjadi milik nya.
Gaes aku up lagi ya, maap hanya satu bab hari ini.😊🙏🙏🙏
Soal nya aku lagi tidak enak badan, karena cuaca di sini kurang mendukung 🤗🤗🤗🤗
Maap jika masih ada kekurangan dalam kata-kata nya, karena aku masih belajar, tinggalkan komentar kalian ya, biar aku lebih semangat lagi menulis nya 🤗🤗🤗🤗
Owhhh iya yang dari kemaren tanyain visual nya, nanti ya. aku masih mikir yang mana cocok, karena aku kurang tahu dengan artis Luar Negeri, mohon sabar dulu ya, secepat nya akan aku kasih. 🙏🙏🙏😊
__ADS_1