Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Penjelasan


__ADS_3

"Bisa anda jelaskan mbak, kasihan anak nya sudah mengira bahwa suami saya adalah papah nya.?"


"Ma itu papah kan, foto yang mama lihatkan kepada Naila kemaren mirip sekali sama dengan om ini."


Degggggggggg


'Mati aku, kenapa bisa sih aku melupakan bahwa mas Hendri sudah menikah,' batin Sinta.


"Kenap anda diam mbak Sinta, apakah benar yang di katakan oleh Naila.?"


Aya terus mendesak Sinta untuk menjelaskan apa yang terjadi.


Namun dugaan Aya ternyata salah, bukannya menjawab Sinta malah membwa Naila pergi untuk meninggalkan toko kue Aya tersebut.


"Maap mbak Aya dan mas Hendri, ini hanya salah paham," ayo Naila kita pulang.!"


"Mama Naila mau ketemu papah, om itu papah Naila kan mah,?" ucap Naila sambil menangis yang terus di tarik oleh Sinta.


Setelah kepergian Sinta dan Naila, Aya hanya terdiam, namun pandangan nya terlihat sangat kosong.


"Sayang, apa kamu juga marah sama mas.?"


"Tidak mas, aku tidak marah sama kamu."


"Apakah kamu mau mendengarkan penjelasan mas, kenapa tiba-tiba mbak Sinta mengenal mas."?


"Apakah mas mau menjelaskannya, dan apakah mas tidak berbohong kepada ku.?"


"Mas tidak akan berbohong sayang, buat apa mas berbohong,?" yang ada nanti nya akan merusak kepercayaan kamu.


"Baiklah akan aku dengarkan mas."


Hendri menceritakan awal mulai dia bertemu dengan Sinta, dan sempat berkenalan.


Namun Hendri tidak mengetahui siapa papah Naila, sebab Sinta mengatakan dia sudah lama berpisah dan sekarang dia adalah seorang janda.

__ADS_1


Bagi Hendri semua itu tidaklah penting, namun Hendri tidak ingin membuat Aya semakin banyak berpikir yang akan membuat rumah tangga nya semakin hancur.


"Maapkan aku mas, aku sempat berpikir jahat kepada mu."


"Tidak apa-apa sayang, wajar jika kamu berpikir seperti itu," percayalah kepada mas, mas tidak akan pernah mengkhianati cinta mas kepada kamu.


"Iya mas aku percaya."


Setelah itu Aya dan Hendri bersiap-siap untuk pulang ke rumah mereka, dan melupakan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu..


Namun tanpa di ketahui Hendri dan Aya, ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan yang tidak suka.


'Akan aku rebut kebahagiaan kamu mbak Aya, akan aku buat mas Hendri berpaling ke dalam pelukan ku,' batin Sinta.


***


Saat Falisha rerbangun dan melihat sekeliling tempat tidur nya merasa ada yang berbeda.


Falisha kembali berpikir sebelumnya dia masih berada di lobi perusahaan, namun sekarang dia sudah berada di dalam kamar, yang entah kamar siapa Falisha tidak mengetahui nya.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, terlihat sosok laki-laki dengan tubuh nya yang masih terlilit handuk di bagain pinggul nya.


Badan yang terlihat kotak-kotak, tubuh yang terlihat sangat kekar.


Dengan senyum yang mengembang kepada Falisha.


Arden mendekat dan duduk di samping Falisha.


Di belainya rambut Falisha, dan di ciumnya kening Falisha cukup lama.


"Maapkan mas sayang, sudah membuat kamu menunggu terlalu lama, kenapa kamu tidak telepon mas saja sayang,?" jadi kan mas bisa jemput kamu.


"Maapkan aku mas, sebenarnya aku mau bikin surprise," tapi duluan kamu yang lihat aku, maapkan aku mas.


"Kamu tidak salah sayang, mas yang bikin kamu malu dan menunggu terlalu lama."

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar ada keributan di luar kamar Arden seperti nya di dalam ruangan kantor.


"Siapa mas, kenapa ada keributan, apkah kamu memecat resepsionis tadi.?"


"Tidak sayang, mas belum sempat berbicara kepada nya."


"Pakai dulu mas baju kamu, jangan sampai kamu keluar dengan keadaan seperti ini.!"


"Kenapa sayang.?"


"Ya ampun mas, dalam keadaan seperti ini kamu masih bertanya kenapa,?" justru aku tidak rela tubuh mu menjadi tontonan orang banyak.


Cuppppppppp


"Tidak ada satu orang pun yang pernah melihat tubuh ku ini sayang, hanya kamu yang melihat dan merasakan tubuh ini semua," ucap Arden.


"Terimakasih mas, aku sayang kamu."


"Aku lebih menyayangi kamu sayang."


Karena kelamaan Arden keluar dari kamar peribadi nya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Brakkkkkkkkkkk.


"Sayang.????????"


"Kamu selingkuh dari aku, kamu menghianti aku," teriak perempuan tersebut yang tak lain adalah Melinda.


Sedangkan Falisha merasa bingung, karena sebelumnya Falisha belum pernah melihat Melinda sekalipun.


"Selingkuh, siapa yang selingkuh,?" ucap Arden berbalik bertanya kepada Melinda, sang mantan kekasih.


Sedangkan Falisha baru mencerna setelah Melinda mengatakan kata penghianatan.


Namun di hati Falisha tidak ada rasa takut ataupun merasa cemas.


Karena dirinya tidak pernah mengambil Arden dari Melinda.

__ADS_1


Melinda sendiri lah yang telah meninggalkan Arden demi kesenangan dan nafsu semata.


__ADS_2