
"Emmmmm, aku harus jawab sekarang ya kak,?" ucap Aya.
"Tidak juga sih, kakak hanya ingin kepastian dari kamu saja," agar kakak bisa mengetahui apakah kakak di terima atau tidak, jawab Hendri.
"Memang nya kak Hendri serius sama aku.?"
"Kakak serius dek, malah jika kamu mau hari ini pun kakak siap untuk melamar kamu."
"Isss, itu sih mau nya kakak."
"Lah mau nya kamu emang nya seperti apa.?"
"Enggak tau juga sih kak."
"Dek kakak itu serius loh sama kamu," bahkan kakak sudah lama berharap kamu juga mencintai dan memiliki perasaan yang sama pada kakak.
Walaupun terkesan kakak memaksa kamu sih dek, namun dengan keadaan kakak seperti ini, kakak akan membahagiakan kamu dengan cara sederhana.
"Kalo kak Hendri benar-benar mencintai aku, datanglah kepada kak Adi dan kak Lisa, ucap Aya.
"Berarti kamu menerima kakak,?" jawab Hendri.
"Jika kak Adi dan kak Lisa, menerima kak Hendri, sebagai pasangan hidup aku," insya Allah aku juga akan menerima kakak, ucap Aya.
"Terimakasih dek, setidak nya kakak memiliki kesempatan untuk tetap memperjuangkan kamu," ucap Hendri dengan hati sangat gembira.
Di lain tempat.
Seorang laki-laki terduduk lemas, saat melihat dengan mata kepala nya sendiri.
Kekasih yang selama ini dia percaya, bahkan sangat dia cintai melebihi diri nya sendiri.
Melakukan hal yang menjijikan, bahkan lawan mainnya dua orang yang Arden ketahui adalah pegawai di perusahaan orang tua Melinda.
Flashback On
"Bos cepatlah datang di apartemen nona Melinda, maka anda akan mengetahui semua nya.!
Setelah membaca pesan dari anak buah yang beberapa minggu ini selalu mengikuti kemama Melinda pergi, Arden cepat-cepat mengambil kunci mobil nya.
__ADS_1
Namun Arden melupakan membawa dompet beserta isi nya.
Setelah Arden sampai di apartemen nya Melinda, ternyata password apartemen tersebut masih sama dan tidak ada yang berubah.
Saat Arden mulai masuk, terdengar jelas di telinga Arden suara-suara de****n orang bersahutan, bukan hanya dua, melainkan ada tiga orang.
Kaki Arden sudah terasa lemas, berjalan pun terasa ingin tumbang.
Namun sekuat tenaga Arden menyeret kaki nya untuk segera cepat sampai di sebuah kamar yang suara bersahut-sahutan tersebut.
Pintu kamar tidak terkunci, sehingga Arden dapat melihat ada sebuah baju dan celana laki-laki, ****** *****, bra berhambur entah kesana kemari.
Hati Arden kembali terasa sakit, saat melihat dengan mata kepala nya sendiri, orang yang selama ini dia jaga kehormattan nya, dengan mudahnya memberikan ke semua orang.
Arden kembali melihat adegan-adegan Melinda bersama dua lelaki yang dia ketahui adalah anak buah ayah Melinda di kantor.
Dengan berbagai gaya satu lawan dua, lelaki tersebut menjamah seluruh tubuh Melinda, hingga tidak merasa jiji, lelaki tersebut men****t milik Melinda dengan rakus.
Sekuat hati Arden melihat adegan-adegan itu, hingga dia tidak tahan lagi.
"Hentikan Melinda, cukup sudah,!" ucap Arden dengan suara teriak lantang.
"A-Arden," ucap Melinda tergagap muka nya sudah terlihat pucat karena ketakuttan saat melihat muka Arden yang seperti teramat marah.
Sedangkan ke dua laki-laki tadi, bergegas mencari semua pakaian mereka dan ingin bersiap-siap pergi dari apartemen Melinda.
"Arden aku mohon, maapkan aku,!" ini semua tidak seperti yang kamu lihat, aku bisa menjelaskan nya Arden, ucap Melinda dengan berlinang Air mata nya.
"Apa aku tidak ada harga nya di hati kamu Melinda,?" apakah kamu tidak memiliki rasa kasihan dan memikirkan bagaimana nanti nya perasaan aku saat mengetahui ini semua,! jawab Arden.
"A-aku khilaf Arden," ucap Melinda sambil ingin menghampiri tubuh Arden.
Namun Arden menghentikan nya.
"Tidak perlu mendekat dengan ku Melinda, sudah cukup drama yang kamu buat selama ini,!" tidak ada kata khilaf jika itu di dasari dengan suka sama suka.
"Aku mohon Arden, anggap semua ini tidak pernah terjadi,!" aku sangat mencintai kamu, aku tidak bisa kehilangan kamu Arden, ucap Melinda.
"Dasar tidak tahu malu," dengan keadaan kamu sekarang, kamu pikir aku bisa melupakan semua nya, dan meanggap semua nya tidak pernah terjadi apa-apa, segitu bodohnya kah diri ku di mata kamu Melinda.
__ADS_1
"Aku mohon Arden maapkan aku, aku tidak bisa mengendalikan hasrat aku," aku sering mengajak kamu, namun selalu kamu tolak, ucap Melinda mencari pembelaan.
"Itu semua aku lakukan agar aku selalu blisa melindungi diri kamu," sehingga saat kita sudah halal nanti aku bisa menikmati hasil yang selama ini aku jaga, tapi aku salah besar Melinda, menjaga orang yang tidak memiliki perasaan sama sekali. Mulai hari ini aku mau kita putus, dan aku minta jangan menemui aku lagi, karena bagi ku Melinda yang dulu aku kenal sudah tidak ada lagi.
Setelah mengatakan itu semua, Arden pergi meninggalkan apartemen yang dulu banyak kenangan manis, dan malam ini semua menjadi sirna hanya sisa kenangan.
Arden mengendarai mobil nya menuju club malam yang terkenal di kota xx.
Sebenarnya Arden bukan lah orang yang suka bepergian ke tempat tersebut, namun malam ini dengan membawa hati yang teramat sakit, Arden memberanikan diri nya pergi ke club dan memesan minuman beralkohol.
Arden bukan lah laki-laki yang suka minum yang beralkohol, hingga satu, dua, dan tiga tegukan Arden langsung merasa pusing dan perut nya terasa mual.
Hingga waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, namun tidak ada tanda-tanda Arden akan meninggalkan tempat ini.
Semua pegawai club tersebut sudah mencari identitas Arden, namun semua nya nihil.
Karena Hanphone Arden mati total, sedangkan dompet juga tidak menemukan, yang ada hanya tersisa kunci mobil.
Salah satu pegawai club keluar ke area parkiran, untuk mencari bantuan kalo saja ada yang berniat membantu Arden.
Pegawai tersebut melihat salah satu perempuan yang berada di seberang jalan, yang seperti nya sedang ke bocoran ban mobil.
"Ada apa dengan mu nona,?" ucap salah satu pegawai club tadi bertanya kepada seorang perempuan.
"Mobil saya bocor mas, apa lagi ini sudah sangat malam," ucap Falisha.
"Nona jam segini tidak ada lagi orang yang lewat, apa lagi bengkel mobil," kalo nona mau, nona bisa tolong saya.?
"Tolong apa mas, saya saja sedang kesusahan.?"
"Di dalam ada seorang laki-laki, yang sedang pingsan karena mabuk berat," namun kami semua tidak mengetahui identitas nya, yang ada hanya hanphone dan kunci mobil saja.
Hanphone pun sudah mati total nona, ucap seseorang tersebut.
Falisha berpikir sebentar, sebelum akhirnya dia setuju untuk menolong orang tersebut.
Hai gaes maap ya baru up 😊
Falisha aku hadirkan di sini saja ya, sebagai pengobat hati Arden ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa gaes Like, komen, Vote dan Hadiah, agar aku lebih semangat up nya 🤗🤗🤗🤗