
Sebulan sudah berlu, sebulan pula Aya tidur dari koma nya.
Atas permintaan Adi, Lisa pun kini sudah berhenti bekerja di cafe idaman, karena harus menjaga Aya.
Semua nya tidak ada yg berubah, ruangan pemulihan masih tetap sama, malah Adi semakin kesulitan dalam keuangan.
Siang malam Adi bekerja, untuk memenuhi biaya rumah sakit nya Aya.
"Mas Adi, hari ini tidak usah kerja ya.?"
"Kalo mas tidak kerja, bagaiman kita harus bayar biaya rumah sakit nya Aya.?"
"Aku tidak ingin mas sakit, mas sekarang semakin tambah kurus."
"Walaupun mas terlihat kurus, tapi mas masih terlihat ganteng kan.?"
"Ihhh mas Adi apaan sih, aku serius tau."
"Mas juga serius," kalo mas tidak kerja bagaimama kamu, Aya, dan ibu.?
"Maksud nya mas Adi apa.?"
"Jika mas tidak bekerja, bagaiman mas menafkahi kalian bertiga," kalian adalah semangat nya mas.
Lisa menangis, dia merasa sangat di istimewakan Adi.
"Terimakasih mas, mas Adi selalu ada untuk aku dan juga Aya."
"Sama-sama, kalian adalah semangat nya mas."
Di lain tempat..
Acara pernikahan Lukman dan Rahma berjalan dengan lancar, di adakan di sebuah gedung mewah yang ada di kota jakarta.
Lukman dan Nury sudah resmi bercerai, karena Nury sudah tidak sanggup hidup dengan suami yang masih terbayang-bayang akan masa lalu.
Tetapi walaupun Nury terima kehilangan semua nya, Nury tidak akan tinggal diam, masih banyak kejutan yang akan membuat rumah tangga Lukman dan Rahma akan hancur seketika.
Nury menelepon seseorang yang ada di seberang sana.
"Hallo," terdengar suara khas laki-laki di seberang sana.
"Apa kamu sudah menyiapkan semua bukti-bukti nya malam ini.?"
"Sudah nona bos, mereka berdua akan hancur malam ini juga," dan tuan Lukman akan menyesali semua yang telah dia lakukan kepada nona bos.
"Baik, aku suka dengan kerja keras mu," lakukan malam ini juga, dan buat mereka berdua menyesal sudah bermain-main dengan ku.
Aku tidak ingin memberi kesempatan buat mereka bahagia, biar mereka merasakan bagaimana sakit nya oleh penghianatan.
"Baik nona bos, segera kami bereskan malam ini juga."
__ADS_1
Setelah telepon terputus, Nury tertawa bahagia.
'Kita Lihat saja, kalian akan hancur di tangan ku malam ini juga'.
Di sebuah kamar hotel, yang mewah sudah di hiasi bunga-bunga yang cantik dan indah.
Rahma yang sudah merasa sangat gerah dan ingin segera membersihkan tubuh nya.
"Sayang aku duluan ya masuk ke kamar mandi," aku sudah sangat gerah nih.!
"Apa kamu tidak ingin mandi bersama sayang," kata Lukman dengan senyum genit nya.
"Nanti saja sayang setelah kita sama-sama bersih."
Rahma masuk ke dalam kamar mandi, yang ada di dalam kamar hotel itu.
Tidak lama setelah itu, Rahma membuka pintu kamar mandi dan sedikit berteriak.
"Sayang tolong ambilin handuk ku dong," di sini tidak ada, mungkin pelayan hotel lupa sayang, kata Rahma.
Baikalah aku akan mengambilkan nya sayang.
Saat Lukman ingin mengambilkan handuk untuk Rahma, tiba-tiba pintu kamar hotel di ketuk, dan Lukman cepat-cepat untuk membuka pintu kamar hotel.
Cklekkkkkkkkkk
Lukman terkejut, kenapa tiba-tiba dokter datang di malam pengantin nya, tapi Lukman kembali bersikap biasa saja, untuk menutupi penasaran nya.
"Iya benar ada apa ya dokter mencari istri saya.?"
"Saya hanya ingin bertemu dengan nona Rahma," ingin memberikan hasil tes kehamilan nya tuan.
"Ha-hamil, anda bercanda kan dok,?" mana mungkin istri saya hamil, dia saja tidak pernah bilang kalo dia hamil.?
"Benar tuan, nona Rahma hamil dan mengandung sudah 12 minggu."
"Hahhh anda jangan bercanda dokter, mana mungkin istri saya hamil sudh 12 minggu," dan mana bukti nya.?
"Ini tuan, jika anda tidak percaya," anda bisa lihat hasil ini semua dan pertanyakan apa istri anda benar hamil atau sedang lagi berbohong.
"Maap saya permisi, dan maap sudah mengganggu istirahat anda malam ini.
Lukman mengepalkan tangan nya, dia menghiraukan panggilan dari Rahma, yang meminta tolong untuk minta ambilkan handuk.
Saat Lukman membuka hasil dari dokter tadi semua terbukti jelas, ternyata Rahma sedang membohongi nya, tetapi Lukman diam saja, dia ingin tahu bagaimana nanti reaksi Rahma.
"Sayang kenapa sih, aku tadi kan minta tolong ambilin handuk.?"
"Maap sayang aku lupa," jawab Lukman seada nya.
"Sayang buka televisi dong, kali aja ada berita seru atau apa."
__ADS_1
Lukman tidak menolak dan tetap saja menuruti semua perintah yang Rahma suruh kan.
Saat televisi terbuka, ternyata tayangan nya bukan filem, atau pun berita.
Ternyata adegan panas Rahma, saat berada di kamar hotel bersama Radix dan Seno, di dalam video itu tertera hari, tanggal, dan tahun nya.
Rahma yang melihat adegan itu semua, terduduk dengan lemas.
Dalam hati nya bicara, ini pasti perbuatan Nury sialan itu, berani nya dia bermain-main dengan ku, terus dapat dimana lagi dia.
"Apa ini Rahma, apa ini semua jawab.?"
Rahma yang mendengar pertanyaan dari Lukman, dengan nada yang sangat tinggi, menjadi ketar ketir, muka nya sangat pucat, jantung nya berdetak sangat cepat.
"Sa-sayang, aku bisa jelaskan ini semua."
"Jangan panggil aku dengan kata-kata kotor mu itu," dan ini apa, hasil semua perbuatan kamu di malam itu hah, dan kamu akan menjebak ku, dan mengatakan bahwa anak yang ada di dalam kandungan mu itu adalah anak ku jawab.?
Muka Rahma semakin pucat, dia hanya menangis, ternyata ini bukan kemenangan, ini awal kehancuran nya.
"Hiks hiks hiks, maapkan aku mas, aku minta maap."
Rahma berlutut di bawah kaki Lukman, dan memohon ampun.
Tapi tidak dengan Lukman, emosi nya sangat memuncak, dia memikirkan kebodohan yang dia lakukan.
Sudah menceraikan istri nya, dan meninggalkan anak nya yang masih kecil, sungguh Lukman sangat menyesal.
Ternyata ini yang di katakan Nury, aku akan menyesal saat dia sudah tidak ada lagi di sisih ku batin Lukman.
"Ternyata Nury memang benar, kau adalah j****g, kotor."
"Mulai malam ini kamu bukan istri ku lagi," aku tidak ingin bertanggung jawab dengan anak h***m itu, kamu aku talak.
Dan satu lagi, surat pengadilan akan segera aku urus.
Lukman pergi meninggalkan Rahma sendirian yang masih menangis.
Lukman keluar dari kamar hotel, dan menaiki mobil nya menuju ke bar, untuk meluapkan semua beban dan pikiran nya.
'Sialan kamu Rahma, demi kamu aku rela meninggalkan anak dan istri ku', aku kira kamu tetap Rahma yang dulu aku kenal, ternyata aku di butakan oleh cinta.
Di kamar hotel
'Awas kamu Nury, puas kamu melihat kehancuran ku', ini rupa nya yang kau bisikkan hari itu.
Akan aku balas semua nya ini Nury, kamu juga harus hancur, bahkan lebih dari ini.
Hei semua aku up lagi ya, di bab ini aku masih menceritakan tentang Lukman, tapi aku usaha kan di bab selanjut nya akan banyak ke cerita Adi dan Lisa 🤗🤗🤗🤗🙏
Maap jika masih ada kesalahan dalam tulusan kata-kata nya ☺️☺️🙏
__ADS_1
Selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang mejalankan nya, semoga amal ibadah kita semua di terima oleh Allah swt. ☺️☺️