Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Kemarahan Adi


__ADS_3

Setelah Adi ingin memilih, motor apa yang akan dia rental.


Tiba-tiba ada seseorang laki-laki, yang datang dan menghampiri Lisa.


"Lisa, kamu kok di sini.?"


Lisa yang mendengar ada seseorang yang menyebut nama nya melihat ke belakang nya, ternyata dia adalah Riko.


"Hai kak Riko, iya nih aku kesini ingin menghadiri pernikahan nya Rina."


"Terus Aya kemana, kok kamu tidak sama dia.?"


"Aya lagi sakit kak, sekarang dia ada di jakarta di rawat oleh ibu nya mas Adi.!"


"Kamu percaya meninggalkan adik kamu, sama orang yang baru kamu kenal.?"


"Bukan begitu mas Riko, aku percaya ibu nya mas Adi orang baik, jadi buat apa aku merasa ragu.!"


Adi yang sedari tadi hanya diam saja, mendengar kalo ibu nya di bilang tidak baik dan orang jahat, maka Adi marah, dia tidak suka kalo sudah menyangkut atas nama ibu nya.


"Ehhh anak kecil, kalo bicara itu di jaga mulut nya," kamu boleh menjelekkan saya atau siapa pun, tapi tidak dengan ibu saya.!


"Owhhhh ibu kamu ya, kan saya hanya memberi nasehat kepada Lisa, agar harus berhati-hati.!


"Maap kak Riko, jangan seperti ini aku mohon," ibu sama mas Adi orang baik, mereka yang sudah membantu aku sama Aya saat berada di jakarta.


"Tapi Lisa, mas harap kamu pulang saja ke kampung sini, biar mas yang jaga kalian, mas sanggup ko."


"Sudah cukup derama semua ini, di saat Lisa ada masalah kemana saja kamu," sampai dia dan adik nya pergi ke jakarta.


"Waktu itu aku tidak tahu, kalo Lisa akan pergi ke jakarta.!"


"Terus sekarang di saat kehidupan Lisa sudah berubah, kamu menginginkan dia pulang kampung.?"


"Iya, aku berharap kamu mau ya Lisa, kita di kampung bersama-sama dengan mas.!"


"Itu tidak akan pernah terjadi, karena Lisa adalah calon istri saya," dan tidak ada lelaki mana pun yang akan merebut dia dari saya.


Setelah mengtakan itu, Adi bergegas membawa Lisa naik motor metik nya yang sudah di rental nya tadi.


Saat di perjalanan Adi dan Lisa tidak saling bicara, sampai akhir nya Lisa membuka suara, karena jalan yang mereka tuju bukan lah arah kerumah Lisa, melainkan untuk keluar jalur kota.


"Mas Adi berhenti,!"


Chittttttttttttt...


"Kenapa lagi sih, apa kamu mau kembali bersama Riko tadi.?"


"Mas Adi kenapa sih, apa mas cemburu.?"


"Bukan cemburu, mas tidak suka saja sama dia."

__ADS_1


"Yasudah mas kita balik lagi.!"


"Buat apa, kamu mau ketemu dia lagi.?"


Lisa tertawa terbahak-bahak, dan membuat Adi menjadi bingung.


"Mas Adi kalo cemburu bilang saja," terkadang cemburu itu bisa bikin kita menjadi bodoh loh.


Lisa langsung menutup mulut nya, dia takut kalo kata-kata terakhir nya akan membuat Adi menjadi marah..


"Kamu ngatain mas bodoh.?"


"Bu-bukan begitu mas, maapkan Lisa."


Lisa sangat merasa bersalah, sehingga dia menundukkan kepala nya.


"Yasudah, kita balik arah lagi sebenarnya mau kemana.?"


"Jalan arah rumah Lisa bukan di sini mas, tapi sudah kelewatan."


Adi tersenyum dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dan mootor nya berbelok arah menuju arah selatan.


Saat tiba di kediaman Lisa, ternyata sudah menunjukkan waktu jam sepuluh malam.


Para tetangga masih ramai berkumpul di halaman rumah pengantin.


Adi dan Lisa, turun dari motor metik nya lalu menyapa para bapak-bapak yang asik sedang bermain catur, remi, dan dom.


"Wa Alaikum salam," jawab semua bapak-bapak.


Para bapak-bapak bingung, dengan sepasang anak muda yang menyapa mereka semua.


Karena Lisa sudah lama meninggalkan kampung, setelah kedua orang tua nya meninggal dunia.


Salah satu bapak-bapak itu ada yang bertanya.?


"Maap adek ini siapa, dan mau kemana malam-malam begini.?"


"Apakah bapak tidak mengenal ku,?" jawab Lisa.


Bapak tersebut bepikir sejenak, sambil melamun memikirkan siapakah anak ini, dan tak lama ada bapak satu nya lagi yang menjawab.


"Ini nak Lisa, anak nya almarhum pak Burhan.?"


Semua bapak-bapak di sana pada tertawa bersama, mereka lupa karena lama tidak bertemu dengan Lisa.


Salah satu antara semua bapak di sana berjalan ke arah Lisa, dan langsung memeluk Lisa.


"Ya ampun nak, kamu kemana kenapa baru pulang.?"


Lisa menangis dalam pelukan seorang laki-laki yang kemungkinan berusia lima puluh tahun.

__ADS_1


"Maapkan Lisa paman hiks hiks hiks, saat kedua orang tua Lisa meninggal, Lisa bingung harus kemana lagi," Lisa lupa kalo masih punya paman.


"Sudahlah jangan menangis lagi, paman tidak akan pernah bisa marah kepada mu."


Setelah derama berpelukan, Lisa mengenalkan Adi kepada semua bapak-bapak yang ada di sana, dan semua orang yang ada di dalam rumah pun keluar, melihat ada keributan.


Lisa mengenalkan Adi kepada semua orang.


"Ini mas Adi, dialah yang selama ini menolong Lisa saat ada di kota," mas Adi ini mempunyai ibu yang sekarang merawat Aya.


Semua orang di sana hanya mangut-mangut saja.


Tak lama setelah itu, bude sekar mengajak Lisa dan Adi masuk ke dalam rumah nya.


"Nak Lisa, selama kamu tidak ada di rumah, banyak orang-orang pada mau ngontrak," tapi karena ibu punya pesan dari kamu bahwa rumah itu jangan di kontrakkan, jadi ibu rawat saja.


"Lisa sayang bu sama rumah itu, hanya itu yang Lisa punya."


"Menurut mas, lebih baik rumah itu di kontrakkan saja," jadi lebih nyaman ada yang merawat nya, dan setiap bulan nya kamu juga dapat kiriman uang, kan lumayan buat Aya.


"Memang nya tidak apa-apa mas.?"


"Tidak apa-apa, malah kasihan saja rumah orang tua kamu jadi tidak terawat dan selalu di kosongkan.


"Aku nurut saja mas apa kata kamu."


Setelah berbincang-bincang Lisa dan Adi pamit ke luar, Lisa minta izin kepada pak Abdul, untuk tidur di rumah nya bersama Adi, tapi juga di temani oleh Tina.


Ya Tina adalah kakak dari Ridwan yang bekerja di warung makan, yang Lisa datangi bersama Adi.


Dan pak Abdul mengizinkan nya.


Setelah Tina datang, karena di panggil oleh bapak nya, karena malam ini harus menemani Lisa, Tina sungguh sangat senang karena bisa bertemu lagi dengan Lisa.


"Ya Allah Lisa, aku kangen banget sama kamu," kata Tina.


"Aku juga kangen sama kamu, malah kangen banget."


Mereka berpelukkan tanpa melihat situasi sekarang.


Sedangkan Adi hanya tersenyum, melihat tingkah laku calon istri nya ini.


"Ekhemmm, sudah pelukan nya di lanjutkan di dalam rumah saja," kata pak Abdul.


Lisa dan Tina tersenyum malu-malu.


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan di temani oleh pak Abdul.


Haii gaes aku up lagi ya 🤗🤗🤗


Maap kalo up nya malam, soal nya kalo siang kadang pikiran ku tidak lancar, mungkin efek laper 🤭🤭🤭

__ADS_1


Maap ya kalo cerita ku masih ada kekurangan nya, kasih aku semangat lagi donk, biar aku bisa up tiap hari 🤭🤗🤗🤗


__ADS_2