
Terdengar suara teriakkan dari luar.
Yang membuat seoarang Lisa Afrillia merasa bingung.
Siapakah yang berteriak pada malam hari.?
"Bu itu suara siapa sih, kok teriak-teriak ucap Lisa.?"
"Siapa lagi kalo bukan Nury," jawab ibu Adi.
"Ibu ibu ibu Nury datang ibu," ucap Nury berteriak dari luar.
"Kalo masuk ucapkan salam nak," ucap ibu Adi.!
Namun sang pemilik onar hanya cengar-cengir tanpa punya salah.
Lisa yang sudah mengetahui bahwa itu adalah suara dari Nury, hanya tersenyum saja.
Dari sisi nya yang dulu rapuh, ternyata memiliki sifat yang ceria dan seperti anak-anak.
"Hei Lisa aku dengar kamu hamil ya,?" selamat ya aku ikut senang, ucap Nury kepada Lisa.
"Alhamdulillah mbak, iya aku hamil," aku pun tidak menyangka akan secepat ini di kasih kepercayaan oleh Tuhan.
Adi yang juga baru datang hanya cuek-cuek saja, melihat sikap Adik dan istri nya.
"Kalian barengan datang kesini,?" ucap ibu Adi.
Namun bukan Adi yang menjawab pertanyaan dari ibu, justru Nury lah yang menjawab pertanyaan sang ibu.
"Iya ibu, kami kesini barengan," tidak sengaja tadi waktu di perjalanan aku melihat mas Adi bersama para bapak-bapak sedang asik berbicara, jadi aku samperin bu, ucap Nury kepada ibu Adi.
Nury tidak ingin mengatakan bahwa di sana juga ada para gadis-gadis desa yang mengantri untuk menjadi calon pelakor 🤭.
Nury tidak ingin hanya karena masalah ini, akan membuat beban pikiran Lisa, dan akan memperngaruhi kehamilan nya.
Karena mood ibu hamil kadang-kadang bisa berubah-ubah.
Adi sangat bersyukur ternyata Nury tidak mengatakan bahwa di sana juga ada para gadis-gadis desa.
Adi sangat mengkhuatirkan sekali, jika Nury salah bicara.
Namun adik nya itu, sangat menjaga rahasia apa yang sebenar nya dia ketahui.
"Lukman tahu kalo kamu kesini,?" ucap ibu Adi.
"Sudah tahu bu, aku sudah meminta izin sama mas Lukman bu," dia sekarang masih sibuk urusan kantor nya, jadi tidak bisa menganter aku, tapi dia berjanji akan menjemput aku bu, jawab Nury panjang lebar.
Adi menghampiri Dimas dan Aya, yang sedang asik bermain mobil-mobilan.
__ADS_1
Sengaja Nury meninggal mainan Dimas di rumah Adi, kalo sewaktu-waktu dia akan bertamu ke rumah Adi.
Adi menoel-noel pipi gembul Dimas yang sudah mulai berisi.
Tidak seperti dulu awal mereka baru bertemu, Dimas seperti kekurangan gizi.
"Dimas mulai berisi ya dek," ucap Adi kepada Nury.
"Iya mas Alhamdulillah, makan nya sekarang sangat terjaga," dan juga kuat minum susu formula nya, ucap Nury kepada Adi.
"Wahhh bagus dong ada peningkattan dek," ucap Adi kepada Nury.
"Sekarang yang selalu rajin menjaga pola makan nya mas Lukman," dan kesehatan serta kebersihan nya Dimas, ucap Nury.
"Memang nya dulu tidak dek,?" ucap Adi.
"Tidak mas, dulu mas Lukman selalu sibuk dengan pekerjaan nya di kantor," setelah pulang kerumah dia bekerja lagi, karena dia memegang saham di berbagai kota, bahkan sampai diuar negri.
"Namun sesibuk-sibuk nya mas Lukman," dia tetap pulang tepat waktu, tidak pernah yang nama nya pulang terlambat dan sampai tidak pulang ke rumah.
"Memang nya mas Lukman pernah tidak pulang kerumah,?" ucap Lisa yang mulai tertatik dengan percakapan dua bersaudara itu.
"Pernah lah, setelah dia kembali berhubungan dengan Rahma," dia jarang pulang kerumah, bahkan tidak pernah perhatian lagi kepada kami.
"Darimana mbak Nury tahu saat itu, kalo mas Lukman berhubungan lagi dengan mbak Rahma," ucap Lisa.
"Saat perubahan mas Lukman kepada kami," dan jarang pulang nya ke rumah dengan alasan tidak pernah masuk akal, di situlah kecurigaan ku mulau meronta-ronta.
"Setelah aku mengetahui dan banyak bukti-bukti," apa niat sebenar nya yang Rahma inginkan dari mas Lukman.
Mulai saat itu aku mencari mas Adi, dan hingga tanpa senghaja aku bertemu dengan mas Adi, saat dia sedang istirahat di bawah pohon.
"Dan kamu menceritakan semua nya, kepada mas apa yang sedang terjadi dengan rumah tangga kamu," sambung Adi, yang membuat Nury menangis dan memeluk Lisa.
"Saat itu aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi mas," bahkan orang terdekat aku, sahabat, keluarga tidak ada yang pernah perduli kepada aku.
Hingga tujuan terakhir aku adalah mas Adi, yang aku tahu adalah mantan sahabat mas Lukman dan mantan pacar Rahma.
Nury panjang lebar mengatakan apa yang selama ini dia pendam, dia tidak pernah terpikirkan akan berakhir bahagia berkumpul bersama keluarga baru nya.
Ibu Adi datang dari dapur dan membawakan biskuit buat si kecil Dimas dan juga Aya.
Ibu Adi tidak senghaja mendengar percakapan antara mereka.
"Biarlah yang sudah berlalu itu nak, kalian sama-sama pernah di sakiti dengan orang yang sama," iklaskan semua nya demi Dimas, tidak boleh terlalu berlarut dalam dendam, ucap ibu Adi.
"Aku tidak pernah dendam bu," cuman sampai saat ini aku masih merasa penghianatan mereka itu membekas di hati ku, ucap Nury kepada ibu Adi.
"Dek ini demi anak mu, buanglah ke egoisan mu itu," ucap Adi kepada Nury.!
__ADS_1
Dia tidak ingin rumah tangga adik nya itu hancur berantakkan karena masa lalu, biarlah menahan ego demi anak.
Terdengar ketokkan pintu dari luar.
Tok tok tok
"Assalamu Alaikum," terdengar suara dari luar rumah.
Adi cepat-cepat mebuka pintu luar dan segera membuka nya lebar-lebar.
"Ehhh Lukman cepat masuk,!" ucap Adi.
Lukman mengikuti Adi masuk ke dalam rumah.
Setelah masuk, Lukman segera bersaliman kepada ibu Adi, dan berpamitan untuk mengajak Nury segera pulang ke rumah.
"Mas Lukman tadi kesini naik apa,?" ucap Nury kepada Lukman.
"Mas jalan kaki saja sayang," jawab Lukman kepada Nury.
"Pakai saja dulu motor ku,!" ucap Adi kepada Lukman.
"Iya benar mas, lagian juga Dimas sudah tidur," ucap Nury.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin jalan kaki di malam hari."
Setelah Lukman dan Nury berpamitan kepada Adi dan ibu nya.
Lukman menggendong Dimas dan meninggalkan ruamh tesrebut.
Di perjalanan Lukman sangat menikmati keindahan jalan kaki di malam hari.
Suasana yang sangat damai, tidak banyak orang.
Hanya ada suara jangkrik yang berbunyi.
Lukman sadar, selama ini tidak bernah mengajak Nury jalan-jalan kaki di kampung ini.
Setelah menikah, Lukman hanya sibuk dengan pekerjaan nya saja, tanpa mengetahui betapa jenuh nya sang istri.
"Sayang mas minta maap, selama ini tidak pernah mengerti dengan perasaan kamu," mas hanya mementingkan pekerjaan mas dan dunia mas saja, tanpa mengetahui bagaimana dengan perasaan kamu.
"Tidak apa-apa mas, aku mengerti," ucap Nury kepada Lukman.
"Apa kamu ingin kita tinggal dan hidup sederhana di kampung ini sayang,?" ucap Lukma.
Nahh gaes apakah Nury mau atau tidak.
Ikutin terus cerita aku ya 😊😊🙏
__ADS_1
Author sekeluarga mengucapkan
MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAP LAHIR DAN BATIN 🙏🙏🙏😊