
Pagi menjelang, mata hari bersinar menerangi seluruh penduduk bumi.
Adi yang akan siap-siap berangkat bekerja, menghampiri ibu nya dan mencium ke dua pipi ibu nya.
"Pagi ibu ku yang tersayang," makin cantik saja ibu ku ini, goda Adi.
""Pagi juga anak ibu," ibu mu ini memang dari dulu cantik, jika tidak cantik mana mau bapak mu itu.
"Iya iya Adi tau itu bu," tapi tidak harus ibu ulang terus, aku sudah sering dengar itu.
"Dasar anak nakal, mulut mu itu tidak pakai filter," kata ibu Adi.
"Wahhhh ibu parah, semenjak kenal sama Lisa," kata-kata ibu semakin gaul saja.
"Siapa dulu dong ibu kan."
Mereka berdua saling tertawa, beginilah kedekatan Adi dan ibu nya, semenjak Adi mengajak ibu nya pergi ke jakarta, Adi selalu mengutamakan kenyamanan ibu nya, dan kebahagiaan ibu nya.
"Owh iya ibu, semalam Parjo telepon Adi," kata nya bengkel di kampung lumayan banyak pelanggan sekarang, dan mau nambah montir lagi bu.!
"Benarkah Alhamdulillah, ibu turut bahagia mendengar nya Di," ini adalah hasil kesabaran kamu.
"Alhamdulillah bu, ini semua juga berkat doa ibu," tanpa ibu Adi bisa apa sampai sekarang ini.
Mereka berdua saling berpelukan.
"Terus rencana mu apa Di,' tanya ibu Adi.
"Parjo ingin aku kembali ke kampung bu," kata nya sudah saat nya aku kembali untuk mengelola bengkel ku itu.
"Terus kamu mau nya kapan.?"
"Emm aku belum tau bu," aku masih belum siap kalo kembali kesana, kenangan di sana masih membekas di hati ku bu.
"Yasudah kamu bilang saja kepada Perjo," bahwa kamu masih belum bisa kembali ke sana, agar Parjo tidak menunggu kepulangan mu.
"Iya bu, terimakasih sudah membuat ku semangat lagi."
"Sama-sama Nak, itu sudah tanggung jawab ibu," untuk selalu menasehati mu.
"Adi berangkat dulu ya bu," ibu hati-hati di rumah.
"Assalamu Alaikum ibu."
"Wa Alaikum Salam Nak."
Hari ini kerjaan Adi sangat banyak, dari penumpang, sampai jasa titip orderan makanan.
Waktu menunjukan pukul 12.00, tetapi Adi masih tetap bekerja, di tengah padat nya kota jakarta, panas terik yang serasa membakar tubuh Adi.
Tetapi Adi tidak pernah sedikitpun mengeluh.
Di perempat jalan Adi melihat sosok sepasang manusia yang sangat dia kenali, sedang bermesraan di dalam mobil.
Hingga lampu merah berubah menjadi lampu hijau, mengharuskan Adi segera melanjutkan perjalanan nya.
__ADS_1
Adi tidak pernah mengambil pusing, biarkanlah itu menjadi urusan mereka, walaupun ada sedikit kasihan kepada Nury, tetapi Adi kembali berpikir dengan ucapan Lisa.
"Jauhi mbak Nury, aku tidak suka sama dia," itu masalah dia, mas tidak usah ikut campur, tidak usah juga kasih saran atau apa.
Adi tidak ingin masalah orang lain, akan membuat orang yang dia sayangi akan menjauhi nya.
Waktu sudah menunjukkan 03.00 pekerjaan Adi sudah selesai, Adi mendudukkan diri nya di bangku bawah pohon.
Sungguh sangat melelahkan hari ini, tiba-tiba bayangan Lisa muncul dalam pikiran nya.
Sedang apa ya dia, sudah makan apa belum ya, batin Adi dalam hati.
Adi membuka hanphone nya, untuk menghubungi Lisa.
sebelum Adi menghubungi Lisa, ternyata Lisa sudah duluan menelpon Adi.
"Assalamu Alaikum mas."
Terdengar suara khas orang menangis
"Wa Alaikum Salam Sa kamu kenapa..?"
"Mas Adi hiks hiks hiks."
"Lisa kamu kenapa, ada apa bilang kepada mas," jangan bikin mas khuatir.?
"Aya mas hiks hiks hiks.?"
"Aya kenapa Sa.?"
"Kamu tenang dulu ya," sekarang kamu kirim alamat rumah sakit nya, mas langsung kesana.
"Iya mas."
Tidak berselang lama, Adi sampai di rumah sakit yang di tunjukkan oleh Lisa.
Ketika Adi datang, Lisa menghamburkan kedalam pelukan Adi.
"Aku takut mas, aku takut kenapa-napa kepada Aya," aku sudah tidak punya siapa-siapa mas.
"Kamu sabar dulu ya," Insya Allah Aya tidak apa-apa.
Tidak berapa lama, suster datang dan mengatakan bahwa biaya administrasi, belum di bayar.
Mendengar itu Lisa bertambah menjadi sedih, dimana dia harus mendapatkan uang.
"Kamu tunggu di sini dulu, biar mas yang akan membayar nya.
"Tapi mas," belum sempat Lisa bicara Adi menjawab.
"Aya juga adik ku," jadi apa pun yang terjadi kalian berdua adalah tanggung jawab ku.
Lisa menangis terharu, dan kembali memeluk Adi.
"Terimakasih untuk semua nya mas."
__ADS_1
"Sama-sama, aku tinggal dulu ya."
"Iya mas."
Di lain tempat
Lukman dan Rahma sedang menikmati momen romantis mereka.
"Mas Lukman, kamu kapan menikahi aku," tanya Rahma.
"Iya nanti secepat nya mas urus ya, kamu sabar aja dulu.
"Aku gak pengen kamu bohong loh, gimana kalo aku hamil mas.?"
"Aku pasti tanggung jawab ko," yang ada dalam perut kamu kan adalah calon anak aku, kata Lukman.
Mereka kembali merajut kasih di bawah gulungan selimut tebal, suara ******* dan kenikmatan terdengar di dalam ruangan itu.
"Kamu sangat nikmat baby," racau Lukman sambil menikmati indahnya permainan panas mereka.
"Permainan kamu semakin luar bisa sayang," racau Rahma yang sangat menikmati permainan panas nya bersama Lukman.
Tanpa Lukman sadari, sedari tadi telepon Lukman tersambung ke hanphone nya Nury, sehingga permainan panas mereka, dapat di dengar dengan jelas oleh Nury.
Siapa lagi pelaku nya, kalo bukan Rahma.
Lihat saja kamu Nury, akan ku rebut kembali suami mu, kita lihat apakah mas Lukman memilih kamu atau aku batin Rama, tersenyum curang.
Di Rumah Sakit
Sudah sejam pintu ruangan IGD belum saja di buka, tidak berapa lama dokter yang meriksa Aya keluar, sang dokter menarik napas secara perlahan dan menghembuskan nya.
"Dokter bagaimana dengan adik saya," tanya Lisa kepada dokter yang merawat Aya.
"Maap mbak adik nya harus segera di operasi," banyak penyumbatan darah di kepala nya.
Kaki Lisa serasa lemas, dan hampir saja jatuh jika Adi tidak cepat-cepat menahan nya.
"Mas aku harus gimana lagi.?"
"Mas akan bantu kamu, kamu yang sabar ya."
"Aku sudah banyak merepotkan mas Adi," bagaima bisa aku harus sabar mas.?
"Kamu ngomong apaan sih, sudah mas tidak ingin kamu membahas itu lagi," kalian berdua adalah tanggung jawab mas, mana mungkin mas membiarkan kalian dalam kesusahan.
"Maap dokter, kalo boleh saya tau," berapa biaya semua operasi adik saya, kata Adi.?
"Biaya semua nya sekitar tiga puluh juta mas," jawab dokter itu.
"Bagaimana ini mas, uang dari mana kita mendapatkan nya.?"
Adi juga merasa sangat bingung, sedangkan uang tabungan nya hanya dua puluh juta saja, kemana aku harus mencari, apakah aku harus mengambil duit hasil di bengkel ku.?
Aku up lagi ya gaes, semoga kalian suka dengan cerita ku 🤗🤗🤗
__ADS_1
Maap jika masih ada kesalahan dalam tulisan ku, tinggalkan komentar kalian ya, jika masih ada kekurangan nya tolong kasih saran. 😊😊🙏🙏🙏🙏