
Setelah perjalanan beberapa jam, akhirnya Arden sampai di depan sekolah Falisha.
Arden senghaja menjemput Falisha di sekolah, agar bisa memberi kejutan saat mereka bertemu.
Satu bulan lama nya mereka terpisah.
Kemungkinan ada rindu dan kangen yang melanda sepasang pengantin baru ini.
'Eh itu bukan nya mas Arden ya,?' eh bener kayak nya nih, batin Falisha.
Falisha berlari menuju ke arah dimana Arden sekarang lagi menunggu nya.
Falisha sangat bahagia, orang yang satu bulan ini menepati isi hati nya.
"Assalamu Alaikum mas," ucap Falisha memberi salam dan mencium telapak tangan Arden.
"Wa Alaikum Salam istri mas," jawab Arden yang mencium balik telapak tangan Falisha.
Jika tidak mengingat saat ini sedang berada di taman sekolah, bisa di pastikan pertemuan pertama mereka adalah sebuah ciuman dan beserta lu***an.
"Mas sudah lama menunggu.?"
"Hanya beberapa menit sayang."
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.
Arden masangkan sabuk pengaman kepada Falisha.
Sehingga tatapan mereka saling bertemu, muka Falisha dan Arden sangat dekat.
"Mas sangat merindukan kamu sayang," ucap Arden kepada Falisha.
"Aku juga mas," jawab Falisha mengelus pipi Arden.
Arden mendekatkan bibir nya ke arah bibir Falisha, Arden sedikit menyesap dan saling bertular saliva.
Namun hanya sebentar saja, mengingat saat ini mereka masih berada di lingkungan sekolah, apa lagi saat ini semua murid pada berhambur untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Mas sudah pulang kerumah.?"
"Belum sayang, mas dari kota langsung mampir kesini."
Arden mengarahkan mobilnya menuju warung makan yang ada lesehannya.
Arden ingin menikmati kebersamaannya dengan istri tercinta yang baru satu bulan dia nikahi.
Setelah sampai di tempat tujuan mereka, Arden memesan menu makanan sebagai menu makan siang mereka.
"Bagaimana sekolah mu sayang,?" ucap Arden kepada Falisha.
"Alhamdulillah lancar mas, beberapa hari lagi aku akan menjalankan ujian kelulusan."
"Semangat ya sayang belajar nya,!" nanti akan aku bantu jika ada kesulitan.
"Terimakasih mas."
Saat itu pesanan makanan mereka telah datang.
Arden dan Falisha segera menikmati menu makan siang mereka.
__ADS_1
Setelah selesai makan siang, Arden dan Falisha menuju arah pulang ke rumah mereka yang berjarak 10 km, dari jarak rumah mereka dengan rumah orang tua Falisha.
Saat mobil Arden memasuki garasi mobil, Falisha bertanya-tanya di dalam hati nya, entah ini rumah siapa dan kenapa tiba-tiba mereka mampir ke tempat ini.
Falisha memeng mengetahui bahwa rumah ini sudah ada yang membeli, namun Falisha tidak mengetahui bahwa rumah tersebut adalah pembelian dari suami nya.
Falisha sering melewati rumah itu, saat dia berangkat ke sekolah.
Arden membuka pintu rumah tersebut menggunakan kunci yang sempat dia ambil di dalam tas nya.
Falisha semakin bingung, kenapa suami nya memiliki kunci rumah tersebut, namun saat ini masih Falisha urungkan untuk bertanya.
Falisha ingin Arden sendiri yang menjelaskan kepada diri nya.
"Assalmu Alaikum," ucap Arden.
"Wa Alaikum Salam," jawab Falisha.
"Sayang sini dulu deh, kita duduk dulu.!"
"Iya mas ada apa.?"
"Sayang mulai hari ini sampai seterusnya, rumah ini adalah milik kita," rumah ini senghaja mas beli, agar tidak terlalu jauh dengan rumah orang tua kamu, dan terlebih setiap saat kamu bisa pergi ke rumah mereka.
Falisha merasa sangat terharu, karena ini adalah sebuah kejutan yang tidak pernah Falisha pikirkan.
"Dan nanti setiap pagi mulai jam 8 sampai jam 4 sore, di sini ada orang yang akan membantu kamu untuk mengurus rumah."
"Terimakasih mas, ini sungguh sebuah kejutan yang tidak terduga."
"Sama-sama sayang, karena mas ingin kita hidup dalam kesederhanaan dalam rumah tangga kita sayang."
Hari ini adalah hari sabtu, yang berarti besok adalah hari minggu.
Di kediaman Adi Prasetyo, mengadakan acara akat pernikahan Hendri dan Aya.
Dari jam 6 sore, para tetangga sudah bergotong royong, untuk mempelancar acara pernikahan Hendri dan Aya.
Ada yang menyiapkan menu masakan, dan ada juga yang menyiapkan alat-alat seperti tenda, bangku dan meja makan.
Sekitar jam 11 siang, Hendri sudah duduk di depan seorang penghulu, dan di hadiri oleh para keluarga dan ada juga para tetangga.
Sedangkan Aya, sudah di hias dengan secantik mungkin.
"Kamu cantik sekali dek, kakak sangat pangling," ucap Lisa kepada Aya.
"Terimakasih kak Lisa."
Aya memeluk erat tubuh Lisa, tanpa terasa mereka berdua meneteskan air mata nya.
Sungguh sulit perjalanan mereka, hingga sampai saat ini.
Jika di ingat-ingat kembali, betapa susah nya saat kedua orang tua mereka meninggal dunia secara bersamaan.
Di saat hari, dimana kelulusan sekolah Lisa.
Semua teman-teman mereka saling bahagia bersama keluarga mereka masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan dengan Lisa, hari itu adalah hari kehancuran nya bersama Aya seumur hidup nya, dimana hari itu adalah sejarah yang tidak pernah mereka berdua lupakan.
"Jadilah istri yang berbakti kepada suami mu dek, turuti apa yang dia perintahkan,!" jangan pernah mengeluh di saat angin dan badai menerjang rumah tangga kalian, usahakan selalu terbuka dan saling percaya.
Layani dia dari mata, mulut, serta badan nya."
"Maksud kak Lisa.?"
Suasana yang tadinya bersedih, kini terasa sudah mencair dengan kepolosan Aya.
"Ternyata kamu masih adek, kakak yang dulu ya," ucap Lisa yang gemas dengan tingkah laku adik nya ini.
Mata 👁️ Puaskan mata suami, agar dia selalu merasa betah saat memandang kita, agar tidak ada perempuan lain yang mampu membuat dia merasa puas oleh pandangan mata nya.
Berdandanlah walaupun kamu hanya berada di rumah, apalagi wajib saat malam hari, dimana saat dia berada di dekat kita.
Mulut 👄 Manjakan mulut nya, buatlah masakan seenak mungkin agar dia selalu merindukan setiap masakan kamu di rumah, jangan biarkan suami membeli makan di warung.
Badan, Layani dia sepuas mungkin, beri serpis agar dia selalu mengingat betapa hebatnya istri nya saat berada di atas ranjang, jangan biarkan suami jajan di luar, itu akan membuat rumah tangga kita akan hancur, apa lagi ada wanita yang menarik dalam pandangan mata nya.
"Sampai situ paham kan dek.?"
"Paham kak, pantes saja mas Adi sampai sekarang makin cinta sama kak Lisa," itu toh rahasia nya.
Dan mereka berdua tertawa bersama, karena bagi Lisa, Aya tetaplah adik kecil nya dulu, walaupun saat ini dan hari ini, Aya sudah resmi menjadi seorang istri.
Terdengar kata Sahhhhh di ruang tamu, yang arti nya sekarang Aya resmi menjadi istri sah Hendri.
Tidak lama setelah itu, pintu kamar telah di buka oleh Adi.
Adi memberi perintah, agar Aya segera keluar untuk menemui Hendri yang sekarang sudah sah menjadi suami nya.
Namum sebelum Aya keluar, Adi memeluk erat tubuh Aya.
Bagi Adi, Aya adalah sosok Adik yang paling dia sayang.
Adi rela meninggalkan istri beserta anak-anak nya yang saat itu masih dalam keadaan melahirkan, hanya untuk kesembuhan Aya.
"Jadilah istri yang selalu berbakti kepada suami dek, ingat surga kamu sekarang dan selama nya ada di suami kamu."
Adi memberi sedikit nasehat, agar kelak rumah tangga adik nya bisa mencontoh bagaimana rumah tangga yang lebih baik, walau terkadang rumah tangga nya juga sering ada selisih paham, namun berkat saling terbuka, sehingga rumah tangga nya tidak pernah ada masalh besar.
Aya berjalan dengan elegan, yang di dampingi oleh Adi yang sebelah kiri dan Lisa sebelah kanan.
Dan semua para tamu sangat takjub melihat kecantikan Aya.
Apa lagi dari tadi, Hendri juga menatap dengan penuh cinta.
Seperti itu ya gaes baju kebaya Aya.
Ini Visual Aya
Author kasih Visual Lisa ya 🤭🤭
__ADS_1