Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Bahagia Dengan Cara Sederhana


__ADS_3

Saat Adi dan Lisa ingin menyantap hidangan makanan nya.


Tiba-tiba terdengar dari kursi belakang ada yang sedang berbicara.


"Jangan-jangan Lisa itu, simpanan om om ya.?"


Lisa yang awal nya ingin menyantap makanan nya, akhir nya menunda.


Adi yang melihat raut wajah Lisa berubah, menghentikan suapan makanan nya.


"Jangan di dengarkan apa kata-kata orang, terkdang mereka hanya menialai pandangan saja, tanpa mengetahui kebenaran nya.


"Aku sudah tidak nafsu makan lagi mas," kata Lisa.


"Trus mau nya apa,?" makanlah dulu sedikit, tidak baik menolak rezeki yang ada di depan.


Sedangkan di belakang, para ibu-ibu semakin asik membicarakan tentang keburukan Lisa, sebenarnya Adi juga sangat geram dengan tingkah para ibu-ibu yang menceritakan tidak sesuai dengan fakta nya.


"Adi segera berdiri dan menarik tangan Lisa, untuk segera menjauh dari kumpulan para ibu-ibu."


Setelah jauh dari kumpulan orang banyak, Adi segera mendudukan Lisa ke kursi kosong.


"Mas kita mau apa di sini,?"


"Duduklah dulu di sini dan tunggu mas sebentar,!" jawab Adi.


Lisa hanya menurut aja apa yang sedang di perintahkan oleh Adi.


Setelah lima menit, Adi kembali lagi dan membawa nasi beserta lauk nya dan di berikan nya kepada Lisa.


"Makanlah dulu, kamu harus banyak menyiapkan tenaga, karena hari ini kita akan berkunjung ke berbagai tempat."


" Ke berbagai tempat, maksud nya mas Adi.?"


"Sebelum kita pulang ke kota, kamu mau kemana saja akan mas antar," kamu mau ke makam orang tua kamu kan nah setelah itu mau kemana lagi.?


"Iya aku mau kok, terimakasih mas selalu mengerti dengan perasaan ku."


"Sama-sama, itu memang kewajiban mas untuk selalu mebahagiakan mu."


Setelah selesai makan, Adi dan Lisa masuk ke rumah sang pengantin untuk berpamitan kepada pakde dan bude sekar.


sebelum Lisa pergi meninggalkan acara, Lisa sempat masuk lagi ke dalam rumah peninggalan kedua orang tua nya.


Lisa melihat seisi rumah, banyak kenangan terindah bersama kedua orang tua nya, canda dan tawa setiap hari nya selalu terbingkai indah dalam hati Lisa.


Lisa akan mengiklaskan rumah ini, untuk di kontrakkan, benar kata Adi selain ada yang merawat rumah ini, dan pasti nya tidak akan pernah kosong lagi.


Setelah selesai, Lisa menyerahkan kunci rumah kepada bude sekar, dan berpamitan untuk segera meninggalkan temapat ini.


Para tamu undangan dan tetangga, banyak yang melihat kepergian Lisa dan Adi.


Ada yang melihat dengan perasaan sedih, dan ada juga yang mengolok-olok mengatakan bahwa Lisa ke kota hanya menjadi simpanan para om om.

__ADS_1


Setelah Adi dan Lisa meninggalkan tempat, mereka menaiki motor metik yang di rental Adi, menuju ke arah timur untuk pergi ke rumah Tina, sekedar pamit perpisahan.


Setelah sampai di halaman rumah Tina, pak Abdul menyilahkan Adi dan Lisa masuk ke dalam rumah, dan ternyata di sana sudah ada istri pak Abdul, Tina, dan Ridwan.


"Assalamu Alaikum," ucap Adi dan Lisa bersamaan.


"Wa Alaikum Salam," jawab semua yang ada di dalam rumah itu.


Lisa dan Adi, bersaliman dengan pak Abdul dan istri nya, serta Ridwan.


Mengatakan bahwa dia akan pulang hari ini ke kota.


Dan setelah itu, Lisa kembali berpelukan dengan Tina, mereka saling menangis, seakan-akan ini adalah tanda perpisahan mereka.


Setelah itu Adi dan Lisa berpamitan, untuk segera pergi ke makam kedua orang tua nya.


Di perjalanan, Lisa hanya terdiam tidak ada pembicaraan yang keluar dari mulut nya.


Adi sangat mengerti dengan perasaan Lisa, tidaklah mudah bagi Lisa menjalani hidup yang masih muda tanpa kedua orang tua.


Di usia nya yang masih muda ini, tentu saja dia menginginkan yang nama nya bermanja dengan orang tua, bermain dan jalan-jalan bersama teman-teman.


Tetapi semua itu telah sirna, dan kini Lisa hanya memiliki Aya, Adi dan ibu nya.


Setelah sampai di tempat pemakaman, Lisa mengajak Adi menuju makam kedua orang tua nya.


"Assalamu Alikum."


Lisa kembali menangis saat duduk di tanah makam kedua orang tua nya, Adi yang melihat itu juga merasakan kesedihan yang saat ini di alami oleh Lisa.


"Assalamu Alaikum."


'Pak, bu, aku Adi, aku datang kesini bersama anak kalian,' aku meminta izin kepada kalian untuk menjaga Lisa dan Aya sepenuh hati saya.


'Dan juga aku akan berjanji selalu membahagiakan mereka dengan cara sederhana ku.'


Setelah mereka selesai berbicara dengan makam kedua orang tua Lisa.


Adi dan Lisa berpamitan untuk segera pulang ke kota, tetapi sebelum pulang ke kota, Adi mengajak Lisa ke suatu tempat.


"Mas mau mengajak aku kemana sih, kan mas Adi kurang tahu dengan daerah sini.?"


"Kamu meragukan kemampuan mas," tanya Adi.


"Tidak sih mas, aku takut nya kita kemalaman saja sampai ke kota."


"Tidak masalah, mau seminggu atau sebulan pun kita tidak pulang, bagi mas tidak masalah," yang penting bisa selalu bersama kamu.


"Mas Adi apaan sih, mulai deh menggombal terus."


Sekitar setengah jam di perjalanan, akhirnya Adi dan Lisa sampai di tempat yang mereka tuju.


Sebuah taman yang sangat indah, dan beserta danau yang luas.

__ADS_1



"Terimakasih ya mas, ini sungguh sangat indah," bahkan aku orang asli sini saja tidak tahu, kalo ada tempat seindah ini.


"Kamu senang mas ajak kesini.?"


"Sangat senang mas, kapan lagi coba bisa ke tempat indah seperti ini.?"


"Nanti mas akan cari tempat yang lebih indah dari tempat ini, sekaligus buat bulan madu."


Adi tertawa setelah mengatakan bulan madu, kepada Lisa.


"Mulai kambuh deh, kok mesum terus sih mas Adi.?"


"Bukan mesum sih, lebih tepat nya kalo mas suka tidak tahan dekat-dekat kamu," pengen nya cepat-cepat halal gituh.


"Apaan sih mas, mulai deh," jawab Lisa dengan malu-malu.


Adi sangat bahagia, bisa melihat Lisa tersenyum seperti itu.


'Semoga mas selalu bisa membuatmu tersenyum dengan cara sederhana batin Adi.'


"Apakah mas boleh meminta sesuatu kepada mu.?"


"Apa mas, katakanlah.!"


"Mas ingin memelukmu dari belakang, itu saja tidak lebih ko."


Sebenar nya Adi ragu mengatakan ini, takutnya Lisa merasa tidak nyaman, karena Adi sudah sangat lancang.


Lisa hanya menganggukkan kepala nya saja, pertanda Adi boleh memeluk nya dari belakang.


Adi yang dapat izin dari Lisa, betapa bahagia nya dia sudah sampai di tahap ini, walaupun tidak melebihi pacaran jaman anak sekarang.



Kira-kira seperti itu ya gaes 😅😅.


"Terimakasih selalu ada untuk mas, terimakasih sudah mau menerima mas dengan segala kekurangan dan kelebihan mas," mas tidak akan menjanjikan mu dengan segala kemewahan, tetapi mas selalu berusaha dengan segala keadaan yang mas berikan, agar kamu selalu merasa bahagia.


"Terimakasih sudah menjadi bagian dari hidup mas."


"I Love You So Much Lisa Afrillia."


"I love You Vorever mas Adi Prasetyo."


Udahh ya gaes menghalu nya, kan aku juga ikut baper loh 😅😅.


Maap ya para reader, kalo masih ada kekurangan dalam kat-kata dan tulisan nya, aku juga masih dalam peroses belajar agar tulisan ku tidak selalu berantakan, seperti PUEBI misal nya. 🙏🙏🙏


Tinggalkan komentar kalian ya agar aku selalu semangat up kembali 🤗🤗🤗


Selamat menjalankan ibadah puasa, bagi yang beragama Islam 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2