Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Merasa Bersalah


__ADS_3

Seminggu telah berlalu.


Atas kejadian malam itu, dimana Sinta yang menjebak Hendri dan akhirnya membuat Sinta menuai apa yang dia tanam.


Kini Sinta mulai mencoba menerima Agus sebagai suami nya.


Agus menikahi Sinta tepat 3 hari sesudah peristiwa celap-celup malam itu.


Kini Sinta berhenti bekerja sebagai owner salon, dan akan fokus untuk menjaga anak dan suami nya.


Walaupun memiliki rumah sederhana dari Agus, namun Sinta sangat bersyukur karena tidak mengontrak rumah lagi.


"Maap sayang, rumah nya sederhana saja."


"Tidak apa-apa mas, terimakasih ini lebih dari cukup."


Setidaknya Sinta sangat bersyukur, sebab saat ini lebih baik daripada saat bersama Igun, mantan suami Sinta.


Saat bersama Igun rumah masih ngontrak, mengharapkan hasil buruh pabrik pun tidak seberapa.


Apalagi penghasilan menjadi owner salon juga tidak seberapa kalo di bandingkan dengan penghasilan yang sekarang.


Atas permintaan dari Agus, Sinta rela untuk berhenti bekerja sebagai owner salon, dan akan fokus menjadi ibu rumah tangga yang dari dulu memang Sinta inginkan.


Menyambut suami datang dan memberikan pelayanan terbaik, itu juga cita-cita Sinta dari dulu.


Namun saat itu semua apa yang di inginkan oleh Sinta menjadi tinggal kenangan.


Igun berselingkuh dengan rekan kerja nya yang juga sebagai buruh pabrik.


Namun perempuan tersebut lebih se*si, dan bertubuh montok, sehingga membuat iman Igun menjadi lemah.


Karena itu Sinta tidak pernah ingin menerima keadaan Agus, yang beberapa kali menyatakan perasaannya.

__ADS_1


Sinta tidak ingin hal yang dulu akan kembali terulang lagi.


Namun kejadiaan malam itu membuat Sinta kembali mempertimbangkan hal yang sangat ia jauhi.


Sinta mencoba menerima Agus, takutnya benih-benih yang sudah masuk ke dalam rahim Sinta, akan menjadi seorang malaikat kecil.


Hanya saja Sinta tidak ingin jika hamil kembali tanpa sosok seorang pendamping dalam hidupnya.


Seperti saat Sinta hamil anak pertama nya, yang berjuang mencari nafkah dan menghidupi anak nya sendiri.


"Maap sayang jika mas terlalu egois dan ingin cepat-cepat memiliki kamu, namun mas tidak sadar diri dengan keadaan mas sekarang," terlalu jauh dari kata sempurna untuk kalian.


"Tidak apa-apa mas aku sudah terbiasa, bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kita sama-sama belajar untuk menerima keadaan,!" aku bukan orang yang berada memiliki segala kemewahan, bukannya dulu saat aku bersama Igun, keadaan aku juga seperti ini.!


"Maap sayang, meingatkan mu kembali kepada masa-masa tersulitmu," aku akan terus berusaha agar rumah tangga kita selalu bahagia.


"Terimakasih mas."


"Sama-sama sayang."


Setelah insiden malam itu, kini Hendri benar-benar waspada takutnya akan ada Sinta yang lain-lainnya.


Sebab itu kini Hendri membuka usaha untuk Aya, tidak jauh dari bengkel motor nya.


Dan Aya pun setuju saja apa yang di inginkan oleh Hendri.


Tiba-tiba saat Aya pokus dengan pembuatan kue nya, ada sepasang tangan yang melingkar di perut Aya, dan kepala nya di senderkan di pundak Aya.


"Kenapa mas.?"


"Tidak apa-apa sayang, mas hanya lelah saja."


"Kenapa mas, mas bisa cerita sama aku, ada masalah kah.?"

__ADS_1


"Tadi mas Anton hubungin aku sayang, kata nya semakin hari keadaan Naura mulai memburuk,!" apa lagi mas Anton takut jika terjadi sesuatu kepada bayi dalam kandungan Naura.


"Apa kita harus kesana mas, mencoba memberi penjelasan kepada Naura," dia seperti itu juga gara-gara aku mas.


Hendri meletakan jari nya ke bibir Aya, bahwa Hendri sangat tidak suka jika dalam hal seperti ini Aya selalu menyalahkan diri nya.


Padahal cinta memang tidak bisa harus di paksakan.


Terkadang juga cinta harus pakai logika.


Percuma kan jika memaksakan kehendak kita saja, namun orang yang kita harapkan tidak pernah memiliki perasaan kepada kita walaupun sedikit saja.


Seperti itu juga perasaan Hendri kepada Naura.


Dari dulu Hendri tidak pernah meanggap Naura lebih dari kata teman, Hendri selalu menjaga jarak nya agar Naura tidak berharap lebih.


Namun semua itu salah, ternyata semakin Hendri bersikap cuek, semakin besar pula tekat Naura untuk menjadikan Hendri miliknya.


"Jangan selalu menyalahkan diri mu sayang, aku kan sudah pernah bilang kalo kita ini berjodoh dari Allah,!" jadi keadaan Naura sekarang bukan sepenuhnya salah kita, tapi salah dia yang tidak bisa menerima kenyataan.


"Dia sahabat aku mas.!"


"Dia bukan sahabat baik sayang, dia tidak pantas di bilang sahabat,!" namun nyata nya dia meninggalkan kamu sendirian di kota ini.


"Mas."


Aya masih mencoba membela Naura, yang jelas-jelas benar kata Hendri tidak pantas untuk di sebut sahabat.


"Yang harus di sebut sahabat itu Verra, bukan Naura,!" berhenti menyalahkan diri mu terus, seakan-akan dia tidak pernah memiliki salah kepada kamu.


Aya tidak pernah melihat Hendri semarah ini, terlihat jelas dari raut wajah nya jika Hendri benar-benar tidak suka sikap Aya yang selalu merasa bersalah dalam keadaan Naura sekarang.


"Maapkan aku mas."

__ADS_1


"Aku kembali ke bengkel, bersiap-siaplah sekitar jam makan siang, kita berangkat menemui Naura.!"


__ADS_2