Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Hasil USG


__ADS_3

Terdengar suara orang yang sedang tadarus Al Qur'an di musholla terdekat rumah Adi.


Azan subuh akan segera berkumandang.


Adi membuka mata nya perlahan, orang yang pertama di lihat Adi saat dia bangun adalah istri tercinta nya itu.


Adi tersenyum melihat wajah damai sang istri saat tertidur pulas.


Adi mengelus perut yang kini sudah sangat besar.


Terkadang Adi merasa sangat bingung, kenapa perut istri nya ini sangat besar, padahal setahu Adi perempuan pada umum nya itu, yang baru hamil pertama tidak akan sebesar ini perut nya.


Lisa yang awal nya tertidur sangat pulas, merasa terusik oleh sentuhan-sentuhan tangan Adi.


Lisa membuka mata nya perlahan, ternyata ini adalah ulah dari suami nya.


"Selamat pagi sayang," ucap Adi kepada Lisa.


Lisa tersenyum sambil membelai wajah suami nya, dan berkata.


"Selamat pagi juga mas," ucap Lisa tersenyum indah.


"Kenapa terbangun, apakah mas mengganggu tidur mu,?" ucap Adi kepada Lisa.


"Tidak mas," ucap Lisa kepada Adi.


Adi mencium kening Lisa dengan sayang, setelah itu turun ke pipi, ke bibir dan terakhir turun ke perut Lisa.


"Yasudah mas mau mandi dulu ya sayang," pengen siapa-siap pergi ke musholla, ucap Adi kepada Lisa.


Setelah Adi selesai mandi dan berpakaian yang rapi.


Adi segera pergi ke musholla untuk mengerjakan sholat subuh berjamaah.


Setelah selesai sholat berjamaah, Adi dan para bapak-bapak melakukan tugas bergotong royong.


Karena sudah menjadi kebiasaan di kampung ini, kalo hari kamis semua para bapak-bapak bergotong royong untuk membersihkan musholla dan sekitar nya.


Sedangkan para gadis-gadis desa bertugas untuk mengantarkan, minuman dan kue basah yang di buat dari rumah mereka masing-masing.


Saat Annisa juga membawa kue basah.


Annisa mencoba untuk mendekati Adi dengan alasan menawarkan kue buatan dia sendiri, padahal itu hasil buatan ibu nya.


"Mas Adi, cobain deh ini buatan aku loh mas," ucap Annisa kepada Adi.


Ayah Annisa hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah laku Annisa.


Sudah beberapa kali di nasehati, tetapi Annisa tetap tidak mau mendengarkan nasehat orang tua nya.


Jawaban Annisa kepada orang tua nya hanya, jawaban kasar yang keluar dari mulut nya.

__ADS_1


'Ini semua karena ibu dan bapak, jika saat itu ibu dan bapak tidak melarang aku untuk menyusul mas Adi ke kota,' semua ini tidak akan pernah terjadi. bagaimana pun cara nya, mas Adi akan tetap menjadi milik ku.


Itulah ucapan yang keluar dari mulut Annisa kepada kedua orang tua nya.


Adi merasa Annisa sekarang sudah melampaui batas nya, dia terang-terangan bersikap seperti seorang pasangan kekasih.


"Maap Annisa, aku sedang puasa senin kamis," jadi silahkan berikan kue ini ke yang lain nya saja, ucap Adi menjawab secara lembut, tetapi bagi Annisa ini adalah penolakkan.


"Sudah lah Annisa, jangan terlalu memaksa kehendak mu," ucap Parjo yang sangat jengah dengan sikap Annisa.


Namun nama nya juga Annisa, tidak ada kata menyerah, semakin di peringati, maka semakin menjadi.


"Kalo mas Adi lagi puasa, bawa saja ke rumah mas," untuk nanti berbuka puasa, ucap Annisa yang masih terdengar memaksa kan.


Tiba-tiba dari arah belakang, tanpa di ketahui Adi, Parjo, dan Annisa.


Nury mengambil kue tersebut dari tangan Annisa secara paksa.


"Jika mas Adi tidak ingin, biarkan saja aku yang memakan," ucap Nury, yang merasa sikap Annisa terang-terangan dan berlebihan di depan orang banyak.


"Eh mana bisa, itu aku buat untuk mas Adi," kenapa kamu yang memakan nya, siapa kamu berani nya seperti itu,? ucap Annisa kepada Nury.


"Mas Adi tolong jelaskan mas, aku ini siapa kamu,?" ucap Nury yang sangat keras dan di dengar oleh semua orang banyak, termasuk Lukman yang juga berada di situ.


"Dia adalah adik aku," adik kesayangan aku dan ibu, ucap Adi kepada Annisa, yang di dengar semua orang.


"Jadi jika aku ini adik kamu, tidak apa-apa kan mas ini aku yang makan," ucap Nury kepada Adi.


Sedangkan Lukman dia tidak banyak bicara, dia yakin dengan apa yang istri nya itu lakukan, semata-mata hanya ingin membantu Adi tidak lah lebih.


Wajar kan seorang adik, tidak ingin rumah tangga kakak nya akan hancur dan berantakkan karena ada nya orang ke tiga.


Dan Lukman menyadari itu.


Annisa yang merasa tidak di hargai sama sekali, dia cepat-cepat pergi dan meninggalkan orang-orang yang melihat perdebatan mereka.


Setelah Annisa pergi, Nury pun juga hanya cuek-cuek saja, dan dengan gampang nya Nury memberikan kue tersebut kepada bocah laki-laki yang berbadan gemuk dan bulat.


"Dek ini buat kamu," habisin ya makan yang banyak biar sehat,!" ucap Nury kepada bocah tersebut.


"Bibi yang terbaik," ucap bocah tersebut, yang ternyata sering Nury kasih makanan.


Setelah selesai bergotong royong, Adi pulang kerumah nya, karena hari ini Adi sudah memiliki janji kepada dokter kandungan.


Setelah Adi sampai ke rumah, Adi kembali membersihkan tubuh nya, yang merasa gerah akibat bergotong royong tadi.


Sedangkan Lisa, dia sudah terlihat cantik dan rapi, yang menggunakan dres sampai lutut dan baju lengan panjang, rambut yang sengaja dia ikat, yang melihatkan leher putih dan mulus.


Saat mereka keluar dari kamar, ibu Adi memanggil mereka, untuk sarapan terlebih dahulu.


Mereka makan dengan lahap.

__ADS_1


Si kecil Aya sedang di suapi oleh ibu Adi, karena sebentar lagi dia akan berangkat sekolah.


Setelah mereka selesai sarapan, mereka pergi dengan arah jalan masing-masing.


Karena puskesmas dan sekolahan berbeda jalan.


Setelah Adi dan Lisa sampai di puskesmas tersebut.


Adi yang sudah membuat janji kepada dokter terlebih dahulu.


Setelah mereka masuk, dokter perempuan tersebut tersenyum ramah.


Lisa yang sudah berbaring, dan perut nya di olesi dengan jel.


Dokter mulai mengarahkan alat USG tersebut dan menglihatkan layar monitor.


Betapa terkejut nya dokter melihat hasil yang sangat langka dan jarang pernah terjadi.


Namun tidak dengan Adi dan Lisa, mereka merasa bingung dengan tingkah dokter tersebut.


"Maap ibu bapak bayi kalian sehat, detak jantung nya juga normal, tangan dan kaki apalagi muka nya sudah nampak jelas," namun dokter tersebut menggantung ucapan nya.


Yang membuat Adi dan Lisa merasa bingung dan khuatir, mereka menjadi sangat takut, jika terjadi hal yang tidak beres kepada bayi mereka.


"Namun kenapa dokter,?" ucap Adi yang merasa sangat penasaran dengan kata-kata dokter yang menggantung itu.


"Bayi kalian kembar." ucap dokter tersebut yang membuat Adi dan Lisa melongo dan kaget, tetapi mereka kembali kaget saat dokter mengatakan jumblah anak mereka.


"Dan kembar empat yang berjenis kelamin tiga laki-laki dan satu perempuan."


Dokter tersebut menunjukkan bahwa yang di alat nonitor itu adalah anak kembar mereka.



Antara terkejut dan bahagia.


Adi dan Lisa mengetahui jenis kelamin dan jumblah anak mereka.


Adi memeluk Lisa dengan erat dan memberikan ciuman bertubi-tubi.


Tidak perduli, seberapa malu nya Adi mencium Lisa di depan dokter tersebut.


Adi menangis bahagia dan mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada istri nya itu, telah memberikan malaikat kecil yang berjumblah empat orang.


"Terimakasih sayang, sungguh terimakasih," ucap Adi kepada Lisa.


"Sama-sama mas," jawab Lisa yang juga ikut menangis karena bahagia.


Tidak akan lama lagi hadirlah malaikat mungil ke dunia ini dan melengkapi kebahagiaan Adi dan Lisa.


Gimana gaes yang minta kembar dua, tiga 🤭🤭🤭 author kasih empat ya.

__ADS_1


jangan lupa kasih Like dan Komen agar aku lebih semangat lg 🤗🤗🤗🙏


__ADS_2