Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Melahirkan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Arden bersiap-siap untuk pergi ke kantor, karena hari ini ada meeting bersama klien.


"Mas mau kemana? ko pagi-pagi sekali sudah rapi?"


"Mas mau meeting sayang, kebetulan klien mas dari luar Negri."


"Memangnya tidak bisa di wakili sama Dani mas?"


"Bisa sih, cuman mas tidak enak saja sayang, dia jauh-jauh dari luar Negri hanya ingin langsung bersama mas!"


"Aku ikut ya mas! aku tidak bakal ganggu kamu ko?"


"Baiklah, ayo mas bantu bersiap-siap!"


Setelah selesai bersiap-siap, Falisha pergi bersama Arden menaiki mobil yang membawa mereka ke kantor perusahaan milik Arden.


Setelah sampai, Falisha berjalan di samping Arden dan bergandengan tangan.


Semua orang pada melihat ke romantisan Arden bersama Falisha, tak jarang Falisha ikut bersama Arden.


Karena setelah lulus sekolah, Falisha lebih sering bersama ayah nya Radix, untuk membantu mengurus bisnis online, yang semakin hari semakin berkembang pesat.


Sedangkan Rahma masih bersama ibu nya Radix untuk memperkembang jualan bunga-bunga segar, dan buket bunga.


Radix membawa Falisha bukan ke ruangan kerja nya, melainkan membawa Falisha ke ruangan meeting nya.


"Selamat Siang! maap saya terlambat!"


Semua orang pada kagum kepada Arden, yang berani membawa istri nya ke ruangan meeting.


Jika orang lain, mana ada yang mau karena perempuan akan cepat bosan jika di hidangkan berbagai macam pertanyaan dan jawaban.


Bahkan berjam-jam Falisha tetap duduk santai, mendengarkan penjelasan suami nya kepada rekan bisnis nya.


Dalam hati Falisha sangat bersyukur telah memiliki suami seperti Arden, yang bertanggung jawab, serta pengertian kepada istri.


Tidak pernah marah dan bahkan sedikitpun membentak Falisha.


Arden mengusap lembut pucuk kepala Falisha.


"Kamu bosan sayang?" ucap Arden kepada Falisha.


"Tidak mas! cuman perut ku tiba-tiba sakit," jawab Falisha.


"Sakit sayang? apa jangan-jangan kamu mau melahirkan?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu mas, mungkin tidak apa-apa."


"Kenapa Tuan Arden? apa ada masalah?" ucap salah satu rekan bisnis Arden.


"Maap Tuan, seperti nya rapat hari ini cukup sampai di sini dulu! tiba-tiba istri saya perutnya sakit."


"Apa jangan-jangan ibu Falisha akan segera melahirkan?" ucap rekan bisnis Arden satu nya lagi.


"Bisa jadi Tuan, mohon maap sebelumnya Tuan," ucap Arden merasa sangat tidak enak hati.


"Dani tolong bereskan semua nya! saya mau membawa istri saya ke rumah saki!"


"Baik Tuan," ucap Dani.


"Apakah kamu masih bisa berjalan sayang?"


"Masih mas! biar aku jalan saja."


"Baiklah sayang."


***


Satu minggu sudah berlalu, namun kesedihan Aya masih ada.


Namun persahabatan mereka hancur begitu saja, saat mengetahui mereka sama-sama mencintai orang yang sama.


Seperti biasa, Aya selalu di sibukkan di toko kue nya.


Apalagi saat ini toko kue mulai pada ramai dan padat pengunjung.


Banyak orang yang memesan kue untuk ulang tahun, hari anniversary suami, istri atau yang masih memiliki hubungan pacaran.


"Aya."


"Hemm kenapa?"


"Seandainya nanti kamu sudah melahirkan, terus kamu mau kasih nama apa?" ucap Verra kepada Aya.


"Aku sih mau nya nama anak aku ada terbuat nama sahabat aku."


"Maksud kamu Naura?"


"Iya, tapi mas Hendri tidak mau."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu juga, kata mas Hendri sih dia tidak mau bayang-bayangan Naura terlihat jelas di wajah anak nya nanti."


"Benar juga sih apa yang di katakan kak Hendri itu! yang terpenting bayi kalian sehat, dan selamat saat lahiran nanti."


"Aminn terimakasih sayang ku" ucap Aya kepada Verra.


"Iss ada mau nya deh"


"Heeee tau aja sih kamu! nanti kalo aku lahiran toko kue ini anggap saja milik kamu sendiri ya! jaga dan rawat toko ini sesuka hati kamu."


"Oke bu bos."


Tiba-tiba Aya meringis sambil memegang perutnya.


"Kamu kenapa? apa ada yang sakit dimana?"


"Aku tidak tahu Verra! tiba-tiba perutku sakit banget."


Verra berteriak meminta bantuan kepada anak buah Aya yang lainnya.


"Tolong..., tolong.... yang ada di sana! tolong bantu saya!"


"Kenapa kak? ada apa?" ucap Elis dan anak buah Aya yang lainnya.


"Elis kamu ke seberang! tolong panggil kak Hendri!" tolong katakan bahwa Aya perutnya sedang sakit.


"Baik kak."


Tiba-tiba air ketuban Aya pecah pertanda akan segera melahirkan.


"Verra perut aku sakit sekali!"


"Sabar dulu Aya!"


Setelah itu Hendri datang bersama Haris.


Hendri cepat-cepat menggendong Aya dan langsung membawa masuk ke dalam mobil.


"Kak Hendri aku ikut."


"Ayo cepat masuk!"


"Elis titip toko!" ucap Verra kepada Elis.


"Baik kak."

__ADS_1


__ADS_2