
"Kenapa kamu menangis, apakah aku salah terlalu memaksa kamu,?" maapkan aku Sinta, karena cinta ku terlalu besar kepada mu, aku memaksakan ke egoisan ku untuk memiliki mu dengan cara ini.
"Dari dulu aku sudah lama memiliki perasaan kepada mu, bahkan sebelum kamu mengenal Igun," namun aku kalah cepat dari Igun, sehingga dia terlebih dahulu mengutarkan perasaannya.
"Sejak saat itu aku mulai mencoba untuk melupakan dan mengubur perasaan ku dalam-dalam terhadap diri mu," namun semakin hari, semakin dalam perasaan ini, sehingga aku merasa tidak kuat untuk menahannya.
"Setelah aku mengetahui rumah tangga mu dalam keadaan masalah besar, aku sedikit memiliki kesempatan lagi untuk bersama kamu," dan setelah kamu resmi bercerai, aku mencoba untuk kembali mengutarakan perasaan ku kepada mu.
Namum bukannya hal yang bahagia ku dapatkan, yang ada sering kali penolakan yang aku dapatkan.
"Aku mencoba memiliki hubungan bersama perempuan lain, bahkan aku juga berhubungan dengan seorang janda," maap Sinta bukannya aku lelaki nakal, namun aku memiliki sejenis kelainan hiper s*k, sehingga aku melakukan dengan kekasih ku.
Namun di setiap aku mekukannya tiba-tiba wajah mu muncul dalam pikiranku, sehingga aku menikmati tubuh kekasihku dengan membayangkan diri mu.
Dan aku pun juga bermain aman, tidak sembarang menebar benih, dan hanya sama kamu aku melepaskan pengaman itu.
"Apakah saat ini kamu masih berhubungan dengannya.?"
Kata-kata itu lolos begitu saja, seakan-akan Sinta ingin mengetahui nya lebih jelas lagi.
"Aku sudah berpisah dengannya satu tahun," karena aku tidak kunjung memberikan kepastian dengannya.
Dan aku dengar sekitar 6 bulan yang lalu dia menikah, namun aku tidak tahu dengan laki-laki mana.
"Selama satu tahun bagaimana kamu menjinakkan milik mu itu.?"
Agus merasa malu dengan pertanyaan dari Sinta.
Namun demi tujuannya untuk mendapatkan Sinta, dia akan berkata jujur, daripada memilih berbohong.
"Kamu pernah kan melihat aku membeli sabun batangan dengan jumblah yang sangat banyak.?"
__ADS_1
Sinta berpikir keras, untuk kembali mengingat.
Setelah ingatan nya kembali Sinta sangat terkejut dengan apa yang telah dia lihat.
"Apakah itu.?"
"Iya benar dalam satu tahun belakangan ini aku sering melakukannya dengan sabun batang," demi mendapatkan mu, aku berhenti melakukan hal-hal seperti itu, dan malam tadi aku baru kembali mendapatkan nya setelah satu tahun berpuasa menyentuh milik perempuan.
Dan yang bikin aku sangat bahagia, aku di izinkan untuk menebar benih ku ke dalam rahim mu, yahh walaupun kamu berpikir aku adalah Hendri.
Agus dan Sinta sama-sam terdiam, setelah beberapa menit akhirnya Sinta kembali membuka suara nya.
"Agus."
"Iya ada apa Sinta.?"
Agus menatap bola mata Sinta yang sangat indah.
"Apakah kamu mau melakukannya lagi bersama ku,?" tapi jadilah Agus, bukan bayangan-bayangan mas Hendri.?
"Apakah kamu benar-benar serius.?"
"Aku serius Agus, apakah kamu mau melakukannya lagi bersama ku,?" dan coba buat aku melayang bersama Agus, bukan dengan mas Hendri.
"Dengan senang hati Sinta," ucap Agus dengan semangat 45.
"Ehhhh mau apa kamu Agus.?"
"Aku mau melakukannya lagi Sinta, memangnya kenapa.?"
"Kamu mandi dulu sana, aku tidak ingin bau-bau khas mas Hendri ada di tubuh kamu.!"
__ADS_1
"Baiklah."
Tanpa merasa malu, Agus berlari ke kamar mandi yang berada di salon milik Sinta.
Setelah 5 menit mandi dan membersihkan tongkat panjang nya, Agus yang masih memakai handuk yang melilit di bagian pinggulnya, terlihat sangat se*si di mata Sinta.
"Apakah boleh sekarang,?" ucap Agus yang sekarang sudah berada di samping Sinta.
Sinta hanya menganggukan kepala nya, pertanda dia juga sangat meinginkan.
Wajar saja Sinta sangat kehausan belaian kasih sayang dari seorang laki-laki.
Setelah perceraian nya dengan Igun sekitar 4 tahun yang lalu.
Sinta menutup rapat-rapat hati nya kepada setiap laki-laki yang pernah mengatakan suka kepada nya termasuk Agus yang juga memiliki perasaan yang sudah lama.
"Aku akan membuat kamu men**sah dan meminta lagi-dan lagi," akan aku buat Agus junior secepat nya hadir di dalam sini, ucap Agus kepada Sinta yang mulai men**mbu.
Hingga terdengar kembali des**an dan erangan di dalam salon tersebut.
Entah berapa kali mereka mengulangi permainan panas tersebut, sehingga Sinta melupakan untuk membuka salon nya.
Sehingga para pelanggan Sinta yang pada berdatangan kembali pulang, saat mendengar ada suara aneh berada di dalam toko yang masih tertutup rapat.
"Apakah kamu mulai bisa membuka hatimu kepada ku,?" aku berjanji Sinta, tidak akan membuat kamu menangis untuk yang ke dua kali nya.
"Aku akan mencoba membuka hati ku untuk mu Agus ahhhhhhhhh."
Auothor kasih visual Agus ya gaes 😅😅😅.
__ADS_1
Buat author semangat 45 dong gaes, biar up nya semakin lancar.
Like, Komen, Hadiah dan Vote 😍😍😍😍