Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Firasat Membawa Kebahagiaan


__ADS_3

Pagi menjelang, matahari bersinar menyinari bumi dan seisi nya.


Namun tidak membuat perempuan cantik yang sedang tertidur si shofa ruangan rumah sakit iti terbangun.


Setelah sholat subuh, Falisha kembali tertidur, dan menarik selimut nya.


"Apakah kamu pulang hari ini Arden,?" ucap Radix.


"Insya Allah om."


"Arden, terimakasih sudah menginap dan merawat om malam ini," jika laki-laki lain, lebih baik memilih untuk tidur di ruangan lain ataupun di kamar hotel.


"Itu nama nya bukan menginap dengan orang sakit om," aku iklas ko om.


"Biarkan sebentar lagi Falisha tertidur Arden,!" mungkin dia sangat lelah. Terkadang om sangat kasihan, di usia nya yang masih muda dan masih bersetatus sebagai pelajar, dia rela membantu keuangan kami.


Rela mengorbankan hidup nya, dengan mengorbankan masa muda nya, dia juga melupakan kesenangan masa sekarang, seperti banyak nya anak muda jaman sekarang yang menyebut pacaran.


"Dia anak yang baik, tidak pernah marah dan berteriak-teriak kepada kami yang orang tua nya," hati nya lemah lembut dan sering juga menangis karena melihat keadaan saya seperti ini.


"Om pasti bisa cepat sembuh,!" yang terpenting jaga pola makan dan kesehatan om.


"Terimakasih Arden, kamu laki-laki yang baik," beruntung sekali orang yang memiliki kamu.


"Terimakasih om atas pujian nya," namun kenyataan nya setiap pandangan mata orang, tidak sesuai dengan kenyataan nya.


"Maksud kamu.?"


Arden menceritaka tentang masa lalu nya, menceritakan tentang masalah percintaan nya yang kini telah kandas.


Arden juga menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Falisha, tanpa ada yang di lebih-lebih kan.


"Dia memang seperti itu nak Arden, tidak pernah takut jika masalah menolong orang," namun dia tidak pernah tahu, apakah orang yang di tolong akan selama nya baik, atau orang jahat.


"Semoga saja Falisha dalam lindungan Allah om."


"Amin," ucap mereka bersamaan.


Sore hari pun tiba, Arden berniat berpamitan kepada kekuarga Falisha untuk pulang ke kota.


"Terimakasih tante om, nenek, dan juga Falisha," sudah mengizinkan saya untuk menginap di tempat ini.


"Kami yang harusnya berterimakasih nak Arden, sudah mau menginap dan membatu anak nenek."


Setelah itu Arden berpamitan kepada Falisha.


"Kakak pamit ya dek, jaga diri baik-baik,!" jika ada masalah cepat-cepat saja hubungin kakak, ucap Arden.


Tak terasa butiran bening di mata Arden menetes tanpa permisi.


Cepat-cepat Arden menghapus nya, entah kenapa terasa berat sekali, Arden meninggalkan keluarga ini, namun status mereka sekarang mengharuskan Arden untuk pergi.


"Kakak jangan nangis, hati-hati di jalan kak,!" jangan lupa sering-sering hubungin aku.!

__ADS_1


"Iya dek itu pasti."


Kini Falisha mengantarkan Arden ke parkiran rumah sakit.


Setelah sampai di parkiran rumah sakit, tanpa permisi Arden memeluk erat tubuh Falisha.


Falisha yang merasa bingung dengan sikap Arden, membiarkan saja dan entah kenapa mereka berdua sama-sama saling tidak rela untuk berpisah.


"Jaga diri mu baik-baik dek,!" entah kenapa kakak rasa sulit untuk melangkah pergi meninggalkan kamu.


Falsiha hanya tersenyum, dan mengusap lembut pipi Arden.


"Percayalah kak, tidak akan terjadi apa-apa."


Setelah mobil Arden sudah menghilang dari penglihatan Falisha.


Falisha menitikan air mata nya.


'Entah aku juga merasakan hal yang sama kak, karena sering nya kita bersama sehingga membuat kita sama-sama takut kehilangan, batin Falisha.


Tidak lama setelah kepergian Arden.


Tiba-tiba ada tiga orang laki-laki, dua orang berbadan kurus dan tinggi, dan satu nya lagi berbadan gemuk, dan memiliki kumis tebal.


Tiga orang laki-laki tersebut memasuki ruang rawat Radix.


"Selamat siang nona Rahma, apakah hari ini anda bisa membayar hutang-hutang serta bunga nya itu,?"


"Mah ada apa ini, kenapa juragan Baron kesini.?"


Rahma menangis di pelukan ibu nya Radix.


Rahma terpaksa berhutang kepada juragan Baron, untuk menutupi biaya-biaya rumah sakit Radix selama ini.


"Mamah terpaksa nak, berhutang kepada juragan Baron," untuk membiayai kesehatan papah kamu, hasil usaha kita selama ini tidak mampu untuk melunasi hutang dan bunga nya.


"Terus bagaimana mah, Falisha juga tidak mempunyai uang untuk melunasi hutang-hutang kita.?"


Sedangkan Radix menangis dalam diam nya.


Betapa tidak berguna nya selama ini, membiarkan keluarga nya mati-matian mencari uang untuk biaya kesehatan nya.


"Cara nya gampang neng cantik, jika tidak bisa melunasi hutang dan bunga nya," maka kamu harus menjadi istri kelima akang.


"Mah aku tidak mau menikah sama aki-aki tua itu mah, mamah cari cara lain,!" Falisha tidak mau mah, ucap Falisha sambil menangis terisak.


Hari itu mau tidak mau, Falisha harus menikah dengan juragan Baron, laki-laki yang berusia 70 tahun dan memiliki empat orang istri.


"Maapkan papah Falisha, papah adalah orang tua tidak berguna," ucap Radix yang merasa hidup nya sangat tidak berguna, sudah mengorbankan masa depan anak nya.


'Kak Arden, tolong Falisha kak,' Falisha tidak mau menikah dengan aki-aki tua ini, batin Falisha menangis dalam diam nya.


Tinggal tiga bulan lagi Falisha akan mengadakan kelulusan sekolah, sebab itu juragan Baron mencari kesempatan untuk menikahi Falisha.

__ADS_1


Sebab orang tua Falisha tidak akan sanggup membayar hutang beserta bunga-bunga nya.


Saat juragan Baron ingin memulai ijab kabul nya, tiba-tiba dari arah luar ada seorang laki-laki dengan keras nya membuka pintu ruang rawat Radix.


"Hentikan.!"


"Apa-apan kamu, mau menggagalkan pernikahan saya," ucap juragan Baron dengan nada amarah, sebab Arden tiba-tiba datang menggagalkan acara yang sudah lama dia impikan.


"Hentikan acara ini, saya tidak terima,!" ucap Arden dan menarik Falisha ke belakang tubuh nya.


Sedangkan Falisha sudah menangis terisak-isak di punggung belakang Arden.


"Jelaskan kepada saya bu, ada apa ini semua,!" ucap Arden yang bingung dengan acara ini.


Namun Rahma tidak dapat menjawab.


"Dia berhutang kepada ku sebesar 150 juta beserta bunga nya," dan keluarga ini tidak mampu untuk membayar nya, jadi saya meminta neng Falisha menikah dengan saya, jadi hutang-piutang saya anggap lunas.


"Saya akan melunasi semua nya, mana nomer rekening anda.!"


Setelah acara membayar hutang-piutang beserta bunga nya.


Juragan Baron dan dua orang anak buah nya keluar dari ruangan itu.


Namun pak penghulu masih berada di dalam ruangan itu.


"Bagaimana acara ini semua, kalian harus membayar nya,!" saya sudah meninggalkan rezeki saya yang lain nya.


Arden mendekat ke arah ranjang rawat Radix.


Arden menggenggam tangan Radix secara lembut.


"Om, jika boleh saya meminta izin, izinkan saya melamar Falisha untuk menjadi istri saya," saya sangat menyayangi dia om, saya berjanji dengan semampu saya untuk mebahagiakan Falisha.


Falisha menangis di pelukan sang nenek, bagaimanapun Falisha sudah banyak berhutang budi kepada Arden, jika tidak ada Arden mungkin sekarang ini dia sudah sah menjadi istri juragan Baron.


"Om terserah Falisha saja, jika Falisha setuju maka kami sekeluarga akan setuju juga."


"Bagaimana Falsiha apakah kamu mau,?" ucap Rahma.


"Bismillah, Falisha mau mah."


Arden menghubungi kedua orang tua nya, setelah kedua orang tua Arden juga setuju, namun mereka tidak bisa menghadiri acara tersebut di karenakan saat ini Kavindra sedang berada di negara A, menjalankan bisnis nya.


Dengan suara lantang di ucapkan oleh Arden, kini kata sah keluar dari mulut semua orang yang ada di ruangan rawar Radix tersebut.


Kini Falsiha resmi menyandang sebagai istri sah Arden.


Sabar dulu ya gaes nunggu cerita Hendri dan Aya menuju sah nya 😊🙏🙏


Aku akan banyak menceritakan hububgan Arden dulu, setelah itu baru cerita Hendri dan Aya samapi anak-anak nya nanti 😊🙏🙏🙏


Terimakasih yang masih setia untuk membaca hasil tulisan receh ini 😊, alangkah lebih baik nya Author minta dukungn dari kalian semua agar selalu semangat dan imajinasi yang author punya lebih meningkat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2