
Waktu sudah menunjukkan pukul lima subuh.
Terdengar suara adzan subuh berkumandang.
Aya dan Verra bersiap-siap untuk sholat subuh berjamaah berdua di kossan nya.
Setelah selesai sholah subuh berjamaah, Aya menyiapkan masakkan untuk sarapan pagi dan akan di bawa ke kampus.
Sedangkan Verra membersihkan kossan dan menyiapkan yang lain nya.
Setelah semua nya selesai, Aya dan Verra keluar dari kossan dan ingin berangkat ke kampus.
Tiba-tiba saat Verra mebuka pintu kossan tersebut, Naura sudah berada di muka pintu kamar kossan Aya.
"Ada apa Naura,?" ucap Aya.
"Apa kamu melupakan teman mu semenjak menemukan teman baru,?" jawab Naura.
Aya bukanlah tife perempuan yang suka berdebat, apa lagi jam waktu kampus sudah hampir telat.
"Maap Naura, aku akan segera ke kampus," jika tidak aku akan terlambat nanti.
"Kamu berubah sekarang Aya," baru beberapa hari kita di kota.
Aya tidak ingin semakin menambah masalah kepada Naura, entah apa kesalahan nya sehingga ucapan Naura seperti bukan sahabat nya lagi.
"Maap Naura," ucap Aya yang langsung menarik tangan Verra agar cepat-cepat pergi meninggalkan Naura sendirian.
Saat di perjalanan, Aya hanya berdiam diri saja.
Yang membuat Verra merasa jenuh karena Aya hanya berdiam saja.
"Tidak osah di pikirkan Aya,!" sekarang kamu punya aku yang selalu menemani kamu, dan jangan dengerin omongan dia, yang berubah itu dia bukan kamu, ucap Verra.
"Maap Verra aku mendiamkan kamu."
"Tidak masalah Aya, aku paham apa yang sekarang kamu rasakan," aku pernah ada di posisi kamu, yang kita anggap sahabat tidak selama nya selalu bersama.
Terkadang janji saja tidak akan menjamin selama nya akan indah, tetapi bukti itu yang terpenting.
"Terimakasih Verra, kamu sangat baik," ucap Aya.
"Sama-sama Aya," itulah guna nya teman, aku harap jika nanti di antara kita ada masalah tolong katakan saja, jangan saling mendiamkan.
"Itu pasti Verra," jawab Aya.
Dan mereka tertawa bersama di sepanjang perjalanan.
Dan Akhirnya Aya dan Verra sampai di tempat tujuan.
Aya dan Verra sama-sama satu jurusan, sebab itu mereka selalu bersama dan sikap mereka juga sangat menyambung.
Berbeda dengan Naura, yang mengambil jurusan perkantoran.
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan, Aya dan Verra duduk di kursi masing-masing.
Ternyata hari ini dosen yang mengajar adalah Arden lagi.
Seketika kelas menjadi ribut, karena para siswi sangat senang jika dosen yang mengajar adalah dosen ganteng dan baik, tidak kiler.
Namun berbeda dengan Aya dan Verra, mereka hanya cuek saja tidak sama seperti yang lain nya.
Dan itu menjadi poin plus bagi Arden.
Sekitar setengah jam Arden mengajar akhirnya selesai.
Dan semua sisawa dan siswi bersorak gembira.
Setelah di muka gerbang Aya dan Verra berpisah, karena jalur mereka bekerja berbeda arah.
Sedangkan Aya menaiki angkot, kalo Verra tinggal naik ojek saja karena bengkel Hendri tidak terlalu jauh dari kampus nya.
Jam menunjukkan pukul empat sore, Aya sampai di tempat kerja nya yang baru.
Aya di sambut ramah dengan semua para pegawai lain nya.
"Nama kamu Aya bukan,?" ucap salah satu pegawai mom Bella.
"Iya kak nama saya Aya."
"Kenalkan nama saya Nita," ayo ikut saya ke dapur, hari ini kamu bagian dapur dulu karena saya dapat perintah dari mom Bella harus tes kamu dulu di bagian dapapur.
Pekerjaan di bagian dapur adalah pegawai yang harus membuat kue.
Kalo pekerjaan di bagian luar, itu sejenis menjaga kasir, atau melayani setiap pembeli yang datang.
Syukur nya Aya sudah bisa membuat bermacam-macam kue.
Karena ibu Adi sering membuat kue bersama Aya untuk di jual dan di titipkan di setiap toko-toko.
Di lain tempat.
"Sore kak Hendri," ucap Verra yang baru saja datang.
"Sore Verra," silahkan masuk dulu Verra, apakah kamu sudah makan.?
"Sudah kak tadi bersama Aya."
"Baiklah kamu ikut kakak dulu.!"
"Hai gaees selamat sore hari ini kita ada kedatangan teman baru," nah nama nya Verra, dan Verra ini akan menggantikan Anton di meja kasir.
Sedangkan Anton sekarang saya percayakan di bagian gudang ya.
"Siap bos," ucap semua pegawai Hendri.
Hendri memiliki sepuluh pegawai dan di tambah masuk nya Verra jadi 11 orang.
__ADS_1
Karena bengkel Hendri tidak bagian motor saja, melainkan juga ada bengkel mobil.
Meskipun sekarang Hendri sudah mandiri tanpa bantuan siapa pun termasuk Adi, namun Hendri tetap banyak minta pemasukan dari Adi.
Karena bagi Hendri, Adi adalah guru yang berjasa, sehingga Hendri bisa sukses sampai sekarang.
Hendri memilih Verra sebagai pegawai nya, karena Hendri melihat Verra perempuan baik-baik.
Apalagi Verra adalah teman Aya, sehingga Hendri selalu bisa mencari informasi menyangkut tentang Aya.
Hendri sudah lama memiliki perasaan kepada Aya, namun Aya selalu menghindar di saat Hendri ingin semakin dekat.
Berbeda saat bersama Naura, Hendri selalu menghindar.
Karena Naura tife perempuan yang suka memaksa kehendak nya.
Di lain tempat.
Setelah jam kampus Naura selesai, Naura bersama ke dua teman sekelas nya keluar bersama-sama.
"Eh gaes habis ini kalian mau kemana," ucap Ayu teman Naura.
"Aku tidak kemana-mana sih," kalo kamu Naura,? tanya Siska.
"Aku mau cari kerjaan gaes, tapi aku bingung mau kerja apa,?" karena aku sebelum nya tidak pernah kerja sama sekali, jawab Naura.
"Serius kamu butuh pekerjaan,?" ucap siska.
"Iya, karena aku di sini kan cuman sendirian," jauh dari keluarga.
"Bagaimana kamu bekerja seperti kita,?" ucap siska dan Ayu bersamaan.
"Memangnya kalian berdua kerja apa,?" tanya Naura.
Siska membisikkan sesuatu ke telinga Naura, yang membuat Naura sangat terkejut.
Naura tidak menyangka pekerjaan teman-teman nya di luar pemikiran Naura.
"Bagaimana,?" ucap Siska.
"Aku tidak mau, aku ogah kalo pekerjaan seperti itu," jawab Naura.
"Naura, Naura, kamu jangan munafik deh," kita ini tidak sedang tinggal di kampung, jaman sekarang mencari pekerjaan sangat susah sekali.
Hanya itu yang mudah, tinggal minta ya di beri, malah kita bisa shopping beli baju, tas, alat make up, sepatu, bahkan kita bisa nyalon, malah kita bisa keliling dunia.
Mendengar semua ocehan teman-teman nya membuat Naura berpikir panjang.
Selama ini laki-laki yang dia harapkan juga tidak pernah merespon.
Namun Hati Naura semakin bimbang, dikala dia harus menyerahkan hal yang paling beharga.
"Aku pikir-pikir dulu deh," ucap Naura.
__ADS_1
"Jangan lama-lama loh Naura," nanti kalo kamu yes cepat-cepat hubungi kami ya, jawab Siska.