Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Permintaan Dari BUMIL


__ADS_3

Hoegggggg, hoeeeeegg


Terdengar samar-samar di telinga Lukman, seseorang yang sedang muntah-muntah.


Karena kesadaran Lukman belum sepenuh nya kembali.


Perlahan Lukman membuka mata nya, suara itu semakin kencang tersengar di indra pendengaran Lukman.


Setelah terkumpul semua nyawa Lukman.


Lukman cepat-cepat menghampiri sang istri ke dalam kamar mandi.


Lukman mengusap-usap punggung Nury secara lembut.


"Maapkan mas sayang, mas baru dengar kamu muntah-muntah," ucap Lukman kepada Nury.


"Tidak apa-apa mas, cuman mual biasa," jawab Nury.


Lukman merasa sedih, seperti ini kah dulu saat Nury hamil Dimas.


Dia tidak pernah perhatian kepada istri nya.


Saat Nury muntah-muntah, Lukman hanya cuek-cuek saja.


Saat Nury ngidam dan meminta tolong membelikan sesuatu Lukman selalu memberi alasan yang tidak pernah masuk akal.


Sekarang Lukman sadar, betapa jahat nya dia dulu.


Sungguh sangat egois sekali.


Baru sekarang Lukman sadar, betapa susah nya saat istri hamil, sedangkan dia tidak pernah perduli dan kasihan kepada sang istri saat dia membutuhkan.


Lukman membawa Nury ke kasur dan mengelus-elus pundak Nury dan memberikan minyak kayu putih, agar mual nya cepat berkurang.


"Sudah mendingan sayang, dimana lagi yang harus mas usap-usap,?" ucap Lukman kepada Nury.


Namun Nury hanya menggeleng-gelengkan kepala nya saja.


"Mas aku boleh minta sesuatu,?" ucap Nury kepada Lukman dengan muka takut-takut.


Nury takut jika sang suami akan menolak permintaan nya, karena mengingat dulu saat dia hamil, Lukman tidak pernah mau menuruti apa yang dia inginkan.


"Katakan lah sayang, kamu mau apa,?" ucap Lukman.


"Aku mau nasi goreng mas, tapi harus buatan kamu,!" jawab Nury sambil menundukkan kepala nya, pertanda dia sangat takut sekali.


Lukman tahu, jika sang istri merasa takut, karena dulu dia sering menolak semua permintaan Nury.


"Jangan merasa takut sayang, jika kamu meinginkan sesuatu katakan saja kepada mas,!" ucap Lukman.


Nury meangkat kepala nya dan memeluk erat Lukman.


"Terimakasih mas sudah mau menuruti apa yang aku inginkan," jawab Nury dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Maapkan mas sayang, selalu membuat kamu sedih," maapkan mas juga sayang, yang dulu tidak pernah mau mengerti semua keinginan kamu di saat kamu sedang ngidam, ucap Lukman kepada Nury.


"Tidak apa-apa mas, aku sudah memaapkan nya," jawab Nury kepada Lukman.


Lukman mengelus-elus perut Nury yang mulai sedikit membuncit.


"Anak papah, sehat-sehat di sana ya sayang dan jangan bikin mama susah ya,!" bilang ke mama sayang jika adek baby mau sesuatu cepat katakan kepada papa, jangan merasa malu.!


"Iya papa, terimakasih," jawab Nury yang meniru suara anak kecil.


Lukman cepat-cepat menggendong Nury menuju ke dapur, untuk membuatkan nasi goreng ibu hamil.


Saat Nury ingin berdiri untuk membantu.


Lukman cepat-cepat melarang, agar Nury duduk cantik saja dan menunggu hasil syef Lukman.


Setelah lima belas menit, akhirnya nasi goreng buattan Lukman selesai juga.


Dan Nury terlihat sangat bajagia, padahal itu hanya sepiring nasi goreng saja.


Namun pancaran mata Nury, seakan-akan saat melihat nasi goreng seperti melihat makanan yang harga nya selangit.


"Terimakasih mas, ini sangat enak sekali," ucap Nury, yang sedikit meneteskan air mata nya dan cepat-cepat segera menghapus nya.


Namun percuma, Lukman sudah melihat Nury kembali meneteskan air mata nya lagi.


Lukman tahu, Nury selalu teringat awal-awal dia hamil Dimas dulu.


Betapa egois nya Lukman, yang tidak pernah mengerti keadaan Nury saat itu.


"Jangan sedih lagi sayang, mas tidak akan seperti dulu lagi," katakan jika kamu meinginkan sesuatu pasti akan segera mas turutti, ucap Lukman.


Nury memeluk erat tubuh Lukman, dan menumpahkan air mata yang dari tadi dia tahan.


Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi ayah Lukman melihat perubahan anak nya sekarang.


Dia sangat mengetahui perselingkuhan Lukman dengan Rahma, dan berakhir sempat menikah.


Betapa sakitnya ayah Lukman mengetahui kebodohan yang telah menyia-nyiakan istri dan anak nya, dan malah meilih wanita yang tidak berguna itu.


Kini dia sangat bahagia, di usia nya yang sudah tidak muda lagi.


Di tambah akan kehadiran cucu ke dua nya bisa dapat berkumpul dengan anak, menantu dan cucu nya.


••••


Di lain tempat.


Adi habis-habisan menggempur sang istri, hingga Lisa menyerah dan sedari tadi meminta untuk berhenti.


Setelah selesai tidur sebentar dan sempat juga makan.


Pukul jam tujuh, Adi langsung meminta hak nya lagi sehingga sampai jam 11 siang mereka benar-benar selesai bercinta.

__ADS_1


"Terimakasih istri kecil ku," ucap Adi sambil menoel-noel hidung dan pipi Lisa.


"Hemmmmm," jawab Lisa yang sudah mulai kelelahan.


Lisa memang benar-benar kelelahan, suami nya ini seperti tidak ada puas-puas nya.


Namun Lisa juga bisa memahami, karena sang suami sudah lama tidak mendapatkan hak nya, jadi wajar saja jika dia menerkam habis-habisan.


Waktu sudah menunjukkan pukul Dua siang, yang berarti sudah lewat waktu zuhur.


Adi segera mengajak Lisa untuk membersihkan tubuh mereka yang sisa-sisa bekas percintaan.


Setelah selesai mandi besar, mereka berdua melakukan sholat zuhur yang sempat tertunda karena kelelahan olahraga pagi dan malam 🤭.


Adi dan Lisa berangkat menuju pulang ke rumah.


Namun sebelum pulang ke rumah Adi dan Lisa mampir dulu ke warung makan yang menjual pecel lele.


Hingga pesanan makanan mereka datang.


Namun tanpa Adi dan Lisa duga ternyata di tempat itu juga.


Seorang wanita yang memakai hijab bersama seorang laki-laki yang kemungkinan berumur seusia Adi.


Dia adalah Annisa bersama suami nya.


Annisa menikah saat dia berada di penjara.


Annisa di tahan selama lima bulan saja, karena Adi meminta kepada Lukman agar jangan terlalu lama.


Karena Adi hanya ingin memberi pelajaran saja, tanpa harus menyiksa.


Annisa menikah karena saat di penjara dia satu sel bersama seorang laki-laki yang berumur 36 tahun.


Annisa di pe****a di dalam sel tanpa ampun.


Karena laki-laki tersebut sudah lama tidak mengeluarkan hasrat nya.


Mau tidak mau, Annisa terpaksa menikah karena setelah terjadi nya malam panas itu, Annisa hamil dan sekarang kandungan nya berusia empat bulan.


Annisa hanya melihat saja tanpa menegur Adi dan Lisa.


Karena didalam hati Annisa masih menyimpan dendam kepada Adi dan Lisa.


Namun saat ini dia urungkan, karena mengingat kondisi nya yang sedang berbadan dua.


Setelah selesai makan, Adi segera membayar semua yang mereka pesan dan tidak lupa Adi membeli empat bungkus makanan tersebut untuk ibu, Aya, dan Nury.


Sebelum Adi pulang dari minimarket, ibu Adi mengatakan bahwa Nury dan Dimas ada di rumah, mereka menunggu kedatangan Adi yang sudah lama tidak berjumpa.


Hai gaes mau izin promosi nih, 🤭🤭 cerita baru aku yang berjudul PERCAYALAH AKU MASIH PERJAKA


Jangan lupa mampir ya, ikutin terus keseruan nya 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


Maapkan author jika nanti up nya sedikit terlambat, karna aku ada sedikit kesibukkan yang membuat aku menjadi susah up cepat, namun aku akan selalu berusaha agar kalian tidak lama menunggu.😊🙏🙏🙏


__ADS_2