
"Akhirnya kue-kue kita banyak yang suka, dan semoga setelah kita buka nanti banyak pelanggan yang minat ya,?" ucap Aya kepada Verra.
"Aminn semoga ya."
Setelah membersihkan alat-alat kue, Aya dan Verra berniat akan pulang dan kembali besok lagi.
Namun karena besok mereka ada jam kuliah, toko kue tetap buka.
Yaitu pegawai Aya yang akan mulai berjualan, karena mereka adalah orang-orang terpilih dari mom Bella.
Saat Aya dan Verra ingin mengunci roling dor nya, tiba-tiba di kejutkan oleh kedatangan Hendri dan Fikry.
"Loh mas kesini.?"
"Iya sayang, kata nya Fikry mau jemput Verra."
"Cie cie, yang di jemput sama ayank nih."
"Apaan sih kamu ini," ucap Verra.
Setelah Fikry dan Verra pergi menaiki motor yang tadi nya Verra bawa.
Aya dan Hendri kembali ingin masuk ke dalam toko kue tersebut, dan seperti nya Hendri juga masih terlihat lelah karena baru selesai bekerja.
"Ini mas aku buatin teh hangat dan ini cicipin mas buatan aku sama Verra."
"Terimakasih sayang."
"Sama-sama mas, oh iya bagaimana mas hari ini di bengkel.?"
"Alhamdulillah sayang lumayan lah, kalo di sini bagaimana, apakah promosi kue nya lancar.?"
"Alhamdulillah mas lancar, banyak yang bilang pada suka loh mas."
"Syukur lah sayang, dan kamu juga harus ingat jangan terlalu lelah bekerja nya.!"
"Iya mas, aku akan selalu ingat kata-kata mu."
__ADS_1
Tiba-tiba dari luar, ada seseorang yang memanggil nama Hendri.
"Eh mas Hendri, ada di sini juga.?"
"Iya mbak Sinta mau jemput istri, eh ternyata di buatkan teh sama kue."
"Loh mas Hendri sudah menikah, dan mbak Aya ini istri nya mas Hendri.?"
"Iya mbak Sinta, kan kemaren saya sudah bilang bahwa saya sudah menikah dan memiliki istri.!"
"Saya lupa mas Hendri heeee."
Sedangkan Aya merasa bingung dengan sikap Sinta yang berubah, tidak seperti tadi saat dia menikmati kue buatan dia dan Verra.
'Seperti ny tatapan mbak Sinta sangat berbeda kepada mas Hendri,' batin Aya.
Tiba-tiba dari luar ada seorang anak perempuan kecil yang berlari masuk ke dalam toko Aya dan menghampiri ibu nya.
"Mama, mama, mama," ucap anak kecil tersebut memanggil ibu nya dengan teriak-teriak.
"Iya sayang ada apa, mama di sini.?"
Muka Sinta terlihat sangat pucat, saat sang anak sedang menanyakan keberadaan Ayah nya, yang entah kemana.
"I-itu loh Nak, pa-papah nya tadi."
"Pasti ini mama, papah nya Naila, iya kan ma.?"
Deggggggggggg
Jantung Aya seakan mau keluar saat anak kecil tersebut mengatakan bahwa suami nya di panggil sebagai papah nya.
"Bu-bukan Nak, tadi itu papah nya tidak jadi ke sini."
Sedangkan Hendri dan Aya hanya terdiam saat melihat tingkah aneh dan muka Sinta yang sudah terlihat sangat pucat.
Entah apa yang sedang dia tutupi, hanya dia dan author yang tahu 😅😅
__ADS_1
***
Hari ini rencana nya sepulang dari sekolah, Falisha akan pergi ke kantor Arden
Sebelumnya Falisha akan membuat kejutan kepada suami nya dengan kedatangan nya tiba-tiba ke kantor milik Arden.
Setelah pulang sekolah, Falisha yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai, segera memanggil taxi untuk mengantarkan diri nya ke kantor milik Arden.
Setiba nya Falisha di kantor milik Arden, Falisha bertemu dengan resepsionis mengatakan bahwa diri nya ingin bertemu dengan Arden.
Namun resepsionis tersebut mengatakan bahwa Arden tidak bisa di ganggu.
"Maap mbak nya sudah bikin janji kepada pak Arden, jika belum maka anda silahkan tunggu di kursi sana dulu.!"
Mau tidak mau Falisha menunggu Arden di tempat yang sudah resepsionis katakan.
Sekitar satu setengah jam Falisha menunggu dan tertidur di tempat itu.
"Maap pak di bawah ada seorang perempuan, kata nya menunggu bapak sampai tertidur."
"Siapa dia, apakah perempuan tempo hari.?"
"Bukan pak, perempuan ini terlihat masih muda."
Deggggggggg, jantung Arden serasa mau keluar dan pikirannya langsung tertuju kepada istri nya.
"Apakah dia sudah lama menunggu.?"
"Iya pak sekitar satu jam."
Arden cepat-cepat meninggalkan pekerjaannya dan berlari menghampiri seseorang yang dia pikir kemungkinan adalah istri nya.
Saat sudah di lobi, hati Arden terasa sangat terhiris.
Saat melihat sang istri yang tidur meringkuk di sopa tunggu.
Muka Arden terlihat sangat marah, karena tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa ada seseorang yang mencari nya.
__ADS_1
Intan Permata pun yang melihatnya juga merasa sangat ketakutan, saat melihat tatapan Arden yang sangat mengerikan.
Arden berjalan cepat menghampiri Falisha dan langsung menggendongnya untuk membawa ke ruangan peribadi nya.