Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Penjelasan


__ADS_3

#Flashback On


"Tuan aku siap menjadi yang ke dua."


"Jangan gila Luna, aku sudah mempunyai istri dan juga seorang anak kecil."


"Aku juga rela menjadi yang kedua, aku mohon Tuan."


"TIDAK!!!!, jaga batas mu Luna,!" kau di sini hanya sebatas karyawan tidak akan pernah lebih, dan yang perlu kamu ingat istri ku tidak akan pernah terganti, sekalipun dia sudah tiada. ucap tegas Kavindra kepada Luna.


"Aku mencintai mu tuan Kavindra, aku mohon terima aku dan nikahi aku," jawab Luna yang masih memohon.


"SEKALI TIDAK YA TIDAK,!" KELUARRRR!!!.


Suara Kavindra yang menggema di dalam sebuah ruangan kerja itu, terdengar sampai keluar dari ruangan.


Dan satpam yang mendengar perdebatan mereka cepat-cepat menghampiri dan menarik paksa Luna untuk segera keluar.


Namun belum sempat Luna keluar, Luna sempat berkata.


"Ingat tuan Kavindra yang terhormat, aku akan menghancurkan keluarga mu itu,!" sekali aku tidak akan bisa mendapatkan, istri mu itu juga harus menerima akibat nya.


Setelah mengatakan itu semua, Luna sudah menghilang dari pandangan Kavindra.


Di umurnya yang sudah tidak muda lagi, inginnya hidup lebih damai tanpa harus banyak beban dan permasalahan.


Namun siapa sangka, konflik rumah tangga nya ternyata masih di uji Tuhan.


#Flashback Off


Bella yang mendengar semua hasil rekaman selsitv itu, menangis sesegukan.


"Maapkan aku mas, aku sudah berburuk sangka kepada kamu."


"Sudahlah sayang, tidak apa-apa," nama nya juga rumah tangga, mana mungkin perjalanan nya selalu mulus, ucap Kavindra memeluk erat Bella.


"Terus foto itu mas.?"


"Sini dad, biar aku yang menjelaskan nya,!"


"Iya boy."


"Ini mom, foto ini adalah hasil editan," foto lelaki ini adalah mantan kekasih Luna.


Dan hasil penyelidikan, Luna ini sedang hamil anak dari mantan pacarnya itu, namun si lelaki ini tidak mau bertanggung jawab.


"Terus kenapa dia bilang mecintai daddy mu.?"


"Mom aku belum selesai."


"Luna hiri melihat ke romantisan kalian berdua, setiap kali di ruangan kerja daddy," itu sebab nya Luna juga ingin merasakan apa yang momy rasakan.


Dan Luna pikir daddy mau saja, saat dia menawarkan cinta dan menunjukan tubuh nya.


"Dia memang cantik dan se*i boy, beda banget sama aku."


"Walaupun dia cantik dan body nya se*i, daddy cuman cinta dan sayang sama mommy," ucap Kavindra kepada Bella.


"Benarkah dad.?"


"Huhhhh kalo begini buat aku baper saja," aku mau ke kamar dulu dad," ucap Arden kepada mommy dan daddy nya.

__ADS_1


"Huhhh dasar anak kamu itu mas."


"Dia saja baper sayang, apa lagi Luna."


"Tapi daddy suka kan lihat body goals Luna.?"


Kavindra yang gemas melihat sikap istri muda nya ini, terus mengangkat dan menggendong Bella menuju kamar mereka.


Sepanjang perjalanan menuju kamar, Kavindra terus memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Bella merasa tertantang.


"Bukan Luna saja yang memiliki tubuh seperti itu sayang," lebih banyak lagi perempuan di luar sana juga memiliki body goals, tapi cinta dan sayang daddy tetap kepada mommy.


"Daddy gombal," ucap Bella kepada Kavindra.


"Daddy menggombal hanya kepada mommy saja."


Arden yang ingin keluar dari kamar nya, untuk sekedar mengambil air minum.


Tiba-tiba melihat ke romantisan kedua orang tua nya, hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


'Mereka membuat aku hiri saja,' batin Arden.


***


Sementara di kampung halaman.


Hendri di berikan sebuah rumah tidak terlalu besar dan kecil.


Hanya untuk sementara waktu menunggu hari H nya tiba.


"Terimakasih kak Adi," ucap Hendri kepada Adi.


"Sama-sama," nikmati saja dulu sebelum menjadi suami, siap kan.?


"Siap untuk segala-gala nya," termasuk untuk malam pertama nya, bisik Adi kepada Hendri.


"Hahahaha, kak Adi bisa saja," mau kasih tips buat aku kak atau totarial malam pertama nya, biar aku dan Aya juga bisa dapat seperti kak Adi.


"Enak saja, itu hanya aku dan Lisa yang tahu."


Niatnya ingin mengerjai Hendri saja, eh ternyata Adi sendiri yang di kerjai balik Hendri.


Adi berpikir sejenak saat malam pertama dia bersama Lisa, saling berbagi keringat dan bertukar saliva.


Terdengar suara-suara jahanam yang keluar dari mulut Lisa, sehingga terngiang-ngiang di telinga Adi.


"Heii kenapa kak Adi jadi melamun,?" ucap Hendri yang merasa bingung, tiba-tiba Adi jadi melamun.


"E-eh aku lupa, tadi mamah nya si kembar nitip sesuatu yang harus di ambil dari toko," kamu kalo mau sesuatu pergilah ke toko, di sana ada Adrian yang nungguin toko.


"iya kak Adi."


Adi cepat-cepat pulang ke rumah untuk menemui Lisa.


Gara-gara Hendri bertanya tentang totarial malam pertama nya, tiba-tiba membuat sesuatu di bawah sana yang ingin mengulang malam panas itu.


Sementara waktu masih siang, namun tidak membuat Adi menyerah untuk segera menerkam sang istri.


Saat tiba di kediaman rumah Adi, di sana terlihat banyak orang, termasuk Nury, Aya, ibu Adi, dan tetangga-tetangga lainnya yang pada berdatangan untuk membantu kegiatan acara pernikahan Aya.


"Loh mas, kata nya mau kerumah Hendri.?"

__ADS_1


Lisa yang bingung kenapa tiba-tiba Adi jadi lekas pulang.


Sebelum nya Adi mengatakan akan pulang ke rumah sedikit telat, untuk membantu keperluan Hendri.


"Mas ada perlu sama kamu sayang, ayo ikut mas sebentar.!"


Semua orang terlihat bingung dengan sikap Adi, yang tiba-tiba menjadi serius.


Sedangkan Nury sudah mengerti dengan sikap kakak nya itu, jika sedang meinginkan sesuatu.


"Hahahahaha, kesembat apa sih mas kamu itu,?" malam juga bisa, kenapa harus siang.


Pletakkkkkk


"Diam kau, adik nakal.!"


Adi cepat-cepat menarik tangan Lisa, sebelum Lisa mengerti dengan ucapan dari Nury.


"Ibu mas Adi, masa aku yang di bilang nakal," ucap Nury kepada ibu Adi.


Semua yang ada di sana pada tertawa melihat sikap Nury yang masih terlihat seperti anak kecil.


Walaupun sudah memiliki anak dua, yang ke dua nya sudah besar-besar.


Namun sikap manja nya tidak pernah berubah.


Apalagi sekarang rumah tangga Nury semakin harmonis dengan Lukman.


Masalah pekerjaan, setiap kali ke luar kota, Lukman selalu mengajak Nury.


Lukman tidak ingin semua nya akan seperti dulu lagi.


"Mas kenapa sih narik-narik tangan aku.?"


"Sayang," ucap Adi yang terlihat sangat frustasi, saat adegan malam pertama masih terngiang-ngiang di telinga nya.


Tidak menunggu waktu lama, Adi cepat-cepat melepas semua pakaian Lisa, sehingga tanpa tersisa walaupun sehelai benang.


Lisa yang sudah mengerti maksud dari sang suami, hanya merasakan sentuhan-sentuhan yang Adi berikan.


Permaianan panas di siang hari itu, membuat Adi dan Lisa bersemangat.


Tidak perduli dengan semua orang yang ada di luar rumah, yang terpenting Adi bisa menuntaskan na**u nya.


Suara-suara jahanam itu keluar dari mulut Lisa dan Adi, keringat bercucuran di tubuh polos mereka berdua.


Walaupun sudah memiliki anak empat yang sudah besar-besar, namun Adi masih berharap jika saat nya tiba, akan hadir lagi malaikat kecil yang akan hadir di rahim Lisa.


Hai gaes, beberapa bab ini akan author hadirkan keluarga mas Adi ya 🤭🤭 yang kangen sama mas Adi merapat dulu di cerita ini.


Hanya ada di cerita sini ya, namun cerita ini tidak author hadirkan di cerita sebelah.


Kasih author semangat dong 🤭🤭


Like, Komen, Hadiah dan


Vote


Vote


Vote

__ADS_1


Vote 😘😘😘😘


__ADS_2