Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Pulang Kampung


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.


Saat ini Arden dan Falisha sedang pulang ke rumah untuk mebersihkan tubuh mereka.


Arden masuk ke dalam kamar Falisha, untuk membersihkan tubuh nya dan beristirahat sebentar di kasur milik Falisha.


Sedangkan Falisha setelah masuk ke dalam rumah, dia langsung menuju dapur.


Karena Falisha tahu, Arden pasti belum makan dari kemaren.


Setelah selesai memasak menu sederhana, Falisha menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya.


Sekitar sepuluh menit Falisha berada di dalam kamar, namun Falisha merasa ragu karena melupakan membawa handuk dan pakaian nya ke dalam kamar mandi.


Falisha terbiasa memakai pakaian di dalam kamar, namun saat ini dia melupakan karena ada Arden yang sudah bersetatus sebagai suami nya.


Hampir setengah jam Falisha berada di dalam kamar mandi, yang sudah merasa sangat kedinginan dan bibir nya sudah membiru.


Namun Falisha masih merasa ragu untuk meminta tolong kepada Arden.


Sedangkan Arden yang terbangun merasa sangat kebelet ingin buang air kecil, cepat-cepat pergi ke kamar mandi.


Namun setelah Arden membuka gagang pintu, pintu tertutup dari dalam.


"Dek apa kamu sedang berada di dalam.?"


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka setengah, Falisha hanya mengeluarkan kepala nya saja.


Falisha hanya cengar-cengir saja, karena merasa sangat malu, dengan sikap dan tingkah nya yang terlalu ceroboh.


"Kenapa dek, ko lama sekali di dalam.?"


"A-anu kak, aku lupa bawa handuk sama pakaian."


Arden tersenyum melihat tingkah laku istri kecil nya itu.


Arden mengambilkan bathrobe dan handuk kecil.


"Ini dek, lain kali kalo lupa bilang saja sama kakak,!" jangan merasa malu, aku ini sudah menjadi suami kamu, ucap Arden sambil mengelus lembut kepala Falisha.


"Iya kak, terimakasih."


Setelah Falisha keluar dari kamar mandi dan Arden langsung masuk ke dalam untuk membuang air kecil.


"Kak kita makan dulu.!"


"Iya dek."


Saat ini mereka sedang berada di meja makan.


Mereka makan dalam keheningan, hanya ada suara sendok dan garpu.


Setelah Arden dan Falisha selesai makan malam nya, Arden mengajak Falsiha untuk masuk ke dalam kamar.


Untuk berbicara masalah serius.

__ADS_1


"Dek kakak mau berbicara serius."


"Iya kak, silahkan.!"


"Berapa bulan lagi hari kelulusan sekolah kamu.?"


"Tinggal tiga bulan lagi kak."


"Dek apakah menurut kamu kakak egois, dalam mengambil keputusan ini.?"


Falisha terdiam sambil menundukkan kepala nya.


Kalo di bilang terpaksa, namun hati nya menerima semua ini dengan ikhlas.


Bahkan saat juragan Baron ingin mengucapkan ijab kabul, entah kenapa saat itu juga Falisha berharap yang mengucapkan ijab kabul tersebut adalah Arden, bukan juragan Baron.


Arden yang melihat Falisha hanya terdiam dan menundukkan kepala nya, tiba-tiba Arden memegang rahang Falisha, agar Falisha menatap muka Arden.


Namun Falisha masih terdiam, entah kenapa tiba-tiba Falisha sangat sulit untuk berbicara walaupun sekedar untuk menjawab pertanyaan dari Arden.


Arden yang melihat Falisha hanya terdiam saja, tiba-tiba Arden memberanikan diri untuk sekedar mengecup bibir Falisha.


Entah dorongan dari mana, Arden berani melakukan hal tersebut tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Falisha.


Namun saat Arden mengecup bibir Falisha, rasa nya begitu manis dan membuat Arden merasa sangat candu.


Mungkin ini yang pertama bagi Arden dan Falisha.


Sebab selama Arden berpacaran dengan Melinda, Arden selalu menjaga sentuhan kontak pisik.


Tidak ada penolakan dari Falisha, mebuat Arden semakin pemperdalam ciuman tersebut, sehingga menimbulkan suara kecapan di ruangan kamar tersebut.


Saat mereka kehabisan oksigen, Arden menyudahi permainan tersebut, sebelum Arden ingin meminta hal yang lebih.


"Sayang, kenapa kamu hanya diam saja,?" apakah kamu merasa pernikahan ini membuat kamu tertekan,? jika inya katakan saja, jangan merasa takut.!


Falisha tersadar dari lamunan nya, terasa sangat mimpi saat kecupan Arden membuat Falisha terbuai akan indah nya rasa cinta.


"Aku berterimakasih kepada kamu kak, sebab kak Arden datang di waktu yang tepat," jika saat itu kak Arden tidak datang, maka aku sekarang sudah menjadi istri kelima dari juragan Baron.


Jika aku berkata aku menyesal dalam pernikahan ini, maka aku sangat munafik sekali kak.


Bahkan saat itu juga aku berharap kakak lah yang ada di samping ku.


"Dan itu semua terwujud, dan sekarang kita sah me jadi pasangan suami istri," sambung Arden.


"T-tapi.?"


"Tapi apak dek, katakanlah.!"


"Bagaimana sekolah ku kak, aku tidak ingin teman-teman ku mengetahui bahwa aku sudah menikah,?" bahkan jika satu sekolah tahu bahwa aku menikah, aku akan di keluarkan dari sekolah kak.


"Jangan khuatir dek, sebelum kamu lulus sekolah, kakak tidak akan mem fublikasi ke semua orang bahwa kamu adalah istri kakak," cukup keluarga kita saja dulu yang mengetahui nya.


Jika nanti saat nya tiba kelulusan sekolah, baru kita akan mengadakan acara pernikahan kita.

__ADS_1


"Terimakasih kak sudah mengerti dengan keadaan aku."


"Sama-sama sayang," ngomong-ngomong bagaimana dek kalo masalah itu, apa kamu punya solusi.?


"Yang mana kak.?"


Arden membisikan sesuatu ke telinga Falisha, yang membuat tubuh Falisha menjadi tegang.


Arden tertawa melihat tingkah istri nya itu, yang sungguh sangat polos.


"Jangan di pikirkan dek,!" saat ini kakak masih bisa menahan nya, namun jika nanti kakak sangat ingin meminta hak kakak, kakak harap kamu bisa mengerti dek.


"Iya kak, maapkan Falisha."


"Tidak apa-apa sayang."


Cuppppppp


Dan malam itu, malam pengantin hanya ada ciuman singkat saja, tanpa ada adegan yang panas-panas.


***


#Flasback On


"Dek, kakak titip nenek ya, jika ada apa-apa cepat hubungin kakak ya.!"


"Iya kak, kak Hendri hati-hati di jalan,!" jika nanti sudah sampai cepat-cepat hubungin Aya, ya kak.!


"Iya dek itu pasti."


#Flashback Off


Saat ini, Hendri sedang mengendarai mobil milik nya, untuk mempercepat waktu saat di perjalanan.


Agar tidak ada kendala saat hujan di dalam perjalanan.


Beberapa hari yang lalu, Hendri membeli sebuah mobil sederhana.


Sebab, jika Hendri menikah dengan Aya, maka mereka akan lebih sering untuk pulang pergi ke kampung halaman, apa lagi jika nanti mereka mempunyai anak, maka hal itu harus di pikirkan terlebih dahulu. (pikir Hendri 🤭🤭)



Sekitar enam jam lama nya, karena Hendri ada mampir sebentar saat sholat Ashar.


Akhirnya setelah sholat magrib, mobil yang di kendarai oleh Hendri, tiba di perkarangan rumah yang sederhana, namun sangat nyaman dan sejuk suasana nya.


Tok tok tok


"Assalamu Alaikum."


"Wa Alaikum Salam," ucap seseorang yang baru saja membuka pintu rumah untuk Hendri.


"Om Hendri."


Maap gaes baru bisa up sekarang 😊😊 tadi ada sedikit kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan 😊🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah ya gaes 😊🙏🙏🙏 agar author lebih semangat lagi untuk up nya 🤗🤗🤗


__ADS_2