Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Malam Minggu


__ADS_3

Setelah acara akat nikah Hendri dan Aya telah selesai, semua para tamu di persilahkan untuk menikmati hidangan yang telah di sajikan tuan rumah.


Malam pun tiba.


Saat ini Hendri dan nenek nya sudah pulang ke rumah mereka yang di pinjamkan oleh Adi.


Sedangkan Aya saat ini masih berada di kediaman rumah Adi.


Sampai jam 9 malam, para tetangga-tetangga masih pada membantu untuk acara pesta pernikahan Aya dan Hendri.


Sedangkan para bapak-bapak, bergotong royong di luar rumah, dan ada juga yang asik bermain catur dan kartu remi..


Para anak muda pun juga asik dengan permainan mereka sendiri, terutama Adnan, dan Adrian.


Kalo Aidan jangan di tanya lagi, anak ke tiga Adi dan Lisa itu kurang suka dengan keramaian.


Dia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dan memperiksa tugas sekolah nya dan pemasukan, pengeluaran di bengkel yang sekarang ini dia yang mengelola.


Tiba-tiba dari arah luar, ada seorang laki-laki yang berusia 30 tahun, datang dengan seorang anak kecil yang kemungkinan berusia 5 tahun.


Siapa lagi kalo bukan Abdul Gani, guru sekolah nya Arin, dan Adnan, Adrian dan Aidan.


"Assalamu Alaikum," ucap Gani yang memberi salam kepada para bapak-bapak yang ada di sana, terutama dengan Adi, Lukman, dan Parjo.


"Wa Alaikum Salam," ayo mari pak masuk, jawab Adi.


Gani tersenyum kepada semua bapak-bapak tersebut dan ikut bergabung dengan semua para bapak-bapak.


"Oh ini pak Adi, saya ada membawa sedikit oleh-oleh," ucap Gani.


"Alhamdulillah, terimakasih pak Gani," akan saya terima.


Tiba-tiba dari arah belakang datanglah Nury yang membawakan kopi dan cemilan kering.


"Silahkan di minum,!" ucap Nury kepada Gani.


"Terimakasih," jawab Gani.


"Ehh mau ikut aunty ke dalam tidak," ucap Nury kepada Tiara, anak Gani.


Namun Tiara hanya berdiam saja, tidak menjawab pertanyaan dari Nury, hanya menggelengkan kepala nya saja..


"Dek panggil Arin, biasa nya dia mau sama Arin.!"


"Iya mas."


Adi mengetahui bahwa anak bungsu nya itu menyukai guru sekolah nya ini, duda dengan satu anak.


Adi tidak pernah melarang anak mereka dekat dengan siapa saja, yang terpenting orang tersebut baik dan bertanggung jawab, berlaku juga dengan ke tiga anak laki-laki Adi.


Tidak lama setelah itu, keluarlah gadis cantik yang sedang memakai pakaian Tidur.


Terlihat cantik dat imut dimata Gani.


"Hai Ara," ucap Arin kepada Tiara.


"Mommy," teriak Ara kepada Arin.


Semua yang ada di sana pada bingung, karena Ara memanggil Arin dengan sebutan mommy, namun tidak dengan Adi.


Karena Adi sudah terbiasa mendengan sebutan seperti itu kepada anak nya.


"Eh ada bapak, malam pak," ucap Arin kepada Gani.


"Malam Arin," jawab Gani dengan tersenyum ramah.


"Mau ikut mommy.?"


"Boleh,?" ucap Ara kepada Gani, yang meminta persetujuan kepada ayah nya.


"Boleh sayang, tapi jangan nakal ya.!"

__ADS_1


"Iya Ayah."


Arin dan Ara masuk ke dalam rumah, para tetangga yang asik menggosip, menjadi terdiam saat melihat Arin yang sedang menggendong anak kecil.


"Eh Arin, anak siapa itu,?" ucap salah satu tetangga Arin.


Belum sempat Arin menjawab, Ara sudah merengek ingin minta turunkan dari gendongan Arin.


"Mommy turun, mommy turun," rengek Ara kepada Arin.


"Iya sayang, ini mommy turunkan."


Semua orang yang ada di sana juga ikut bingung, melihat interaksi Arin dan Ara.


Arin menemani Ara bermain, hingga waktu sudah menunjukan pulul 11 malam.


Ara tertidur di dalam kamar Arin.


Mereka terlihat seperti seorang ibu dan anak.


Gani masuk ke dalam rumah ingin mencari keberadaan Ara dan Arin.


"Maap bu, apakah melihat anak kecil bersama Arin,?" ucap Gani kepada ibu Adi.


"Ehh kamu ayah Ara ya.?"


"Iya bu, saya ayah Ara."


"Panggil saja nenek, seperti Arin memanggil saya,!" ucap ibu Adi kepada Gani.


"Eh iya nek," jawab Gani tersenyum ramah.


Para tetangga yang masih berada di sana, pada berbisik-bisik, melihat Gani dengan ibu Adi.


"Ayo ikut nenek."


"Ara tidur ya nek, maap ya saya kelamaan menitipkan Ara kepada Arin."


Ketika berada di depan pintu kamar Arin, ibu Adi berhati-hati membuka pintu kamar Arin, agar tidak mengganggu tidur mereka berdua.


Ceklekkkkkkkk


Pintu kamar Arin terbuka, melihatkan sosok yang di cari Gani tertidur lelap di dalam pelukan Arin.


Hati Gani merasa sangat bahagia, melihat anak nya di sayangi oleh murid nya sendiri.


"Bangunkan saja hati-hati nak Gani, nenek tinggal dulu ya, nenek lupa ada sedikit kerjaan."


Ibu Adi juga mengetahui bahwa cucu nya sangat menyukai guru sekolah nya ini, dia tidak ingin melarang apa yang akan membuat dia bahagia.


"Apakah tidak apa-apa nek, saya tidak enak dengan orang lain.?"


"Tidak apa-apa nak Gani, jangan dengarkan ucapan orang lain."


Setelah ibu Adi keluar dari kamar Arin, ibu Adi menutup sedikit pintu kamar, agar mereka sedikit tidak merasa terganggu.


Ibu Adi percaya, bahwa Gani adalah peria baik-baik dan bisa bertanggung jawab.


"Arin bangun.!"


Gani membangunkan Arin dengan pelan, Gani tidak ingin setelah Arin bangun kepala nya akan terasa pusing.


'Cantik sekali dia, walaupun di usia nya masih terbilang muda, namun jiwa ke ibuan nya sangat terlihat,' batin Gani.


"Arin bangun yuk."


Tiba-tiba Arin bangun dan langsung terkejut saat melihat orang yang selama ini dia sukai beradi di dalam kamar nya.



Anggap saja seperti itu ya gaes 🤭🤭.

__ADS_1


Cukup lama pandangan mereka beradu, ada rasa berbeda entah perasaan apa mereka pun tidak tahu.


"Terimakasih sudah menjaga Ara."


"I-iya pak."


"Ara saya bangunkan ya, ini sudah sangat malam banget."


Nanti kami kembali lagi besok pagi.


"Kasihan dia pak, biarkan saja Ara sini ya."


"Takutnya nanti malam terbangun, entar dia merepotkan kamu."


"Tidak apa-apa pak, saya senang ko jaga Ara," hitung-hitung juga belajar jaga anak, kalo sudah menikah nanti heeeee.


Arin tersenyum, yang membuat jantung Gani merasa tidak karuan.


"Aku tidak enak sama keluarga kamu, lebih baik aku bawa pulang saja."


Tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan percakapan Gani dan Arin.


"Tidak apa-apa pak Gani, kasihan ini sudah sangat malam," biarkan dia tidur di sini untuk malam ini, ucap Adi kepada Gani.


"Maapkan saya pak Adi, sudah merepotkan keluarga bapak.


"Tidak apa-apa."


Setelah itu, Adi pergi meninggalkan Gani dan Arin yanga masih berada di dalam kamar tersebut.


"Sudah tidak apa-apa, biarkan Ara bersama saya untuk malam ini."


"Terimakasih Arin, tolong jaga Ara ya,!" jika dia rewel cepat-cepat saja hubungin saya.!


"Iya pak."


Setelah itu Arin mengantarkan Gani sampai ke depan rumah.


Dan itu semua di lihat oleh Adi, Lisa, dan ibu Adi.


"Mas seperti nya kita sudah mau punya mantu deh," ucap Lisa kepada Adi.


"Mas tidak masalah sayang, selagi mereka berdua bisa menjaga batas yang wajar."


Sesampai di muka rumah, hanya ada beberapa orang tidak seperti saat baru Gani datang tadi.


"Belajar jadi ibu yang baik ya,!" nanti jika sudah waktu nya, aku akan minta kepada orang tua kamu untuk menjadikan kamu ibu dari Tiara dan anak-anak kita nanti.


Blusssssssss


Jangan di tanya lagi, bagaimana saat ini jantung dan perasaan Arin.


Tidak di duga-duga, selama ini Arin berharap lebih kepada Gani.


Ternyata apa yang di rasakan oleh Arin, juga sama dengan apa yang Gani rasakan.


"Bapak bikin saya malu saja," ucap Arin dengan malu-malu.


Gani mengusap lembut kepala Arin.


"Selamat malam," ucap Gani.


"Malam juga pak, hati-hati di jalan,!" kabarin Arin kalo sudah sampai rumah.


Gani hanya membalas dengan senyuman, dan langsung pergi menaiki motor nmax nya.


Ini aja dulu ya gaes, author nya lagi kurang enak badan 😊😊.


Besok author lanjutin lagi pesta pernikahan nya.


Konsep acara pernikahan Hendri dan Aya, ini seperti tradisi di KALSEL di tempat author kebanaykan nya akat Nikah hari jumat atau sabtu, itu para mempelai peria membawa beberapa bigkisan atau seserah, untuk mempelai wanita.

__ADS_1


Jadi acara pesta nya hari minggu dan sampai selesai 😊😊🙏


__ADS_2