
Arden adalah laki-laki pengusaha ternama yang berusia 30 tahun, yang berasal dari kota jerman.
Anak dari Kavindra dari istri pertama.
Aya gadis cantik berumur 22 tahun. berkulit putih, berambut panjang dan selalu ceria walaupun banyak menyimpan luka.
Hendri laki-laki berusia 26 tahun, memiliki usaha bengkel motor dan mobil terbesar
Adnan, anak pertama Adi dan Lisa.
yang berumur 18 tahun
Memiliki sikap baik, penyayang, ramah, suka menolong.
Adrian, anak ke dua Adi dan Lisa berusia 18 tahun, yang memiliki sikap ceria, pandai berteman, baik, suka usil.
Aidan, anak ke tiga Adi dan Lisa, berusia 18 tahun.
Memiliki sikap penyayang, pendiam, tidak banyak bicara, dan kurang suka bergaul.
Arfin, anak ke empat Adi dan Lisa, berusia 18 tahun.
Memiliki sikap periyang, bawel, manja, baik, dan penyayang.
Dimas, anak pertama dari Lukman dan Nury, berusia 20 tahun.
Memiliki sikap penyayang, baik, suka menolong
Keira anak ke dua Lukman dan Nury.
berusia17 tahun.
Memiliki sikap bawel, manja, sok cantik, tapi baik, sopan dan pemberani.
Naura, teman Aya.
berusia 23 tahun.
Falisha anak dari Radix dan Rahma.
Berusia 18 tahun
Hai gaes ini dulu ya visual nya π€π€.
Aku harap kalian akan suka dengan cerita ini.
Author juga bingung gimana cerita nya, soal nya ini cerita banyak tentang anak remaja π€π€.
Lanjut saja deh, kita ikuti alur cerita nya saja π€π€.
"Mama, papa," kak Adrian ganggu Arin terus.
__ADS_1
"Adrian, jangan ganggu adik nya terus,!" ucap Lisa.
"Iya ma, maap," jawab Adrian.
"Kalian sudah besar sayang, kenapa sikap kalian ini masih seperti anak kecil," ucap Adi yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Lisa.
"Kak Adrian tuh pah, usil terus sama Arin," jawab Arin yang mulai bergelut manja dengan Adi.
"Helehhhh dasar anak manja," ucap Adrian dan langsung pergi sebelum kena marah mama dan papa nya.
"Tuh kan, kak Adrian yang mulai pah," ucap Arin yang mencari pembelaan dari Adi.
"Kalian sama saja sayang, sudah besar masih saja suka bertengkar," jawab Adi.
Tiba-tiba sedang asik berbicara, Aya masuk ke dalam dan langsung menerobos duduk di tengah-tengah Adi dan Lisa.
Sedangkan Arin yang sedang duduk di pangkuan Adi menjadi kesal, karena jika aunty nya ini datang maka dia akan di cueki oleh Adi.
"Ada apa sih dek, datang-datang langsung nerobos saja,?" ucap Lisa.
"Kak Lisa, Aya boleh minta sesuatu tidak, kak Adi,?" tanya Aya.
"Sesuatu apa dek,?" jawab Adi.
"Aya mau kuliah," jawab Aya yang membuat Adi dan Lisa saling pandang.
"Kenapa tiba-tiba minta kuliah dek, bukan nya kamu sendiri yang minta ingin bekerja dulu dan tahun depan baru daftar kuliah,?" ucap Lisa yang merasa bingung karena adik nya ini tiba-tiba berubah pikiran.
"Tidak apa-apa kak, Aya mau saja," jawab Aya.
"Mas,?" ucap Lisa yang ingin meminta jawaban dari Adi.
Belum Adi menjawab tiba-tiba Arin bersuara.
"Tuh kan bila ada aunty pasti Arin di cueki," ucap Aya.
"Yeeee dasar kamu nya saja cemburuan banget," jawab Aya.
"Sayang kamu kekamar dulu ya, papa sama mama mau bicara dulu sama aunty Aya,!" ucap Adi.
Setelah Arin pergi, Adi kembali bertanya kepada Aya, kenapa tiba-tiba mendadak untuk meminta kuliah tahun ini.
"Kenapa tiba-tiba mendadak dek,?" ucap Adi.
"Tiba-tiba saja Aya mau tahun ini kak, dan Aya akan pergi ke kota bersama Naura," jawab Adi.
Memang benar dari kecil Naura adalah teman dekat Aya.
Mereka selalu bersama kemana saja Naura pergi.
Namun yang menjadi pertanyaan, bukankah Naura dan Aya berjanji akan mendaftar kuliah tahun depan.
"Apa Naura juga mau daftar kuliah,?" tanya Adi.
"Iya kak, Naura juga daftar kuliah dan kami memutuskan masuk bulan ini," jawab Aya.
Setelah Adi dan Lisa berpikir mencari keputusan.
Akhirnya Adi menyetujui bahwa Aya beberapa hari ini akan pergi ke kota untuk mendaftar kuliah.
Dan Adi juga meminta bantuan kepada teman nya yang ada di kota untuk mencarikan tempat kos-kosan yang aman.
Karena Lisa masih takut untuk melepas adik nya itu.
Walaupun Aya sudah dewasa, namun dari kecil sampai besar Aya tidak pernah berpisah dari Lisa.
Dan sekarang tiba-tiba Aya ingin pergi dan tidak akan bersama Lisa lagi.
"Terimakasih kakak-kakak ku," ucap Aya kepada Adi dan Lisa.
Setelah Aya pergi dan masuk ke dalam kamar nya.
Lisa berbicara manja kepada Adi.
__ADS_1
"Mas aku takut loh pisah sama Aya," ucap Lisa.
"Mau bagaimana lagi sayang, Aya sudah dewasa dan juga dia pasti bisa menjaga diri nya," jawab Adi.
"Tetap saja mas," ucap Lisa yang bergelayut manja di dada bidang Adi yang masih memakai baju kaos.
"Sayang kamu mau menggoda mas ya,?" ucap Adi.
"Enggak tuh, mas saja yang ngerasa," jawab Lisa dan tertawa terbahak-bahak sudah membuat sang suami menjadi prustasi karena mengira Lisa mau menggoda nya.
"Awas ya, nanti mas hukum kamu," jawab Adi.
Mereka berdua tertawa bersama, saling menikmati kebersamaan.
Walaupun Adi sudah tua, namun sikap romantis nya kepada sang istri tetap sama seperti dulu dan tidak ada yang berubah.
Tiba-tiba pintu luar ada yang ngetok.
Tok tok tok
"Assalamu Alaikum," ucap seseorang yang ada di luar rumah.
"Wa Alaikum Salam," jawab Adi dan Lisa.
Setelah Adi membuka pintu rumah nya, ternyata yang datang adalah Dimas, anak Nury dan Lukman.
"Maap paman Dimas ganggu," ucap Dimas.
"Tidak apa-apa, kamu ke sini mau bertemu paman atau bertemu si kembar,?" jawab Adi.
"Ke dua-dua nya paman," jawab Dimas sambil tersenyum.
"Ayo duduk dulu sini,!" jawab Adi.
"Siang bibi," ucap Dimas kepada Lisa.
"Siang Dimas, kenapa tidak bawa Keira, Dimas,?" tanya Lisa.
"Aku ada keperluan di luar tadi bibi jadi langsung ke sini," jawab Dimas.
"Kamu ada perlu apa sama paman, Dimas,?" ucap Adi.
"Paman mengirim Hendri ke kota ya,?" tanya Dimas.
Adi dan Lisa saling melirik, dan Adi menjawab pertanyaan dari Dimas.
"Iya Dimas, karena Hendri harus paman lepas," jawab Adi.
"Kenapa paman,?" tanya Dimas.
"Hendri ingin mandiri dan ingin memiliki bengkel sendiri di kota," awal nya paman juga ragu, namun kata nya dia merasa sudah cukup bisa dan ingin belajar mandiri, jawab Adi.
"Oh begitu paman," ucap Dimas.
"Memang nya kenapa,?" tanya Lisa yang merasa curiga dengan pertanyaan Dimas, karena setahu Lisa, Dimas bukan lah tife laki-laki yang suka ingin mencari tahu tentang orang lain.
"Tidak apa-apa bibi, aku mau tanya saja," soal nya Hendri kan pegawai paman, jawab Dimas.
"Oh begitu ya," jawab Lisa yang merasa pertanyaan Dimas kurang tepat, namun Lisa tidak ingin memaksa Dimas untuk berkata jujur.
"Oh iya bibi, Adnan ada di kamar tidak,?" ucap Dimas.
"Ada, masuk saja ke kamar nya,!" jawab Lisa.
"Baiklah paman, bibi aku mau ke kamar Adnan dulu," ucap Dimas berpamitan kepada Adi dan Lisa.
"Baiklah jawab Adi dan Lisa bersamaan.
Hayooo ada yang tau tidak gaes dengan apa yang ada dalam pikiran Dimas????
Masih ada yang mengira tidak Aya akan berjodoh sama Hendri atau tidak?
Ikutin terus cerita selanjut nya ya gaesπ€π€π€π€
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote seiklas nya ya gaes π€π€ biar aku lebih semangat.